
Catatan \=
Biar ga Bingung yah mak
Perusahaan Papa Isabella "Santoso"
Perusahaan Aldi mantan suami "Mulyono"
Perusahaan Jefrey "Van Efron"
********
Isabella jelas terkejut saat sebuah tangan menarik dirinya, dia Fikir itu mungkin Jefrey tapi rupanya dia salah menduga, itu adalah Raisa.
Dan ada beberapa laki-laki bertubuh kekar yang tengah berdiri dibelakang mereka.
"Ada apa?"
Dia bertanya dengan cepat, sedikit panik melihat para laki-laki berbadan besar itu.
"Mereka orang-orang Jefrey"
Jelas Raisa.
Ahhhh
Isabella mengangguk kan kepalanya.
"Tapi Kenapa berada di ruangan gelap begini?"
Isabella jelas bingung.
"Mereka memantau kamu, coba lihat"
Ucap Raisa tiba-tiba.
"Ya?"
Isabella menaikkan ujung alisnya, menatap ke arah depan dimana bola mata Raisa terarah.
"Mayang mengirim seseorang untuk mengikuti kamu"
Ucap Raisa cepat.
"Apa?"
Isabella jelas terkejut, dia langsung mengerut kan keningnya.
Raisa meletakkan jari telunjuk nya ke atas bibir nya, dia membiarkan Isabella memperhatikan sekitar nya.
Bisa dia lihat beberapa orang terlihat mencari-cari sesuatu di beberapa sudut ruangan.
Dimasa lalu meskipun dia bisa bela diri, menghadapi puluhan laki-laki bertubuh kekar dan beberapa perempuan bertubuh kuat jelas membuat dia kalah telak.
Jadi bayangkan saja bagaimana cara dia melawan semua orang kala itu, apalagi beberapa titik tubuhnya sempat dilumpuhkan oleh mereka.
Bisa Isabella ingat betapa sakit nya dia melewati masa-masa itu dulu, bahkan bermimpi pun dia tidak mau lagi melewati nya.
"Anak buah Jefrey akan mengurus mereka"
Saat Raisa berkata begitu, Isabella buru-buru berkata.
"No.. jangan sekarang, aku ingin tahu apa yang ingin dia rencanakan pada ku"
Dia fikir apa lagi yang ingin Mayang lakukan untuk menyingkir kan saingan nya.
Jika dulu dia menyingkirkan dirinya karena dia ingin menguasai apa yang menjadi milik nya juga segala sesuatu di keluarga Santoso, kali ini bagaimana lagi cara perempuan itu menyingkir kan Dirinya.
Apakah karena Isabella telah merebut posisi utama nya bahkan laki-laki Incaran baru nya.
Dia cukup iba melihat Aldi.
Ah tidak tepat nya dia cukup iba melihat dua sampah yang sama tersebut, sama-sama bekas Orang lain dan selalu tertarik pada barang orang lain.
Mereka benar-benar sampah yang tidak berguna, tidak pernah sadar jika mereka memang ditakdirkan menjadi sepasang kekasih.
Sifat dan kalakuan mereka jelas saling mencerminkan diri mereka masing-masing, seharusnya kedua orang itu memang ditakdirkan bersama dan seharusnya mereka bisa saling menerima.
"Kamu yakin dengan keputusan kamu?"
Raisa jelas sedikit keberatan, dia Hanya Takut soal keselamatan Isabella.
"Mari bermain tarik ulur sejenak, aku ingin Mayang menikmati satu persatu ketika orang-orang mulai berpaling dan mengkhianati dirinya"
Ucap Isabella sambil mengembang kan senyuman.
"Kau tahu apa mereka butuhkan bukan?"
Gadis itu menoleh ke arah Raisa, seolah-olah memberi sebuah ide cantik untuk bergerak secara perlahan.
Raisa yang paham dengan maksud Isabella pada akhirnya menaikkan ujung bibirnya.
"Baiklah, sesuai dengan keinginan kamu Isabella"
Jawab Raisa cepat.
"Aku fikir Kamu harus pergi sekarang juga, kamu tahu? Jefrey saat ini tengah menunggu kamu di rumah kalian sejak tadi"
Mendengar kata rumah sejenak Isabella menelan salivanya.
Oh god rupanya ini lah saatnya dia melakukan apa yang menjadi perjanjian mati mereka kemarin.