Jendral Perang Pedang Dewa Kematian

Jendral Perang Pedang Dewa Kematian
KERAJAAN PEDANG DEWA


pagi hari Mao terbangun dan melihat Lian dan pemimpin lainnya juga sudah bangun dan duduk di depan pintu kamar Mao.


"kenapa kalian tidak membangunkan ku"kata Mao saat membuka pintu kamar dan melihat Lian dan pemimpin lainnya duduk di depan kamar Mao


"Ini masih pagi, matahari saja baru terlihat makanya kami tidak membangunkannya"kata Lian.


"baiklah sekarang membicarakan rencana setelah sampai ke kerajaan Pedang dewa"kata Mao sambil duduk.


"Aku sudah tau apa yang akan kamu rencanakan, paling hanya menyuruh pemimpin-pemimpin ini membeli bahan makanan dan aku dan kamu akan menuju ke kediaman kerajaan"kata Lian


"Kamu bisa membaca pikiranku nona manis, seperti itu lah rencananya seperti yang kalian dengar"kata Mao menatap Lian sambil sedikit menggoda.


Lian sendiri hanya terdiam menatap Mao, sedangkan pemimpin-pemimpin yang melihat mereka Marasa kedekatan Mao dengan Lian bukan hanya sekedar atasan dan bawahan saja.


"Benar apa yang kalian pikirkan, Dia akan menjadi istriku suatu saat"kata Mao melihat Kai dan yang lainnya bengong.


Saking terkejutnya mendengar apa yang di katakan Mao keenam pemimpin itu hampir terjatuh kebelakang saking kagetnya.


"sudah sebaiknya kita sarapan dan langsung melanjutkan perjalanan"kata Lian dengan malu.


setelah itu Lian mengajak Mao dan yang lainnya ke sebuah restoran kecil yang sudah ada di tempat itu, tidak hanya kamar penginapan juga ada bar dan restoran tempat makan di dalam penginapan itu jadi mereka tidak perlu keluar jauh untuk mencari makanan.


setelah makan mereka melanjutkan perjalanan menuju ke kerajaan Pedang dewa, Mao Lian dan pemimpin yang ikut tidak berhenti sampai sore setelah melewati kota bambu mereka sampai di kerajaan Pedang dewa.


melihat kedatangan Mao penjaga gerbang kota langsung membuka gerbang karena mereka tau sekarang Mao adalah jendral yang memegang kota tua.


setelah itu Mao menyuruh kain dan pemimpin lainnya membeli makanan apapun sebanyaknya yang muat di gerobak yang mereka bawa. sedangkan Mao dan Lian menuju ke kediaman kerajaan dengan menaiki kuda agar cepat sampai.


melihat kedatangan Mao ke kediaman kerajaan para prajurit yang berjaga langsung membuka gerbang kediaman itu.


"apa yang membawa seorang jendral hebat datang ke kediamanku kali ini"kata Rayen raja kerajaan Pedang dewa yang sudah ada di halaman depan kerajaan bersama dengan anggota kerajaan Pedang dewa yang lain.


"Tidak ada, kami hanya datang berkunjung"kata Mao sambil turun dari kuda dan membantu Lian turun.


"Saudara Mao"teriak Dewi berlari ke arah Mao dan memeluknya.


Lian yang melihat itu tampak dengan muka marah.


Mao memperhatikan muka Lian dan langsung melepas pelukan Dewi.


"Dew kamu tidak boleh begitu kepada saudara Mao siapa tau dia sudah punya pasangan"kata Liam datang dari belakang rayen dan Liam sebelumnya memperhatikan muka Lian yang merah saat Dewi memeluk Mao.


"iya benar kata Kakakmu jangan sembarangan memeluk orang, sebaiknya kita masuk dulu ke dalam"kata Rayen


setelah itu semua yang ada di ruangan itu masuk ke dalam termasuk Lian, mereka duduk di aula pertemuan, rayen dan istrinya duduk di singgasana mereka.


"Bukankah sebentar lagi aku dengar pasukan musuh akan datang menyerang ke kota tua, apa yang membawa saudara Mao datang kemari"tanya Liam yang duduk tidak jauh dari Mao.


"Tidak ada, maaf sebelumnya raja, apa yang akan anda lakukan setelah memenangkan perang tersebut"kata Mao dan balik bertanya kepada rayen


"Mmmmm wilayah itu aku ingin berikan padamu dan bebaskan dari kerjaan pedang dewa tapi kamu mungkin akan kembali ke kerajaan bintang setelah mengalahkan pamanmu itu"kata Rayen


Mendengar ucapan rayen banyak dari mereka yang berpikir.


"Tidak raja, jika wilayah kota tua ingin di berikan padaku, dan tidak ikut campur lagi dalam wilayah itu, apa mungkin aku bisa bertahan dari serangan kerajaan-kerajaan lain"kata Mao


"aku yakin kamu pasti bisa,dan kamu tau sendiri kota itu pusat perdagangan kelima kerajaan, jika kamu ingin membentuk kerajaan sendiri di sana dan memperkuatnya mungkin bisa saja tercapai tapi ke empat kerajaan apa yang akan di lakukan setelah kamu mengumumkan tentang kerajaan baru itu"kata Rayen


"Aku akan tetap memimpin kota tua sebagai seorang jendral saja, dan akan mengembangkannya menjadi kota perdagangan bagi seluruh kerajaan"kata Mao


"lebih baik seperti itu, dan jika kota tua di perbesar mungkin saja bisa membuat kemajuan pesat karena letaknya yang memang di kelilingi lima kerajaan langsung,tapi kamu harus hati-hati dengan kerajaan lain aku tidak yakin mereka akan diam saja"kata rayen.


"Terima kasih atas saran raja dan hanya itu yang aku inginkan saat datang kesini"kata Mao


"ngomong-ngomong kapan kamu menikahi putriku"kata Dina sebagai ibunya Dewi dan Liam bicara


"apa yang ibu katakan"kata Dewi terkejut dengan muka merah.


"Maaf ratu , tapi ini kenalkan Lian adalah calon istriku"kata Mao


"apa salahnya mempunyai dua istri sekaligus"kata Dina.


"Apakah benar begitu"kata rayen saat mendengar Dina


"itu bukan untukmu, jika kamu berani menikah lagi itu mu aku potong"kata Dina menatap rayen sambil menunjuk ke bawah ************ rayen.


"Sebaiknya ratu tanyakan dulu kepada kedua wanita itu sebelum memutuskan sendiri"kata seorang laki-laki tua yang berdiri di samping rayen dia adalah penasehat kerajaan.


"aku mau berbagi"kata Lian tiba-tiba.dan Lian pun sudah berpikir matang-matang akan hal itu.


"benarkah, bagaimana denganmu anakku"kata Dina


"aku mau"kata Dewi dengan malu.


setelah itu di ruangan itu cukup banyak yang di bicarakan oleh mereka di ruangan itu.