
mansion utama Jefrey Van Efron
Setelah menyelesaikan makan malam bersama, isabella terlihat bercanda bersama Harvey, dia memeluk putra nya dengan penuh cinta, bercerita sambil saling menepuk tangan bersama di atas kursi sofa Utama ruang tamu.
Terdengar suara lagu A B C terus berdendang di balik handphone isabella, sesekali mereka bernyanyi bersama mengikuti irama sembari Isabella mengajarkan putra nya.
Kadang isabella mencium lembut pipi, bibir bahkan puncak kepala putra nya, terkadang Perempuan itu mengeluarkan ekspresi gemas nya pada bocah laki-laki tersebut.
Jefrey Sejak tadi yang terlihat sibuk dengan pekerjaan nya, duduk dihadapan laptop nya sambil sesekali mengintip ke arah istri dan putra nya.
"Bagaimana dia tega mengabaikan ku disaat bersama putra nya"
Gumam Jefrey pelan.
"Ya tuan?"
Mendengar gumaman tidak jelas tuan nya jelas membuat Ken mengerut kan keningnya, di Fikir sejak kapan laki-laki dingin dan serius itu bisa berguman sendiri.
"Lupakan saja"
Ucap Jefrey Sambil terus berusaha menekan keyboard ⌨️ laptop nya.
Suaranya jadi terdengar begitu berisik.
Awalnya Isabella melirik ke arah Jefrey, setelah itu perempuan cantik itu membuang pandangannya.
"Dia benar-benar mengabaikan ku"
Rutuk Jefrey kali ini.
"Ya?"
Lagi Ken bertanya dengan ekspresi bingung.
"Ken please bisakah kamu tidak menyahut?"
Jefrey bicara dengan nada kesal.
Seolah-olah tahu kegelisahan sang atasannya, Ken kemudian berkata.
"Apa anda cemburu dengan putra anda sendiri, tuan?"
Ahhhh pertanyaan macam apa itu?.
Batin Ken.
Tapi dia memang tidak punya pertanyaan lain yang bisa dia lontarkan pada Jefrey itu.
"Kau fikir aku ini type laki-laki bodoh macam itu?"
Siapa yang pantas dan berani berkata soal tuan nya adalah laki-laki bodoh?.
Tapi bukankah benar jika tuan nya mulai menjadi bodoh karena di bidik cinta? bisa-bisa nya laki-laki itu berkilah soal cemburu kepada putra nya sendiri.
Beberapa hari ini tuan nya benar-benar menjadi kurang waras, bilang tidak Cinta padahal dia mulai bucin akut pada nona muda mereka.
Bahkan sebentar-sebentar laki-laki itu bertanya kepada nya apakah ada laki-laki yang berani menggoda istri nya.
Belum lagi dia meminta seseorang terus mengawasi Aldi Agar tidak macam-macam pada nona Isabella nya.
Belum lagi aturan baru yang ditetapkan sang tuan nya.
"Tidak ada pemotretan dengan model laki-laki"
Padahal jelas-jelas dia ingin memiliki istri nya dengan utuh dan sempurna, Cemburu jika ada yang berani mendekati.
Tapi tetap Berkata "Aku ini mana bisa cemburu"
Ahhh sifat manusia kutub atau kulkas berbagai pintu memang sangat sulit untuk di pahami dan di mengerti.
Kali ini dia cemburu dengan putra nya sendiri karena di peluk dan di cium oleh istri nya, benar-benar aneh!.
"Sayang kembalilah ke kamar kamu sekarang"
Tiba-tiba Jefrey bicara ke arah putra nya.
Mendengar ucapan Jefrey, jelas membuat Isabella mengerutkan keningnya.
"Bukankah itu terlalu dini? aku fikir sebaiknya biarkan dia belajar dalam 15 menit lagi"
Ahhhh mendengar ucapan isabella, seperti seorang harimau yang mendapat kan pawang nya, Jefrey pada akhirnya menurut.
"15 menit waktu yang cukup baik"
Jefrey bicara kemudian melirik ke arah Harvey.
"Kamu ingat son? anak laki-laki harus tidur lebih awal, sebab anak gadis tidak suka pada laki-laki yang suka tidur terlambat"
Mendengar ucapan yang sulit di kategorikan sebagai kata-kata yang masuk akal, Ken jelas semakin mengerutkan keningnya.
Bolehkah dia tertawa terbahak-bahak?.
Tuan benar-benar mulai gila saat ini.
Fikir nya sambil memijat-mijat kepalanya sejenak.