Istri Tak Ternilai Tuan Jefrey

Istri Tak Ternilai Tuan Jefrey
Kecewa


"Aku fikir tidak ada yang perlu kita bicarakan berdua"


Ucap Raisa kemudian,dia berusaha menghindari Aldi tapi laki-laki itu dengan cepat menarik lengan nya.


Gadis itu jelas terkejut, tubuh nya memutar dengan spontan dan dia nyaris masuk kedalam pelukan laki-laki tersebut.


Raisa jelas melotot kesal menatap ke arah Aldi.


"Lepaskan genggaman mu"


Dia berusaha untuk melepaskan tangan nya dari laki-laki itu.


"Kita harus bicara"


Seperti biasa laki-laki itu bicara dengan nada yang begitu tenang dan datar, sulit sekali menebak ekspresi wajah laki-laki dihadapan nya itu sejak dulu.


"Tapi aku tidak merasa kita punya hal yang harus dibicarakan"


Setelah berkata begitu Raisa mendorong dada Aldi dengan gerakan sedikit kasar.


Alih-alih peduli dengan gerakan Raisa, laki-laki itu kemudian menarik pinggang gadis itu dengan cepat hingga masuk ke dalam pelukannya.


"Malam itu yang kamu lihat bukan aku"


mendengar ucapan Aldi seketika Raisa mendengus.


"berhentilah membela diri, kau fikir aku gadis yang begitu bodoh yang akan dengan bodoh nya percaya atas ucapan kotor mu?"


Raisa bicara dengan nada tinggi dan sedikit mengejek, dia menatap Aldi dengan penuh kemarahan dan kebencian.


"Apa kau ingin bukti nya? aku memiliki bukti maka mari kita bicara kepada pelayan yang menjaga semalam itu dan juga aku akan membawa kamu pada laki-laki yang ada di dalam kamar di malam itu"


Suara laki-laki itu jelas terdengar begitu yakin, Aldi berani berkata begitu karena memang bukan dia yang ada di dalam kamar itu.


Malam itu teman brengsek nya yang ada di dalam sana.


kurangnya komunikasi intens di antara mereka karena Raisa selalu menjaga jarak membuat mereka kehilangan moment-moment indah dan berharga untuk saling membagi keluhan dan kebahagiaan.


Sejak dulu laki-laki itu mencintai Raisa dengan begitu tulus, Raisa selalu menjaga jarak aktif untuk mereka.


hingga akhirnya 1 hal di luar dugaan terjadi, Dia pada akhirnya menerima perasaan Mayang kemudian dia menikah dengan Lira dengan niat balas dendam.


Semua terasa begitu kacau.


Dia butuh seseorang untuk dijadikan tempat bersandar, Mayang menjadi pilihan terakhir nya.


Mungkin jika Mayang tidak seperti itu, tidak terlibat konspirasi kejahatan dari Mama nya, tidak terkait pada kasus pembunuhan Amora bisa jadi saat ini dia telah menikahi Mayang.


Bisa jadi dia berhenti mengharapkan Raisa dan bertahan dalam cinta yang tidak pernah ada bersama Mayang.


Dia fikir mungkin secara perlahan akan mengubah Perempuan itu menjadi baik ditangan nya.


Tapi Justin mencoba mengingatkan dirinya, laki-laki itu berkata mayang terlibat konspirasi atas kematian Amora dan Mayang juga terlibat dalam menyengsarakan hidup di Lira bersama Mama nya.


Justin juga yang memberitahu kan alasan kenapa Raisa tiba-tiba menyimpan kebencian pada dirinya di masa kemarin hingga hari ini.


Satu peristiwa masa lalu menjadi alasan pelik semakin menjauh nya gadis itu dari dirinya.


Raisa telah salah paham soal siapa yang ada di balik pintu kamar nya.


Gadis itu fikir dia bercinta dengan sembarang perempuan dan menyakiti hati nya begitu saja.


Pada akhirnya Aldi memilih berhenti untuk terus bertahan berada di samping Mayang dan kembali memperjuangkan Raisa meskipun dia tidak tahu bagaimana nanti hasilnya.


"aku tak perlu sedikitpun bukti dari kejadian malam itu, menelisik hubungan kamu dan Mayang pun membuat aku paham sebenarnya seberapa bajingan nya kamu"


Ucap Raisa sambil terus menatap bola mata Aldi dengan penuh kebencian.


"Pandangan kamu soal aku sebajingan itu?"


Tanya Aldi pelan.


"Ya.. sangat brengsek dan juga bajingan"


Mendengar jawaban Raisa, seketika laki-laki itu menatap kecewa ke arah gadis tersebut.


"Seandainya manusia bisa membaca hati manusia yang lainnya, maka kau akan tahu bagaimana isi hatiku yang sebenarnya"


Jawab Aldi sambil ikut menelisik bola mata Raisa.


"Aku fikir belasan tahun bersama akan membuat kamu paham bagaimana aku yang sebenarnya, tapi Realita nya kamu tidak pernah tahu bagaimana sebenarnya diri ku"


"Kau bahkan tidak tahu seberapa bajingan nya aku dibandingkan laki-laki yang pernah mencoba memiliki kamu, kamu membuat ku cukup kecewa, Raisa"


Setelah berkata begitu Aldi melepaskan secara perlahan genggaman nya, dia melepas kan pelukan nya dari pinggang Raisa.


"Aku hanya butuh satu kepercayaan didalam hubungan kita seja dulu, tidak lebih"


Kemudian Aldi langsung membalikkan tubuhnya secara perlahan, dia berjalan meninggalkan Raisa ditengah derasnya salju terus turun memenuhi lantai teras hotel tersebut.