Istri Tak Ternilai Tuan Jefrey

Istri Tak Ternilai Tuan Jefrey
Rencana lalu yang berbeda


Apartemen Aldi


22.10 malam


Mayang tampak kesal seperti biasanya, setelah melewati sesi panas bersama Aldi selalu saja seperti ini.


Setelah mereka akan masuk pada tahap puncak nya, Aldi selalu menghentikan semua nya, tidak pernah menyatukan Milik mereka dan membiarkan dia mendapat kan pelepasan nya dengan jari-jari laki-laki tersebut.


Tidak lebih.


Setelah itu Aldi lebih memilih menuntaskan hasratnya sendiri di kamar mandi.


"Kau tidak pernah mau menyentuh ku lebih dari pada itu, kenapa?"


Dengan perasaan dongkol Mayang melemparkan handuk mandi nya ke atas kasur setelah dia membersihkan diri nya dan langsung berganti pakaian.


Dia Fikir kenapa Aldi selalu seperti itu selama mereka bersama.


Aldi terlihat mengganti pakaian nya dengan gaya Begitu kharismatik.


Wajah dan Tubuh laki-laki itu memang sejak awal membuat dia tergoda dan terpesona begitu luar biasa.


"Bukankah inti dari sebuah hasrat hanya mendapatkan pelepasan yang diinginkan? anggap saja aku masih menghargai kamu sebagai seorang perempuan"


Ucap laki-laki itu tanpa berniat menoleh ke arah Mayang.


Perempuan itu terlihat mengeram, dengan cepat dia mendekati Aldi dan berusaha meraih wajah laki-laki itu.


"Kau tidak benar-benar mencintai ku? benar bukan?"


Alih-alih menjawab, Aldi langsung berkata.


"Apa definisi cinta di Mata mu hanya tidur bersama dan uang? aku yang bertanya, kau tidak benar-benar mencintai ku bukan?"


Kali ini laki-laki itu balik bertanya.


"Sejak awal hubungan kita cukup jelas, menyingkir kan Lira dari pernikahan Ku, tapi kamu malah bermain hati, bukankah itu lebih tepatnya kamu melanggar perjanjian awal kita?"


Mendengar ucapan Aldi seketika Mayang terdiam.


"Pulanglah, kamu sudah mendapatkan apa yang kamu mau malam ini"


"No"


Mayang menjawab cepat, menatap kesal ke arah Aldi.


"Karena itu kamu tidak pernah mau mengumumkan hubungan kita? kamu sudah memprediksi sejak awal hubungan ini tidak akan bertahan? kau merencanakan semua nya Sejak awal?"


Mayang menarik kesal kerah baju Aldi, dia berusaha untuk menahan perasaan nya.


Aldi sama sekali tidak ingin menjawab, laki-laki itu mulai melangkah menjauhi perempuan tersebut.


"Aldi"


Pekik Mayang kesal.


"Jadi kau masih belum membuka hati mu untuk ku?"


Kali ini bola mata Mayang terlihat berkaca-kaca.


Aldi tahu betul siapa Mayang, dia jelas tidak akan tertipu dengan air mata buayanya.


"Cinta mu begitu ambigu dan cepat terbagi"


Laki-laki bicara sedikit mengejek, berjalan keluar dari kamar nya menuju kearah ruang tamu.


Aldi meraih botol wine dan sebuah gelas di lemari bartender yang ada di barisan kanan ruang tamu apartemen tersebut.


"Apa? ambigu?"


Mayang terlihat terkekeh, kemudian ekspresi nya terlihat begitu aneh.


Yah dia tertarik pada Jefrey, tapi dia menginginkan laki-laki itu karena apa yang dimiliki nya, bukan karena dia mencintai nya.


"Apa kau jatuh cinta dengan anak baru itu sekarang?"


Tanya Mayang tiba-tiba dan menarik kasar botol wine di tangan Aldi.


"Kau benar-benar ingin mendepak ku dan mengganti ku dengan anak baru tersebut?"


Pekik Mayang lagi dihadapan Aldi.


"Apa aku terlihat jatuh cinta dengan anak baru dengan begitu mudah? kau tahu bagaimana aku bekerja? jika bukan karena keuntungan perusahaan, apa aku akan membawa masuk seseorang untuk menjadi brand ambassador di perusahaan ku atau bahkan model di perusahaan ku?"


Jawab Aldi sambil menatap tajam bola mata Mayang.


"Apa?"


Seketika Mayang memundurkan langkahnya.


"Jadi kau membawa ku masuk ke Mulyono karena merasa aku bisa meraup keuntungan untuk kamu kemarin?"


Dia bertanya dengan nada gemetaran.


"Pembisnis tidak menjalin relasi dengan cara yang akan merugikan mereka bukan? jadi jangan selalu berfikir seorang laki-laki membawa mu masuk karena cinta, kecuali mereka mengajak mu menikah, maka jangan pernah mempercayai orang seperti kami untuk kamu jadikan kekasih"


Setelah berkata begitu Aldi kembali merebut botol wine yang ada di tangan Mayang, dia menuangkan wine tersebut kedalam gelas yang ada ditangan nya kemudian menghabiskan wine tersebut dengan cepat.


Laki-laki itu lantas berbalik dan berkata.


"Pulanglah, aku butuh waktu istirahat penuh karena besok harus pergi dangan Raisa dan isabella ke luar kota untuk pemotretan mereka"


Masih dengan tubuh gemetaran Mayang mencoba mencari pegangan, dia jelas terkejut mendengar ucapan dari laki-laki yang memunggungi nya itu.


Dia fikir bagaimana bisa?.


Ketika semua orang tahu dia yang menolak untuk menikah, realita nya sejak dulu laki-laki itu lah yang terus berkilah dan berkata dia belum siap untuk menikah dengan alasan takut karir Mayang yang tengah menanjak akan hancur Karena pernikahan mereka.


Seketika Mayang mencoba untuk tertawa.


"Membalas kan sakit hati mu karena Papa Lira mengkhianati Papa mu? mengambil saham yang di curi nya? menikahi Lira?"


Mayang terus berkata sambil berusaha mengingat-ingat awal mula dia membuat kesepakatan bersama Aldi.


"Kau benar-benar membohongi ku soal perasaan mu"


Lalu tanpa terasa air mata perempuan itu tumpah Begitu saja, Perempuan itu terisak.


Dia memutar dan Mencoba memukul Aldi.


"Kau breng..sek sialan"


Aldi buru-buru menahan tangan Mayang dan menatap tajam kearah wajah perempuan tersebut.


"Dan kau juga Mama mu membohongi ku soal rencana kalian yang menghancurkan Lira dan Papa nya, jika aku tahu soal rencana itu, aku tidak akan pernah mau membuat perjanjian menjijikkan seperti itu dengan kalian"


Setelah berkata begitu, Aldi langsung menghempaskan tangan Mayang dengan kasar, dia bergerak menuju ke arah pintu depan kemudian langsung membuka pintu itu dengan cepat.


"Pergilah, sebelum aku minta para security mengusir mu"