
Catatan \= Ini akan jadi sequel novel baru yah Mak, kisah nya akan di update setelah PR lain selesai.
Dikisah novel ISTRI TAK TERNILAI JUAN JEFREY sudah ending, tinggal nunggu extra part ending nya saja.
******
Ketika Havana masuk ke dalam ruangan bawah terlihat beberapa orang memberikan penghormatan, gadis itu bergerak dengan cepat tanpa mempedulikan sedikit pun orang-orang disekitar nya.
Dia berjalan menuju ke satu ruangan dimana beberapa dokter khusus telah menunggu dirinya.
Casshhhhhhhhh
Takkkkkkkkkkkk
Seketika pintu dihadapan nya terbuka.
Bisa dia lihat beberapa orang telah menyambut kedatangan nya.
"Semua baik-baik saja?"
Satu dokter bertanya kearah dirinya.
Havana membuka jaket hitam yang membalut tubuh nya, dia melepaskan senjata yang terletak di pinggang dan paha kanan nya.
"Aku hanya sering merasa sedikit pusing belakangan ini"
Ucap Havana cepat.
"Perasaan lainnya?"
Dokter perempuan bertanya kenapa dirinya, mencoba Membuatkan Havana masuk kedalam sebuah tabung besar dihadapan mereka.
"Entahlah, aku fikir ingatan ku menjadi sedikit berantakan dalam beberapa waktu ini, bahkan aku sering mengingat sesuatu yang tidak bisa aku ingat"
Mendengar keluhan gadis itu, 4 dokter didalam sana saling menoleh antara satu dengan yang lainnya.
"misalnya?"
"Ini sedikit berlebihan, laki-laki dari keluarga Van Efron sering tiba-tiba muncul didalam kepala ku"
Seketika mendengar ucapan Havana semua orang membeku.
"Tidurlah, kami akan menyuntikkan obat penenang sejenak untuk membuat kamu terlelap dalam beberapa waktu"
Perempuan di sisi kanan Havana berkata cepat.
Satu dokter laki-laki terlihat bergerak keluar, seolah-olah ada satu kekhawatiran yang menghantam Diri nya.
Begitu Havana membaringkan tubuhnya di dalam tabung tersebut, tiga dokter yang tersisa mulai melakukan tugas mereka, salah satu dari mereka mulai memasukkan sesuatu kedalam tubuh Havana melalui satu selang seperti infus di mana cairan yang disuntikkan Secara perlahan melewati seluruh urat nadi gadis tersebut.
******
Disisi lain
Dokter yang keluar tadi terlihat bergerak menjauh dari sana, dia mencoba untuk menghubungi seseorang melalui headset bluetooth nya.
Cukup lama hingga akhirnya panggilan laki-laki itu tersambung juga.
Ucap dokter tersebut dari balik headset bluetooth nya.
"Seperti nya serum yang lama sudah mulai berlawanan dengan sistem kekebalan tubuh nya"
"Tidak, aku khawatir ini akan membahayakan dirinya"
"Masih ada misi yang harus dia selesaikan, kembali pada jati diri lama jelas akan menghancurkan semua rencana"
"Kau tahu? seorang agen tidak di izinkan memiliki keluarga, itu akan membahayakan dirinya"
"Tidak, sejak awal Amora sendiri yang meminta agar semua ingatan nya di hancurkan"
"Itu akan membahayakan suami nya, dia bilang Justin pantas mendapatkan kehidupan terbaik nya bersama gadis yang lainnya"
******
Disisi lain.
Justin terlihat berjalan dengan keadaan tergesa-gesa masuk ke mansion utama Aldi.
Ada jutaan pertanyaan yang menghantam kepalanya saat ini.
DNA yang dia terima berbeda jauh dengan DNA Amora.
Itu bukan DNA Amora, jasad itu bukan milik istri nya.
Yah istri nya.
Dimana mereka telah diam-diam menggelar pernikahan di belakang keluarga Van Efron dikala mereka kesulitan mengungkapkan hubungan mereka di mata publik karena kala itu Amora Tengah berada di puncak karir nya.
Dia bahkan tidak bisa mengumumkan status pasti pernikahan mereka, karena sang istri bukan hanya pergi meninggalkan dirinya tapi seluruh kenangan bahkan surat nikah mereka.
Dia menyerah banyak didalam hidup nya hingga akhirnya dia kembali bangkit demi membuka kasus kematian Amora dan jebakan yang diberikan kepada isabella.
Tapi bagi nya setelah semua kasus terbuka, dia menemukan satu perempuan luar biasa yang memiliki rupa persis seperti istri nya.
Awalnya mungkin dia mengira itu Amora nya, seiring waktu dia sadar mereka orang yang berbeda.
Tapi satu kenyataan lain menyeretnya ke kediaman Aldi hari ini.
Dia yakin Laki-laki itu tahu sesuatu tapi berusaha untuk menyembunyikan semua nya.
Sejenak justin menghentikan langkah kakinya saat dia melihat Aldi tengah duduk bersantai di atas sebuah kursi sofa sambil menyesap minuman milik nya.
"Katakan pada ku, apa Havana adalah Amora?"
Tanya nya dengan pandangan yang sulit di artikan.
Justin fikir Dia tidak perlu terlalu banyak basa-basi untuk bicara dengan laki-laki dihadapan nya itu.
******
Baru nyiapin cover tapi belum nyiapin judulš¤