
Kembali ke hari ini
Prancis
Le Meurice Hotel
Winter
21.10 Malam waktu Prancis
Dikamar yang berbeda dengan Jefrey dan Isabella
Vall mengerucut kan bibir nya sejak tadi ke hadapan laki-laki yang baru 2 hari menjadi suami nya itu.
Gara-gara kejadian memalukan beberapa hari kemarin, dia dipaksa menikah dengan laki-laki tua itu oleh kakak dan Paman Jefrey nya.
Saat dia gelagapan dengan semua tuduhan, bisa-bisa nya King berkata dia memperkosa laki-laki tersebut.
"Apa kamu lupa? kamu menodai keperjakaan ku semalam!"
Ditengah perdebatan panjang di antara dirinya dan kakak laki-laki nya serta paman Jefrey nya, bisa-bisa nya laki-laki itu berkata begitu.
"What? jadi semalam benar aku...?"
Dan dia dengan bodoh dan polos nya percaya-percaya saja Dengan ucapan laki-laki itu.
"Aku memperkosa King?"
Dia malah menggerut kan keningnya, dengan tolol nya berkata.
"Tunggu dulu aku akan coba untuk mengingat-ingat nya"
Ya ampun bisa-bisa nya dia berkata begitu saat itu.
Kalau dia bilang coba mengingat nya, bukan kah itu berarti mereka menghabiskan malam panas yang belum jelas sebatas mana rasa panas nya bukan?
Dan kenapa dia bisa sepolos itu menanggapi ucapan King?!.
Tanpa disadari jika semua orang menjebak Diri nya dengan pernikahan bersama laki-laki tua itu.
Mana dia tahu Paman Jefrey nya yang biasa bersikap tegang itu malah berusaha menahan tawanya Karena kebodohan dirinya.
"Paman aku fikir aku tidak memperkosa King, iya aku ingat seperti nya aku menyentuh nya, hmmm sedikit mencium nya dan ..."
Dia bicara sambil menggesek-gesekkan satu kakinya ke kaki yang lainnya, dia berusaha mengingat-ingat sambil meremas tangan nya yang sejak tadi mengeluarkan keringat dingin nya.
"Seperti nya aku menyentuh raja Kecilnya, tapi aku benar-benar tidak memperkosa nya...ahhhh aku benar-benar tidak melakukan nya"
Dia merengek sambil meminta agar mereka membatalkan pernikahan mereka.
Tapi laki-laki tua itu bisa-bisa nya berkata.
"Kamu telah melecehkan aku dan raja kecil, bagaimana bisa kamu bilang tidak ingin bertanggung jawab?"
Saat laki-laki itu berkata dia melecehkan raja Kecilnya, seketika Vall mengangkat kedua belah tangannya.
Dia menyentuh dan melecehkan raja Kecilnya?!.
Bisa-bisa nya tangan itu melakukan hal hina seperti itu.
Akhhhhhh
Vall jelas menjerit panik didalam hati nya, dia mengibas-ngibaskan kan tangan nya.
Iwhhhhh apa yang aku lakukan?!!! apa dia jatuh, tergeletak, hidup dan mati di tangan ku?!.
Akhhhhh ini memalukan.
Bayangan menjijikkan tumpah di otak kepalanya.
Bisa-bisa nya dia membayangkan benda mengerikan itu ada di telapak tangan imutnya.
Brrhhhhhh.
Vall menggeleng-gelengkan kepalanya.
Dan Setelah di fikir-fikir Kembali dia baru sadar.
Apa ada seorang gadis bertanggung jawab pada tindak pelecehan?!.
Bukankah yang seharusnya bertanggung jawab atas tindakan mesum seperti itu adalah laki-laki.
"Tapi kak bukan kah seharusnya yang bertanggung jawab itu king? bukankah yang seharusnya di rugikan itu aku? bukan King?"
Protes Vall kemudian.
"Maksud ku jika memang kenyataannya seperti itu, yang akan hamil diperkosa itu seharusnya aku"
Lanjut Vall lagi.
Jawab Aldi cepat.
Vall jelas setuju dan menganggukkan kepalanya dengan cepat.
"Itu baru benar"
Ucap nya cepat dengan ekspresi polos nya sambil dia mengembangkan senyumannya.
Tapi kemudian lagi-lagi dia sadar.
"Loh...kok...?"
Bukan nya itu sama saja?dia tetap juga terjebak dengan keadaan, ujung-ujungnya masih tetap menikah dengan laki-laki tua itu juga.
Lah terus bagus nya dimana?!.
"Kakkkk....Pamannnnnn"
Pekik nya kesal sambil mencoba menahan air matanya.
"Kan ujung-ujungnya nikah juga"
Bayangkan alih-alih peduli dengan rengekan dia , 3 laki-laki tua itu bisa-bisa nya pura-pura tidak peduli dan mengatur pernikahan nya dengan cepat.
"Acara resepsi pernikahan nya setelah kita pulang dari Prancis"
Apa mereka semua nya waras?!.
Vall jelas mematung dengan penuh kebingungan.
Kemudian hari ini dia baru sadar, setelah di fikir-fikir dia tidak merasakan sakit di area inti nya, dia fikir jika tidak sakit artinya tidak terjadi apa-apa, lalu kenapa dangan bodoh nya dia menyetujui pernikahan mereka?!.
Dan kini bisa-bisa nya dia ada di Paris bersama laki-laki menyebalkan itu, bahkan mereka ditempatkan di kamar yang sama Berdua saja.
"Kamu belum mengantuk?"
King bertanya sambil mengembangkan senyumannya, laki-laki itu terlihat begitu Santai menghadapi dirinya.
Bisa Vall lihat king mulai melepaskan satu persatu pakaian nya.
Hahhhh apa?!.
Vall secepat kilat menutup kedua belah Dada nya.
Melihat ekspresi gadis bertubuh keci itu, Saketika membuat King menahan tawanya.
Laki-laki itu fikir sedikit mengerjai istri kecil nya juga tidak apa-apa.
Dia berjalan mendekati Vall dengan tatapan yang terlihat aneh, gadis itu jelas langsung bergeser dari posisi duduknya di pinggir ranjang.
"Apa?"
Jantung Vall berdetak tidak beraturan sejak tadi, dia mundur sedikit kebelakang dimana King tiba-tiba sudah ada dihadapan nya.
Posisi mereka benar-benar sangat tidak menguntungkan, laki-laki itu menatap dirinya dengan begitu intens, dia nyaris jatuh ke atas kasur dimana kinga membungkuk kan tubuhnya dan mulai bergerak di atas tubuh nya.
"Om... mau...apa?"
Dia terlihat gemetaran, kedua sikunya mencoba menahan tubuhnya, King menahan kedua tangan nya di sisi kiri-kanan tubuh nya lantas kondisi mereka benar-benar nyaris terlihat intim.
Fikiran nya tiba-tiba kembali traveling kemana-mana soal di raja kecil yang pernah di Sentuh dan di pegang nya kemarin.
Bisa dia cium aroma maskulin laki-laki itu dibalik hidung nya.
Begitu dia merasakan wajah mereka semakin berdekatan, secepat kilat Vall memicingkan sebelah bola mata nya.
Tiba-tiba King berbisik dibalik telinga nya.
"Memangnya apa yang kamu pikirkan?"
Tanya laki-laki itu kemudian meraih sesuatu di atas kepalanya.
King meraih handuk yang ada di atas kepalanya dimana dia hampir berbaring dengan sempurna, lantas dengan cepat laki-laki itu bangun dari posisi nya dan bergerak menjauh menuju ke arah kamar mandi.
Seketika wajah Vall memerah, dia fikir yah apa yang barusan dia fikirkan?!.
Akhhh bisa-bisa nya dia berfikiran yang tidak-tidak lagi soal laki-laki tua itu.
Ohhh panas.... panas....
Vall langsung duduk kembali ke tepian kasur tersebut sambil tangannya berusaha mengipas-ngipas wajahnya untuk beberapa waktu.
Panas di cuaca bersalju?!.
Dia pasti sudah gila.