
Pagi hari Mao terbangun karena ketukan pintu kamarnya
Mao berjalan menuju pintu dan membuka pintu tersebut melihat wanita di balik pintu itu
"ada apa sayang"kata Mao memanggil Lian yang ada di depan pintu kamar Mao
"tidak ada, ini sudah sedikit siang jadi semua orang sudah menunggu di ruang pertemuan"kata Lian
"baiklah tunggu aku akan membersihkan diri baru keluar"kata Mao
setelah itu Mao masuk kembali ke dalam kamarnya lalu mandi dan berganti pakaian baru Mao keluar menuju ruang pertemuan
melihat kedatangan Mao semua pemimpin pasukan sudah ada di sana berkumpul dan semua pemimpin lainnya
"ada apa pagi-pagi kalian melakukan pertemuan"kata Mao
"Begini jendral pasukan Kerajaan bintang tinggal satu Minggu atau lebih mereka sudah sampai di sini, berbeda dari perkiraan sebelumnya"kata Roki
"Iya apa sebaiknya kita menghentikan pelatihan prajurit baru, jendral"kata Dao
"kita akan tetap lanjutkan latihannya karena tidak ada latihan untuk ke dua kalinya, karena nanti akan susah kedepannya Kalo melanjutkan latihan lagi, begini saja kita tunggu sampai mereka datang dan aku akan mendiskusikan sama jendral Zuan Xiang dan anaknya, kalian jangan khawatir karena mereka masih termasuk orang yang aku hargai jadi tidak mungkin aku membunuhnya"kata Mao
"jendral jika pertemuan itu terjadi izinkan saya mengawal jendral"kata Eder
"kita tunggu saja berapa prajurit yang di izinkan di pertemuan itu nanti"kata Mao
setelah itu Mao menyuruh semuanya bubar dan Mao masih duduk di ruang pertemuan itu bersama Dao, Ding Lian dan Dewi
Mao memikirkan banyak hal bagaimana mengembangkan kekuatan di kota tua dan apa saja yang di butuhkan
"saudara Ding, jika kamu tidak ada kerjaan bisa kamu berkeliling kota tua ini untuk merencanakan pembangunan kota ini, jadi nanti dalam waktu yang di tentukan saudara Ding bisa mulai pembangunan, dan tolong saudara Dao berikan prajurit untuk mengawal keamanan saudara Ding"kata Mao
"siap pemimpin"kata Dao dan mengajak Ding keluar
Mao sendiri masih duduk merenung di ruang pertemuan itu di sana masih ada Lian dan Dewi melihat mao yang banyak beban pikiran.
setelah lama memikirkan sesuatu Mao mengajak Liam dan Dewi untuk sarapan, setelah selesai sarapan Mao mulai mengikuti instruksi dari Lian sebagai perencana kerjanya setiap hari
Mao berjalan mengelilingi kota tua, banyak hal yang Mao lihat di kota tua, sebagai kota yang membatasi lima kerajaan sekaligus kota itu sangatlah megah dan merah walaupun sebagian bangunan roboh akibat serangan perang, sebagian penduduk juga sudah banyak yang mengungsikan diri hanya tertinggal beberapa saja
"Bagaimana menurut kalian tentang kota ini"tanya Mao tiba-tiba berhenti di pinggiran kota bersama Lian dan Dewi
"iya bener kata saudari Dewi"kata Lian
"sebenarnya aku ingin menjadikan kota ini sebagai kerajaan tapi mungkin itu tidak akan menguntungkan kita ke depannya jadi aku memutuskan kota ini untuk menjadi kota perdagangan, karena aku sendiri berharap memproduksi semua jenis buah,tanaman,peralatan dan sebagainya, itu lebih menguntungkan dari pada menjadi sebuah kerajaan tapi tetap jendral adalah tertinggi di kota tua ini nanti"kata Mao
"itu ide yang bagus"kata Lian
setelah berkeliling cukup lama Mao,Lian dan Dewi kembali ke kediaman jendral, Mao melihat pelatihan prajurit baru yang ada di dekat halaman kediaman jendral sambil duduk dengan pemimpin yang lainnya yang sedang mengamati, Dao juga sudah ada disana setelah mengantar Ding dan memerintahkan beberapa prajurit mengawal Ding
"Bagaimana kalo kita Bagun pelatihan baru untuk kalian semua tapi itu hanya satu tahap, jika kalian bisa menyelesaikannya maka kekuatan tempur kalian bisa mengalahkan setidaknya sepuluh atau dua puluh jendral kerajaan di seluruh negeri ini, jadi lapangan mana yang luasnya masih kosong saudara Dao"kata Mao
"satu lapangan lagi sebelah kediaman jendral, jendral"kata Dao
"Apa besok kita bisa membangunnya, dan jenis mana kekuatan yang kalian pilih aku akan berikan dua pilihan, pertama latihan kecepatan dan yang kedua latihan kekuatan tubuh, kalian bisa diskusikan dulu"kata Mao
setelah mendengar itu semua pemimpin pasukan itu berdiskusi mencari mana yang lebih baik buat mereka menjadi lebih kuat atau menjadi kelincahan
"apa kami juga bisa ikut pelatihan itu jendral"kata Lian
"Bisa tergantung kalian mau ikut atau tidak"kata Mao
"Baiklah aku akan ikut juga kalo begitu"kata Dewi
"Bagaimana kalian sudah selesai diskusi, dan pelatihan mana yang akan kalian pilih"tanya Mao saat Dao dan yang lainnya duduk diam
"kami sudah memutuskan jendral kami memilih keduany"kata Dao
"Keduanya, butuh tiga sampai empat hari untuk membangun kedua arena latihan itu, apa kalian tidak keberatan"kata Mao
"kami sudah memutuskan akan mulai berlatih setelah perang usai"kata Eder
"baiklah kita bangun dulu, setelah itu kalian atur sendiri kapan mulai latihannya, dan siapa yang layak harus izin dulu untuk memasuki lapangan latihan itu nanti karena latihan itu khusus buat kalian pemimpin pasukan,apa bisa di mengerti"kata Mao
"siap mengerti jendral"kata semua pemimpin pasukan itu serempak
setelah itu mereka berbicara cukup lama sampai waktu sore menjelang malam, baru Mereka bubar dan masuk ke kediaman Mao , sementara Mao langsung menuju kamarnya dan memikirkan arena latihan apa yang akan dia bangun dan Mao mulai menggambar di kertas di meja di kamarnya.
sampai malam hari Mao masih menggambar arena latihan seperti apa yang akan dia bangun untuk memperkuat Dao dan semua pemimpin pasukan
setelah menggambar Mao berbaring dan tertidur di kamarnya.