Jendral Perang Pedang Dewa Kematian

Jendral Perang Pedang Dewa Kematian
RENCANA MENGHADAPI MUSUH


"Tidak ada, jangan di tanya lagi kalo memang mau ikut perang ikut saja, aku tidak akan berkata apa-apa lagi"kata Mao sambil melanjutkan memberi stempel di kertas di atas meja tersebut


"Ding,Mira dan Bram hanya duduk berbincang bertiga bersuara sedikit lebih kecil karena tidak mau mengganggu Mao


"Apakah pembangunan benteng ini perlu kakek Bram"tanya Mao melihat sebuah kertas yang bertujuan membangun sebuah benteng besar di kota tua dan ke empat markas yang tidak jauh dari kota tua


"menurutku untuk meningkatkan pertahanan di kota tua, aku berencana membangun benteng tersebut jendral"kata Bram


"Kalo boleh tau benteng seperti apa yang kakek Bram pikirkan"kata Mao


"oh itu, aku berencana membangun lima benteng, benteng pertama yang mengelilingi kota tua dan Empat benteng lainnya yaitu pertahanan di ke empat markas pasukan"kata Bram


"baiklah jika ini di perlukan"kata Mao memberi sebuah stempel terakhir pada kertas tersebut


Setelah memberi stempel Mao menyuruh Ding, Mira dan Bram mengambil berkas tersebut untuk di kerjakan, sedangkan Mao berdiri dan berniat menuju markas barat di mana pasukan akan berkumpul nantinya


"Apakah jendral tidak akan mengajak kami pergi"kata Lian menghentikan langkah kaki Mao


"Kalian berdua tidak perlu di ajak sendiri, nanti juga akan ikut,kalian berdua pakai kuda masing-masing untuk pergi ke markas barat"kata Mao


"kami akan ikut"kata Lian


Satelah siang hari itu Mao menunggangi kuda menuju markas barat di ikuti oleh Dewi dan Lian yang juga memakai kuda di kiri kanannya


Perjalanan di tempuh dalam tiga puluh menit kurang lebih baru Mao, Dewi dan Lian sampai di markas barat, melihat kedatangan Mao semua prajurit memberi hormat dan seorang prajurit mengantarkan Mao ke tengah markas tersebut dimana semua pemimpin pasukan sudah ada di tempat itu


"Selamat datang jendral di markas barat"kata Ben dan yang lainnya bersamaan


"Oh kalian sangat sungkan padaku, bagaimana kenapa kalian bisa berada di tempat ini begitu cepat dan pasukan kalian belum ada yang sampai"kata Mao sambil turun dari kudanya dan menuju tempat yang sudah di siapkan untuknya


"Oh itu, kami menyuruh pemimpin panah dan pedang yang mengaturnya sedangkan kami membicarakan masalah peperangan disini"kata Eder


"oh begitu, Jadi sampai mana pembicaraan kalian"kata Mao


"Menurut jumlah pasukan musuh sekitar lima ratus ribu orang sedangkan seluruh pasukan kita yang akan melawan pasukan musuh adalah sekitar empat puluh ribu lebih"kata Ben


"Karena jumlah pasukan kita tidak terlalu banyak, aku ingin saudara Ben mencarikan sebuah bukit yang cukup tinggi untuk pertempuran nanti, tentu kita akan mengandalkan bukit itu untuk memenangkan pertempuran"kata Mao


"baik jendral, akan aku akan urus seorang untuk mencarinya"kata Ben sambil berdiri dan pergi meninggalkan pertemuan tersebut


"kita akan membicarakan rencana perang setelah kembalinya saudara Ben kita, jadi aku ingin bertanya pada semua pemimpin pasukan apa kalian takut menghadapi lima ratus orang lebih tersebut"kata Mao sambil bertanya


"Kami tidak takut jendral"kata semuanya serempak


"Tapi di pertemuan nanti siapa yang akan ikut untuk pertarungan melawan jendral Kedua kerajaan tersebut, seperti aturan sebelumnya hanya lima orang yang di izinkan di pertemuan seperti biasa sebelum terjadinya perang atau menemui kesepakatan dalam perang tersebut"kata Mao


"Aku yang akan ikut jendral"kata Eder


Aku


Aku


Aku


Aku


Semua pemimpin pasukan disana ingin ikut untuk pertemuan tersebut juga kedua paman Mao yang ada di sana juga ikut berkata ingin ikut


Setelah mendengar kata Mao semuanya mulai berdiskusi untuk ikut pertemuan tersebut, dan memutuskan tiga pemimpin pertama untuk ikut dalam pertemuan tersebut


"kami sudah menentukan siapa yang akan ikut karena kedua raja itu mungkin cukup kuat, jadi yang akan ikut aku, saudara era,dan saudara Ben,untuk menjaga sesuatu hal burus terjadi"kata Eder


"baiklah saudara Eder,era,dan Ben akan ikut dalam pertemuan tersebut, Apa satu di antara kalian bertiga ada yang mampu nanti mengalahkan jendral musuh"kata Mao


"Bagaimana kalo saya jendral"kata Eder


"saya saja jendral"kata Era


"saya juga jendral"kata Ben kembali dengan berjalan


Lalu Mao menjelaskan apa yang terjadi setelah Ben pergi dan Ben duduk memahami semuanya


"mmmmmm bagaimana kalo kita menentukannya begini, karena ini wilayah Saudara Ben, dia yang akan mengalahkan tiga jendral musuh sendirian nantinya"kata Mao


"Aku setuju saja jendral"kata Eder


"aku juga jendral"kata era


"Terima kasih kedua saudara telah memberikan kesempatan untukku"kata Ben


"Baik kesepakatan sudah di temukan jadi saudara Ben yang akan menghadapi Tiga jendral nantinya, sedangkan dua lainnya hanya akan menemani di pertemuan itu, sedangkan pemimpin pasukan lainnya mengatur pasukan kita jadi bagaimana "kata Mao


Setelah cukup lama berbincang sampai sore baru Dao datang dan langsung duduk setelah mengikat tali kudanya di tempat penempatan kuda


"Saudara Dao kenapa terlihat sangat lelah"tanya Eder


"tidak ada, bagaimana rencana perang nanti"kata Dao


"itu belum kami bicarakan karena saudara Dao baru datang ke mari"kata Ben


"Iyap baiklah mari kita mulai rencana perangnya, Bagaimana Dengan bukit sebelumnya yang sudah aku suruh cari saudara Ben"tanya Mao


"ada sebuah bukit cukup besar sekitar lima ratus meter lebih dari markas ini jendral"kata Ben


"mmmm ok begini saja Pasukan pemimpin pedang dan panah juga sudah ada di sini pertama pasukan panah akan berada di atas bukit mereka bisa menembak dan membedakan mana pasukan musuh, sedangkan pemimpin pedang akan ikut denganku dan pemimpin lainnya di bawah, di ketinggian berapa pasukan pemanah bisa membedakan musuh dan prajurit kita pemimpin panah"tanya Mao


"Menurutku Sekitar Sepuluh sampai Dua puluh meter di atas bukit kami masih bisa membedakan mana musuh dan mana prajurit kita jendral"kata Dai sebagai pemimpin panah


"baiklah, karena pertempurannya mungkin akan terjadi besok, pagi-pagi sekali kita akan berangkat, ke arah bukit tersebut menunggu kedatangan musuh kita"kata Mao


"Iya benar sebaiknya kita malam ini istirahat yang cukup karena besok tidak tau apa yang akan terjadi"kata Eder


"benar kata saudara Eder kita akan beristirahat lebih awal malam ini, silahkan saudara Ben tunjukkan jalan ke kamar untuk semuanya"kata Mao


"ayo ikut aku"kata Ben


Semua orang termasuk Mao mengikuti Ben untuk menunjukkan kamar mareka masing-masing dan kamar yang Ben tuju adalah kamar Mao yang terlihat megah memang sudah di siapkan dan itu kamar khusus jendral


Mao pun masuk kekamar yang cuma ada untuknya dan dua penjaga tidak jauh di depan kamar Mao


Sedangkan yang lainnya di antarkan di kamar sebelah kamar-kamar Mao untuk mereka tempati yang juga sudah di siapkan