
Keesokan paginya seperti yang di rencanakan Mao dan semua pemimpin pasukan berkumpul di depan gerbang mengarah ke arah barat Dengan prajurit sekitar empat puluh ribu lebih
"Bagaimana jendral apa sekarang kita sudah bisa bergerak"tanya Dao yang duduk di atas kuda miliknya
"Sekarang kita berangkat dan menuju bukit itu"kata Mao
"Pasukan Bersiap"teriak Ben dengan keras
"Maju maju maju"ucap prajurit secara bergantian
Mao menunggangi kuda bersama pemimpin pasukan lainnya mengarah ke arah barat di ikuti Empat puluh ribu pasukan
"Seperti rencana sebelumnya langsung Pemimpin yang tidak mengikuti Pertemuan untuk mengatur posisi pasukan kita"kata Mao
"siap pemimpin"kata semua pemimpin yang tidak mengikuti pertempuran itu
setelah sekitar lima ratus meter ke arah barat Mao berhenti melihat sebuah dua bukit kiri dan kanan yang tidak terlalu jauh dengan hamparan di tengah bukit tersebut lapangan tandus
"Pemimpin yang tidak mengikuti pertemuan silahkan atur posisi kalian, dan saudara Dao,Eder,era, dan Ben ayo kita berangkat"kata Mao melajukan kudanya
"siap pemimpin"teriak semua pemimpin pasukan tersebut
Eder,era,Dao,dan Ben mengikuti Mao dari belakang,Baru seratus meter memacu kudanya mau sudah melihat pasukan musuh sepeti semut yang berjumlah Lima ratus ribu lebih pasukan, Mao pun memberhentikan laju kudanya sambil menunggu kedua raja dan jendral dari kerajaan bulan dan matahari
"Jumlah mereka sangat banyak jendral, apa kita mampu mengalahkan mereka"kata Dao melihat jumlah pasukan musuh yang berjumlah banyak tidak jauh dari penglihatannya
"Tenang saja kita tunggu kedua raja dari kerajaan bulan dan matahari, Kalo memang mereka menginginkan pertempuran kita ladeni, kalo tidak kita bisa ambil jalan damai"kata Mao
"benar kata jendral, jangan khawatir saudara Dao"kata Ben
Setelah menunggu cukup lama terlihat sebuah kuda tidak jauh menghampiri Mao dan pemimpin pasukan yang ikut setidaknya kuda yang terlihat itu berjumlah sekitar sepuluh kuda dengan seseorang yang menungganginya
"Hahahaha aku tidak menyangka kalian benar akan melawan kami"kata seorang dengan mahkota dengan tanda bintang bulan sabit di mahkota tersebut, yaitu tidak lain dia adalah Raja kerajaan bulan raja Rin yang sudah ada di depan Mao dan pemimpin pasukan yang ikut
"Iya aku juga tidak akan menyangka bahwa jendral yang berhasil mengalahkan dua ratus ribu pasukan kerajaan bintang akan melawan kita juga"kata seorang di sebelah raja Rin yaitu raja kerajaan matahari raja Rion di ikuti oleh jendral mereka di belakangnya
"Maaf kedua raja, sebenarnya ada maksud apa kedua raja membawa pasukan kalian ke arah kota tua dengan jumlah yang begitu banyak"kata Mao bertanya dengan sopan dan suara yang lembut
"Karena sikapmu yang sopan kamu pasti jendral yang di ceritakan di seluruh negeri yang sudah berhasil mempertahankan kota tua, kalo tidak salah namamu Mao"kata raja Rin dari kerajaan bulan
"oh ini jendral yang memimpin kota tua sekarang, cukup muda sekali"kata Rion raja kerajaan matahari
"benar kata kedua raja, saya Mao dan sekarang Menjadi pemimpin yang memimpin kota tua"kata Mao masih sopan
"baiklah, Tujuan kami berdua kemari serahkan kota tua kepada kami dan kamu akan menjadi jendral di pasukan salah satu kami berdua, dengan itu peperangan ini tidak akan berlangsung Hahahah"kata Rin dengan sombong sambil tertawa
"Iya kami akan membagi wilayah kota tua menjadi dua bagian, sebagian milik kerjaan saudaraku dan sebagian milik kerajaanku"kata Rion juga dengan sombongnya
Sebenarnya Rion dan Rin ini saudara kembar dimana kerajaan bulan milik keluarga dari pihak ayah dan kerajaan matahari milik dari pihak ibunya
"Aku bukan tidak ingin menyerahkan kota tua kepada kalian, tapi aku tidak percaya kalian nantinya bisa melindungi kota tua dari serangan kerajaan lainnya"kata Mao dengan masih sikap sabarnya
"oh jadi kamu menolaknya, baiklah akan aku buktikan kalo aku mampu mengambil alih kota tua dengan mengusir habis tentaramu"kata Rin dengan geram mendengar perkataan Mao sebelumnya
"Apa kalian tidak dengar kata saudaraku, cepat lawan mereka"kata Rion dengan geram juga
Melihat itu Mao sudah tau kalo peperangan akan terjadi karena kedua raja sudah mengutus Jendral-jendralnya untuk melawan Mao dan yang lainnya
"Seperti yang aku katakan sebelumnya, saudara Ben kamu akan menghadapi Tiga jendral mereka kalo kamu tidak mampu aku akan menyerahkannya kepada yang lain, yang lainnya mundur sekarang"kata Mao sambil memacu kudanya berbalik mengajak pemimpin yang lainnya yang ada di sana
Mendengar itu Mao dan pemimpin pasukan yang lainnya berbalik memundurkan kudanya ke belakang Ben sekitar beberapa meter
Ben sendiri turun dari kudanya sambil memegang pedang di sarungnya tanpa mengeluarkan pedangnya dan berjalan kepada tiga jendral yang sudah ada tidak jauh di depannya
"Hahahaha kamu terlalu sombong jendral Mao, untuk menghadapi tiga jendral milikku itu dengan seorang jendral saja"kata Rin berteriak keras
"Tidak, aku tidak sombong, dia adalah pemimpin pasukan bukan jendral"teriak Mao
"Kalian habisi dia dengan cepat"kata Rion
Dengan cepat ketiga jendral tersebut maju dan berniat menyerang Ben tanpa perkenalan nama karena mereka berpikir mereka akan bisa membunuhnya, sedangkan Ben yang melihat gerakan ketiga jendral tersebut masih belum membuka pedang dari sarungnya, dengan bersiap siaga mengeluarkan jurus pedang miliknya
Sling
Sling
Sling
slasss
Slasss
Slassss
Ben menangkis serangan ketiga jendral ke arahnya dan menebas kepala ketiga jendral musuhnya dengan Cukup cepat dan Ben langsung menyarungkan kembali pedangnya dengan santai
Rin dan Rion yang melihat itu masih termenung melihat kecepatan serangan pemimpin pasukan milik Mao
"mundur perintahkan pasukan menyerang habis"kata Rin dengan cepat memutar kudanya dan memacunya mundur dengan cepat
"seraaaaaaaang"teriak Rion dengan keras sehingga terdengar di seluruh pasukan yang berbaris saat sudah tak jauh dari pasukannya
sedangkan Mao dan pemimpin pasukan yang bersamanya langsung kembali ke pasukan yang di belakangnya dengan cepat, melihat hampir ribuan orang sudah mengejar mereka, Mao dan pemimpin prajurit langsung menuju ke arah pasukannya
"Kalian semua melihat di depan sana ada sekitar ribuan orang, jika kalian takut kalian bisa pulang dan meninggalkan kota tua selamanya, tapi jika kalian menghancurkan pasukan di depan kita sekarang kalian akan menjadi tetap prajurit kota tua"kata Dao berteriak dengan keras
"yaaaaaakkkkkkk
Yaaaaaaaakkkkk
Yaaakkkkkkkkk
Teriakan semua prajurit tersebut dengan semangat membara setelah mendengar perkataan Dao
sedangkan Mao diam dan belum memberi aba-aba karena pasukan musuh yang menyerang belum sampai pada dua bukit yang di rencanakan
"seperti rencana sebelumnya tunggu mereka sampai di antara dua bukit baru kita maju menyerang mereka, dan pemimpin Ben silahkan kamu menjadi pemberi aba-aba karena ini wilayah kamu yang harus di pertahankan"kata Mao
"siap jendral"kata Ben