Istri Tak Ternilai Tuan Jefrey

Istri Tak Ternilai Tuan Jefrey
Di luar nalar nya


Duggggg


Duggggg


Setelah sekian purnama dia menetap di kamar mandi, pada akhirnya pukulan keras dari luar kamar mandi terdengar juga.


Dia yakin itu adalah King.


Vall Fikir apakah dia harus menjawab ? keluar kemudian menatap laki-laki itu seperti tanpa dosa?!.


bagaimana caranya?!.


Dia jelas sudah kehilangan muka, bagaimana bisa dia pura-pura lupa dengan apa yang terjadi semalam.


Apa aku harus pura-pura pingsan saja? ah tidak, sebaiknya langsung ganti pakaian kemudian kabur sekarang juga.


Pemikiran licik Vall jelas sudah sangat banyak tapi kadang apa yang kamu Rencanakan tidak akan berjalan Sesuai dengan yang kamu ingin kan.


Realita nya begitu dia keluar dari kamar mandi, bola matanya langsung membulat dan dia langsung terbelalak kaget ketika dia sadar ada siapa saja yang ada di hadapannya saat ini.


"Kak...?! Paman...?"


Seketika Vall menelan salivanya saat dia tahu dua laki-laki yang paling dia hormati itu ada di hadapannya.


Dan sial nya Vall hanya menggunakan handuk mandi saja saat ini dan...


Begitu Vall menoleh ke arah King dia langsung kembali terkejut.


Kenapa laki-laki itu juga belum menggunakan pakaian nya?!


"Jadi kalian mengambil kamar di sini sejak semalam?"


Tanya kakak laki-laki nya Aldi dengan suara yang begitu datar dan dingin.


"Ya?"


Vall jelas bingung dengan pertanyaan yang dilontarkan sang kakak laki-laki kesayangan nya itu.


"Bukan begitu, semalam aku dan..."


Belum juga dia menyelesaikan kata-katanya, Paman Jefrey nya dengan cepat berkata.


"Kau melepaskan ke perawan mu pada laki-laki tua ini?"


Pertanyaan laki-laki itu jelas mengejutkan dirinya.


"Ya... tidak...bukan begitu paman..."


"Setelah berkata tidak mau dengan laki-laki ini, tiba-tiba melewati malam panas dengan nya? lalu ingin menjalin status tanpa pernikahan?"


Pertanyaan paman Jefrey nya seolah-olah menekan dirinya, disini seakan-akan dia yang jadi tersangka.


Padahal kan ada laki-laki tua itu yang bisa di tanya.


"Itu bukan begitu, Om... tidak bisakah Om menjelaskan semuanya pada kakak dan Paman?"


Vall berusaha untuk meminta king agar menjelaskan apa yang telah terjadi semalam, sebab dia juga bingung sebenarnya apa yang telah terjadi semalam.


Alih-alih menjawab, king lebih memilih meraih selimut dan langsung menutup tubuh Vall dengan cepat.


Meskipun Aldi adalah kakak kandung Vall dan Jefrey adalah pamannya, king tetap risih melihat Vall berpenampilan seperti itu dihadapan kaum yang bernama laki-laki.


"Om..?"


Saat King memasang selimut ke tubuhnya,Vall langsung mendongakkan kepalanya, dia menatap wajah laki-laki itu untuk beberapa waktu, seolah-olah dia minta perlindungan pada laki-laki itu karena dia takut kakaknya dan pamannya akan memarahi dirinya.


King langsung menoleh ke arah Aldi dan Jefrey, laki-laki itu tiba-tiba berkata.


"Jangan khawatir soal apapun"


Ucap laki-laki itu cepat.


"Nah itu jangan khawatir soal apapun"


Vall bicara sambil mengangguk-angguk kan kepala, dia melebarkan senyuman terbaik nya ke arah paman dan kakak laki-laki kesayangan nya itu.


"Aku dan Vall akan mengatur pernikahan kami secepat nya"


lanjut King lagi.


"Ya. ya.."


Vall mengangguk lagi, kemudian tiba-tiba dia menyadari soal sesuatu.


"Ya?"


Dia jelas langsung terbelalak kaget, dengan cepat dia mendongakkan kembali kepalanya menatap ke arah King dengan ekspresi begitu terkejut dan gelagapan setengah mati.


What? apa? tunggu dulu.


kenapa semua jadi berlaku di luar nalarnya.