Jendral Perang Pedang Dewa Kematian

Jendral Perang Pedang Dewa Kematian
DATANGNYA DEWI DAN LIAN KE MARKAS SELATAN


"aku juga setuju, aku akan mengambil Bukit bagian kiri untuk bersembunyi"kata Era


"aku juga setuju, dan serahkan bagian belakang musuh padaku"kata Ben


"ide yang bagus berarti perang tersebut seberapa jauh lokasi yang sudah kita tentukan"kata Mao


"kalo dari sini sekitar lima ratus meter atau kalo kita berjalan selama tujuh sampai delapan menit saja jendral"kata Roki


"baiklah ini sudah malam kalian semua bisa istirahat lebih dulu ada yang ingi aku bicarakan sama pemimpin pertama pasukan kalian "kata Mao


mendengar itu pemimpin pasukan ke dua dan seterusnya meninggalkan area pertemuan itu dan yang tersisa hanya ke empat pemimpin pertama pasukan dari Roki Eder Era dan Ben yang masih di sana malam itu


"Untuk yang aku katakan sebelumnya pada kalian bahwa ada yang ingin aku bicarakan pada kalian berempat, yaitu tentang pasukan kita, mungkin saudara Roki sudah tau tentang ini yaitu tentang pasukan sebuah kerajaan yang jumlahnya hampi jutaan pasukan yang berada dalam kerajaan saja sedangkan untuk pasukan Sebuah kota biasanya Berjumlah ratusan ribu orang saja, jadi jika di jumlahkan dari pasukan kerajaan dan kota yang dia kuasai di sekitarnya yaitu hampir Lima juta lebih pasukan yang ada dalam seluruh area sebuah kerajaan, Aku ingin kalian berempat segera untuk meningkatkan jumlah pasukan dalam jumlah besar dan melatihnya di markas masing-masing Karena mungkin bahaya yang akan kita hadapi kedepannya bisa lebih besar dari sekarang ini"kata Mao


"ya benar kata jendral Mao setidaknya dalam satu markas yang kita pimpin untuk antisipasi serangan dari ke empat kerajaan harus memiliki setidaknya seratus ribu pasukan terlatih"kata Roki


"Jika kalian tidak cepat Mengumpulkan pasukan bisa saja Pasukan musuh akan lebih banyak menyerang ke arah kita, dan untuk markas bagian timur yang berbatasan langsung dengan dua kerajaan mungkin membutuhkan lebih banyak pasukan"kata Mao


"Baik jendral kami semua akan berusaha mengumpulkan pasukan sebanyak mungkin"kata Eder


Mao membicarakan banyak hal kepada semua pemimpin pertama pasukan di empat arah mata angin sampai jam sepuluh malam baru Roki menunjukkan jalan menuju kamar yang sudah di siapkan untuk mao di markas selatan


setelah memasuki kamar Mao melihat kamar tersebut sangat bagus malah lebih bagus dari pada kamarnya yang di kediamannya sediri


Mao berbaring di tempat tidur dan memikirkan banyak hal dalam perang yang akan terjadi satu atau dua hari yang akan datang, sedangkan pasukan Dari tiga markas sudah sampai beberapa jam saat Mao masih berbicara bersama dengan empat pemimpin pertama pasukan


Mao tertidur Karena tempat tidur di markas baru di selatan ternyata lebih nyaman dari kediaman milik Mao sendiri


Tok tok tok


tok tok tok


keesokan paginya Mao terbangun oleh ketukan pintu kamar miliknya


"ada apa saudara Roki pagi-pagi begini"tanya Mao saat membuka pintu dan melihat Roki ada di balik pintu tersebut


"Maaf pagi-pagi mengganggu jendral, Putri Dewi dan nona Lian mencari Anda"kata Roki


"bagaimana mereka tau aku berada di markas selatan, dimana mereka sekarang"tanya Mao


"mereka ada di area pertemuan jendral"kata Roki


"baiklah, saudara Roki boleh pergi dulu, aku akan masuk membersihkan badan dulu baru keluar"kata Mao


setelah Roki pergi Mao masuk kembali ke kamar dan mulai mandi dan membersihkan seluruh tubuhnya, setelah berpakaian rapi Mao menuju ke tengah-tengah markas di mana area pertemuan berada


Mao melihat dari kejauhan yang duduk dua orang wanita dan seorang pria sedikit tua, Mao berjalan sambil memperhatikan tempat pertemuan tersebut


tak lama Mao berjalan sampai di belakang ke dua wanita itu yang ternyata adalah Dewi dan Lian sedangkan laki-laki itu adalah Dao wakil jendral


"Sepertinya kalian bertiga sedang asik mengobrol"kata Mao dari belakang kedua wanita tersebut


"Akhirnya jendral datang juga"kata Lian berbalik


"Iya, ada apa mencariku pagi-pagi sekali"kata Mao sambil duduk di sebuah kursi di dekat Dao


"tidak ada kenapa jendral tidak memberitahu kami kalo kerajaan bintang sedang datang menyerang"kata Dewi


"Dari mana kalian berdua tau kalo kerajaan bintang datang menyerang kembali"tanya Mao balik


"Maaf jendral, saya yang memberitahu mereka karena mereka berdua terus memaksa"kata Dao di dekat Mao


"oh jadi begitu, tidak apa-apa saudara Dao, tapi jika kalian berdua ingin ikut berperang aku akan tetap melarang kalian untuk ikut berperang"kata Mao


"kenapa, kami juga ingin ikut dalam perang tersebut, Dan semua pasukan wanita juga ingin ikut"kata Dewi


"mmmm aku tidak ingin perempuan ikut dalam perang dan menjadi korban, dan kalo kalian ingin ikut suruh saja pasukan wanita menyiapkan segala jenis obat saja untuk mengobati siapa saja yang terluka dalam perang nantinya, itu keputusan yang tidak bisa di tolak"kata Mao


Mendengar itu wajah Lian dan Dewi tampak lemes karena tidak bisa melanggar apa yang sudah Mao tentukan


"kalo kalian ingin ikut pertempuran itu silahkan saja, tapi jangan salahkan aku nantinya jika kalian tidak menuruti kemauanku atau menyesal ke depannya"kata Mao. menatap Dewi dan Lian tampak sedih


"Baiklah aku tidak akan ikut"kata Dewi


"aku juga"kata Lian


"Bagus,saudara Dao ada kabar apa yang membawa anda kemari"tanya Mao


"tidak ada jendral, Aku juga ingin ikut perang tersebut tapi jika jendral mengizinkan"kata Dao sambil menunduk


"Tidak perlu menyusahkan diri saudara Dao, aku sudah mengutus pemimpin Roki dan pemimpin Zuan menghadapi dua jendral yang datang menyerang dan membawa pasukan kemari, jika ada pertempuran besar kita pasti akan menghadapinya bersama"kata Mao


"baik jendra"kata Dao


Mao,Dao, Dewi dan Lian cukup lama mengobrol sampai siang hari di area pertemuan itu, mereka membicarakan banyak hal bercanda dan tertawa bersama


sesaat semua pemimpin datang bersama ke area pertemuan di markas selatan itu menghampiri Mao dan yang lainnya dan duduk Di kursi yang kosong yang sudah ada disana


"bagaimana Saudara Roki dan paman Zuan Rencana perang yang kalian rencanakan"kata Mao bertanya pada Roki dan Zuan yang tidak jauh darinya


"rencana sudah berjalan sesuai rencana jendral, untuk pasukan musuh sudah akan datang paling lambat besok pagi tidak jauh dari kota tua"kata Roki


"Aku sendiri Berharap tidak ada Korban di pasukan kita dan tolong para pemimpin mengatur strategi perang yang memungkinkan untuk mengurangi Korban di pihak kita"kata Mao


"siap jendral"kata semua pemimpin pasukan yang akan ikut berperang secara serentak


"baiklah aku akan kembali ke kediaman dan Kabarkan jika perang sudah selesai, Ayo kembali ke kediaman saudara Dao"kata Mao berdiri mengajak Dao sedangkan Dewi dan Lian tidak di ajak karena mereka belum mengambil keputusan untuk ikut perang atau Tidak


"kami juga akan kembali ke kediaman bersama jendral"kata Dewi ikut berdiri bersama Lian


Melihat ketidak pastian dari kedua wanita tersebut Mao menggelengkan kepalanya