
Setelah memberikan arahan kepada pemimpin pasukan Mao,Dao, Lian dan Dewi kembali ke kediaman jendral menaiki kuda mereka masing-masing
Mereka memacu kuda menuju ke kediaman jendral siang hari meninggalkan markas Selatan, dalam beberapa menit mereka sudah sampai di kediaman jendral
sedangkan di tempat pertemuan yang di tinggalkan Mao masih duduk semua pemimpin membicarakan perang yang akan terjadi besok pagi atau siang harinya
"Karena tugas ini sudah di berikan penuh pada kita, Kita sebagai pemimpin pasukan harus memegang kepercayaan yang di berikan oleh jendral Mao untuk menghadapi perang besok"kata Roki
"benar apa yang di katakan saudara Roki kita harus percaya pada kemampuan kita"kata Zuan
"untuk rencana seperti biasa, saudara Eder akan menyerang dari bukit sebelah kiri bersama, saudara Era dari bukit sebelah kanan,Sedangkan saudara Ben dari arah belakang,untuk saudara Ben yang jalannya memutar aku sarankan Agar berangkat sore ini bersama pemimpin dan pasukannya sedangkan saudara Eder dan Era bisa berangkat nanti malam karena jarak yang cukup dekat untuk pasukan ku sendiri akan berjalan juga malam hari ini, jika ada usulan silahkan katakan"kata Roki panjang lebar
"Menurutku sebaiknya Pasukan pemanah milik kita biarkan berada di atas bukit agar tidak turun terlalu jauh mengikuti pengguna pedang karena itu akan melukai mereka"kata Zuan
"benar kata saudara Zuan, aku sendiri setuju dan menaruh pasukan pemanah agar berada di pertengahan bukit agar tidak ikut berperang bersama pengguna pedang"kata era
"aku juga"kata Eder
"sama aku juga"kata Ben
"ide yang bagus,keputusan sudah di buat dan ini sudah hampir sore tiba untuk saudara Ben untuk berangkat kita akhiri pertemuan di sini dan langsung melaksanakannya"kata Roki
setelah itu semua pemimpin pasukan menuju pasukan masing-masing untuk melaksanakan apa yang mereka rencanakan
Di tempat Mao siang sampai sore Mao sibuk menandatangani berkas yang ada di atas meja di ruang pertemuan dan di sana juga ada Dewi,Lian,Dao,Ding,Mira dan Bram duduk berbincang bersama
"ini sudah selesai kakek Bram, aku akan kembali ke kamar dulu"kata Mao saat sudah menyelesaikan penandatangan berkas yang ada di atas meja
Mao menuju kamar menghiraukan mereka yang sedang asik berbicara di ruang pertemuan itu
"Semoga mereka bisa mengalahkan pasukan kerajaan bintang"kata Mao saat sudah ada di dalam kamarnya
sampai malam hari Mao berada di dalam kamarnya sampai akhirnya tertidur di dalam kamarnya
Di tempat Pemimpin pasukan yang sudah menyelesaikan persiapan malam itu untuk berangkat melakukan rencana yang sudah di sepakati, semua pemimpin pasukan malam itu sudah berjalan bersama pasukan menuju tempat yang di tuju, setelah sampai mereka menunggu hingga esok pagi sampai pasukan bintang datang ke tempat lokasi yang di sepakati oleh para pemimpin pasukan
Keesokan paginya Pasukan kerajaan bintang yang jumlahnya dua ratus ribu lebih pasukan sudah berhadapan dengan sepuluh ribu pasukan yang di pimpin oleh Roki dan Zuan, sedangkan pemimpin Eder, era dan Ben masih bersembunyi untuk menerima tanda dari Roki dan Zuan untuk menyerang
Sebelum perang terjadi biasanya jendral kedua kubu bertemu di tengah di temani oleh dua sampai lima prajurit, saat itu Roki,Zuan, dan tiga prajurit maju untuk bertemu dengan dua jendral dari pasukan musuh dari kerajaan bintang sambil menaiki kuda mereka masing-masing
"Jendral Baek, aku tidak menghianati kerajaan bintang aku hanya tidak suka dengan raja yang sekarang memimpin kerajaan"kata Zuan duduk di atas kudanya
"Aku tidak percaya dengan omongan mu jendral Zuan, sekali menghianati tetap menghianati"kata seorang jendral di sebelah jendral Baek yaitu jendral Sean, jendral Sean adalah jendral terkuat kedua setelah jendral Baek
"Kalian jangan mengungkit masa lalu, apa maksud dan tujuan kedua jendral dari kerajaan bintang datang ke kota kami"kata Roki
"Kamu juga sepetinya seorang jendral di kota tua jadi aku akan menjelaskannya, Namaku Baek atau sering di panggil jendral pertama Baek di kerajaan bintang, dan di sebelahku adalah Jendral Sean jendral kedua dari kerajaan bintang, aku ingin Kalian menyerahkan kota tua ke kerajaan bintang karena raja kerajaan bintang menginginkan kota tua, dan satu lagi Serahkan kepala jendral Mao milik kalian maka semua prajurit kalian termasuk kalian akan menjadi prajurit kerajaan bintang"kata Baek dengan sombongnya
"benar aku jendral sebelumnya dan sekarang hanya pemimpin pasukan biasa,namaku Roki,Menyerahkan kota tua, menyerahkan Prajurit, menyerahkan kepala jendral Mao , hahahaha Tidakkah ini sangat lucu, jika jendral Mao sudah turun tangan cukup dia sendiri yang akan menghabisi kalian semua yang datang kesini, baginya kalian hanya hama kecil maka jendral kami tidak ikut"kata Roki
"Jangan jumawa Pemimpin Roki"kata Sean
"Kalian yang jumawa lebih dulu dengan banyak keinginan yang tidak masuk akal,sudah jika kalian tidak menarik pasukan kalian kembali,lebih baik mari kita Upacara seperti biasanya di pernah sebelumnya"kata Roki
upacara yang di bicarakan Roki adalah pertempuran Beberapa orang sebelum memulai perang Besar terjadi
"Baik jika itu maumu, Ketiga pemimpin silahkan maju hadapi mereka bertiga dari pasukan kita tua"teriak Baek yang mukanya sudah merah sambil memundurkan kudanya beberapa langkah-berama Sean
"Mmmmm sepertinya lawan kalian cukup hebat setara dengan pemimpin,apa kalian bertiga akan maju menghadapinya atau aku yang akan turun tangan"kata Zuan
"Biar saya sendiri saja pemimpin kedua,saya sudah cukup untuk mengalahkan mereka"kata seorang pemuda yang umurnya kurang lebih sama Mao dua puluh tiga tahun yang badannya kekar Memegang pedang di pinggangnya dengan perisai di tangannya dengan semangat,nama pemuda itu adalah Rek
"Apa kamu yakin bisa mengalahkan tiga orang itu, Rek"tanya Zuan
"Jangan ragukan dia Pemimpin Zuan, dia lebih kuat dariku, mari kita mundur sedikit"kata Roki mengajak Zuan dan yang lainnya mundur
Rek berhadapan dengan tiga pemimpin pasukan dari kerajaan bintang tanpa ragu sama sekali
"Apakah kamu meremehkan pasukan ku Zuan"kata Baek berteriak kencang melihat prajurit untuk menghadapi ketiga pemimpin pasukannya hanya seorang saja
"kamu akan tau sendiri siapa yang telah kamu Ingin serang, Bunuh mereka bertiga Rek"kata Zuan sambil berteriak dan menyuruh Rek
Rek yang mendengar itu Semangatnya membara dan ketiga pemimpin pasukan dari kerajaan bintang juga begitu semangatnya karena melihat lawan mereka hanya satu
tapi di luar dugaan ketiga pemimpin pasukan kerjaan bintang yang terus menerus serangannya di tangkis oleh prajurit biasa dari kota tua