Istri Tak Ternilai Tuan Jefrey

Istri Tak Ternilai Tuan Jefrey
Kenapa dia lagi


Gadis itu sejak tadi memijat-mijat kepala nya yang terus berdenyut-denyut tidak menentu, hari ini menjadi hari berat Pertama nya setelah dia menjalani operasi plastik.


Alih-alih langsung masuk ke apartemen nya, dia lebih memilih mencari apotek terdekat untuk mencari obat.


"Ada obat pereda nyeri sakit kepala? maksud ku begini, aku butuh obat yang bisa menghilangkan rasa sakit kepala yang menyerang tiba-tiba, dia bukan migran atau sakit kepala biasa, bukan sakit kepala tension, bukan Sakit Kepala Cervigovenic, bukan Sakit Kepala Cluster dan bukan juga Sakit Kepala TMJ"


Ketika Isabella bicara entah kemana-mana, sang pegawai apotek hanya menatap bengong wajah cantik Isabella.


Jika semua jenis sakit kepala yang disebut bukan, lalu mereka harus memberikan gadis itu obat apa?!.


"Aku rasa dia terkena gangguan mental"


"Jangan-jangan baru putus cinta"


"Apa mungkin dia bermaksud untuk bunuh diri dengan obat sakit kepala?"


"Bukankah Gadis itu menyedihkan sekali?"


Pada akhirnya desas-desus soal Isabella terdengar dimana-mana di sepanjang apotek tersebut.


Aishhhh memalukan sekali.


Isabella memejamkan bola matanya, merasa kesal dengan kebodohan nya.


"Lupakan saja, berikan saja obat apapun yang bisa meredakan sakit kepala"


Ucap nya kemudian.


Dengan langkah kaki tak menentu dia berjalan menjauh dari sana, mendekati ke arah apartemen nya dan mulai menyeruak masuk ke sana.


Dia fikir selain Obat sakit kepala, dia butuh waktu tidur yang cukup banyak hari ini.


Masa bodoh dengan audisi nya dan persetan dengan laki-laki bernama Jefrey Van Efron.


Otaknya benar-benar harus di refresh dengan sempurna semalaman ini.


Dan untuk hal terbaik yang harus dia lakukan adalah, dia sehatnya memperoleh mandi guna menyegarkan diri.


Begitu Isabella melesat masuk ke dalam apartemen nya, tanpa berfikir dua tiga kali dia langsung menutup pintu apartemen nya, mencari handuk dan pergi kekamar mandi untuk membersihkan diri.


Tidak peduli seberat apa otak harus berfikir hari ini, dia fikir dia harus mencari jawaban terbaik untuk hidup nya dalam 2*24 jam kedepan.


Awalnya dia butuh mendekati laki-laki nomor dua, tapi bukankah itu luar biasa? dia tidak usah bersusah payah untuk memancing dengan jutaan pesona nya.


Tanpa di minta Laki-laki nomor satu tiba-tiba saja mengajak nya menikah.


Tapi......


Isabella sejenak membayangkan soal kemungkinan-kemungkinan besar yang membuat laki-laki itu ingin menikahi nya.


Tunggu dulu!.


Apa dia menikahi ku karena butuh aku jadi ibu sambung putra nya? atau karena dia butuh menutupi status aslinya? atau hanya nikah kontrak 1 tahun seperti di kisah-kisah novel-novel romansa modern?.


Tapi dia tidak bilang soal surat perjanjian kontrak pernikahan.


Batin Isabella.


Hahhh??!!😱😱🧐🧐


Oh Isabella kenapa fikiran mu melanglang buana kemana-mana.


Dia secepat kilat memukul kepalanya sendiri dengan ujung sikat gigi yang ada di tangan nya.


Seketika gadis itu menggeleng-gelengkan kepalanya.


Lupakan saja.


*******


Pagi


06.45 AM


ketika sinar matahari mulai memenuhi seluruh isi ruangan kamar Isabella, Gadis itu terjaga dari tidurnya, dia menggeliat pelan dari tidur nya, dia mencoba merenggangkan kedua tangan dan kaki nya untuk beberapa waktu.



...Hanya visual...


...(Visual wajah Isabella menyusul Mak yaaa)...


Isabella mencoba membuka bola matanya secara perlahan, masih dengan perasaan enggan dia mencoba membiasakan pandangan nya.


"Good morning baby"


Sebuah suara bariton Terdengar dari arah depan nya.


Isabella terlihat mengembangkan senyuman nya, kemudian dia menjawab.


"Good morning too"


Setelah berkata begitu Isabella fikir ingin kembali memejamkan bola matanya, tapi tiba-tiba dia menyadari soal sesuatu


Hahhhh oh my god.


Seketika Isabella spontanitas bangun dari tidur nya dan mundur dengan gerakan cepat karena terkejut.


Gedubrakkkk


"Akhhhhhhhh"


Dia seketika meringis saat sadar terjatuh ke lantai dengan cukup keras.


Alih-alih peduli dengan rasa sakit dan keterkejutan nya, Isabella langsung menaikkan kepalanya, mengintip secara perlahan dari tepian kasur milik nya.


Tunggu dulu, ada apa ini?!.


Pekik nya panik sambil berusaha menahan nafasnya.


"Kauuuuu"


Isabella jelas tercekat saat sadar siapa laki-laki yang tengah duduk bersandar di kursi sofa itu, menatap dirinya dengan pandangan datar tanpa ekspresi.


Kenapa dia lagi?!!!!.