
Studio xxxxxxx
Palembang
Setelah melewati sesi pemotretan di salah satu studio xxxxxxx di kota Palembang, Isabella langsung melanjutkan diri dalam mengambil foto bersama Raisa.
Cukup lama memakan waktu, sejak pagi perempuan itu terus berkutat didepan kamera, bahkan mengambil beberapa kali take bersama Raisa.
Aldi sejak tadi terlihat begitu sibuk memperhatikan hasil akhir pengambilan foto nya, agak membuat isabella kurang nyaman saat Aldi meminta mereka mengulang beberapa sudut foto yang sebenarnya sudah bagus menurut semua kru di sana.
"Aku fikir mood tuan A sedang tidak baik"
Salah satu kru pemotretan terlihat mengeluh, seorang perempuan berusia 30 tahunan terlihat bicara dengan teman nya yang berusia 4-5 tahun lebih muda dari nya.
"Biasanya seperti itu, aku dengar tuan A Sedang bertengkar dengan Nona Raisa"
Isabella terlihat diam mendengarkan obrolan kedua orang tersebut.
Seorang penata rias masih memperbaiki make up nya.
Beberapa hari ini dia mendapat kan satu berita mengejutkan, bahkan Moma sempat bercerita.
Aldi seorang duda dari putri Keluarga Santoso, sebelum menikah dengan mantan istri nya, laki-laki itu pernah menjalin cinta dengan Raisa di masa SMP, SMA hingga ke masa Kuliah mereka.
Tapi satu kejadian membuat hubungan mereka semakin memanaskan.
"Kau tidak ingin menjelaskan pada ku soal kamu dan Aldi?"
Isabella bertanya pada Raisa dengan jutaan tanda tanya.
"Cukup aneh ketika kamu berada di penjara, mendekati aku dan mengajari aku soal banyak hal kemudian mengeluarkan aku dari penjara bersama Justin"
Isabella tidak bilang dia merasa marah dan cemburu di bohongi, realita nya dia memang tidak mencintai Aldi.
tapi bagi nya Raisa menyimpan satu kebohongan yang membuat dia cukup marah.
Raisa tidak menceritakan soal hubungan gadis itu dengan Aldi di masa lalu.
"Maafkan aku Isabella"
"Why?"
Isabella jelas ingin tahu.
"Tidak ada lagi ada yang harus di bahas di antara kami"
Raisa bicara begitu simple, enggan membahas soal gadis itu dan Aldi.
"Tapi aku ingin tahu, aku tidak pernah bilang mencintai Aldi, juga tidak bilang begitu sakit hati karena mengabaikan aku setelah pernikahan"
"Realita nya setelah hari pernikahan kami tidak saling menyapa, begitu aku dipindahkan ke mansion ke dua, dia tidak pernah datang melihat dan mengunjungi ku, kami benar-benar hidup dengan cara kami masing-masing hingga malam dimana aku melihat dia berada di ranjang yang sama dengan Mayang"
Lanjut isabella lagi.
"Tapi aku tidak bilang mereka ber..cinta mencapai puncak mereka, realita nya aku hanya melihat mereka bergumul sebatas ber..ciuman, memeluk dan entahlah, aku tidak bilang mereka melepaskan semua pakaian mereka"
Dia mencoba mengingat-ingat persoalan malam itu, setelah kejadian malam itu dua hari kemudian mereka saling mengajukan gugatan perceraian.
"Kenapa kamu menyembunyikan persoalan itu dari ku?"
"Bisakah kita fokus pada kasus pembunuhan nya? aku ingin membersihkan nama kamu, kemudian mari membalaskan dendam kamu pada Mayang dan Meri"
Hanya itu Yang mau di ucapkan Raisa, tidak lebih dari itu.
Ditengah pemikiran nya tiba-tiba satu suara gaduh terjadi, Isabella buru-buru menoleh, dia fikir ada apa.
Seketika dia membulatkan bola matanya saat dia sadar siapa yang ada di belakang nya kini.
Jefrey?!.
Dia jelas terkejut setengah mati.
"Apa yang kamu lakukan disini?"
Dia jelas tercekat, bagaimana bisa suami nya tiba-tiba datang mengunjungi dirinya? bahkan keluar kota?!.
"Hanya ingin memantau model milik Van Efron, apakah semua berjalan lancar dan baik-baik saja?"
Jefrey Van Efron jelas tidak pernah mau bersusah payah melihat model nya, apalagi sampai harus menyeberang pulau demi seorang model di industri nya.
Semua orang jelas tahu bagaimana Jefrey Van Efron, jadi sangat mengejutkan saat laki-laki itu tiba-tiba datang kemari tanpa berfikir dua tiga kali.
Jelas saja dugaan-dugaan keluar dari pemikiran semua orang, mereka fikir apa mungkin Jefrey jatuh cinta pada isabella.
Sebab jika bukan karena Jatuh cinta, bukan kah terlihat aneh manusia sejenis Jefrey mau bersusah payah menemui Isabella hingga ke Palembang dengan alasan "Memantau model perusahaan nya"
Jadi semua orang seolah-olah menyimpulkan, Isabella bisa jadi perempuan tak ternilai dari Jefrey Van Efron.
Bisa di pastikan bagaimana gosip akan pecah di keesokan harinya.
"Tentu saja semua baik-baik saja"
Satu suara dingin mengejutkan semua orang.
Isabella sejenak membeku menatap Jefrey dan sosok sang pemilik suara yang berdiri di ujung pintu.