
Kembali kemasa Sekarang
Mayang seketika membeku dan terbelalak kaget saat dia sadar siapa yang ada disampingnya itu, siapa yang menghabiskan waktu semalaman dengan diri nya.
"Ba..gaimana bisa?"
Mayang tercekat saat itu juga.
"Kauuu?"
Alih-alih peduli bagaimana ekspresi Mayang, sang laki-laki yang berada di samping dirinya terlihat begitu masa bodoh, dia langsung mengerutkan keningnya saat sadar ada berbagai macam flash kamera yang terus membidik ke arah mereka.
"Ada apa ini?"
Dia jelas menampilkan ekspresi wajah tidak suka menutup Kara depannya ketika para wartawan berkumpul dihadapan mereka.
terlihat beberapa orang berbadan kekar langsung mendorong para wartawan agar keluar dari kamar tersebut.
"Nona mayang, sejak kapan anda menjalin hubungan dengan Tuan Bagas?"
"Jadi benar images anda suka dengan Milik perempuan lain belakangan ini?"
"Bukankah Bagas adalah pacar sepupu tiri Anda sendiri?"
"Bagaimana tanggapan sepupu tiri Anda saat tahu anda menikam nya dari belakang?"
"Padahal Papa sepupu tiri Anda pengacara kepercayaan keluarga Santoso?"
"Bukan kah ini akan mempengaruhi buruknya hubungan keluarga kalian?"
pertanyaan demi pertanyaan terus terlontar dari bibir para wartawan, mayang jelas kehilangan muka dan juga kehilangan kata-katanya.
Mayang terlihat gemetaran, menarik selimut untuk menutupi tubuh nya dengan cepat, rasa malu jelas menghantam dirinya, perempuan itu berusaha untuk menutup wajahnya.
tidak dapat dia bayangkan bagaimana setelah ini berita akan pecah dan semua ini pasti akan menghancurkan kehidupannya secara perlahan.
bagaimana dengan Mama nya yang melihat berita ini nantinya?!.
Perempuan itu jelas panik, ekspresi gemetaran Dan terkejut terus menghantam diri nya, dalam hitungan detik air matanya mulai tumpah.
Dia fikir bagaimana mungkin dia bisa tidur dengan Bagas malam tadi menghabiskan malam panjang bersama laki-laki sialan itu yang tidak lain adalah kekasih dari sepupu tirinya.
Di mana Papa sepupu tirinya itu adalah adik kandung Papa tirinya, Santoso.
Lebih tepatnya kekasih Bagas adalah sepupu sah dan sepupu kandung Lira.
Dia tidak pernah berfikir untuk bisa berhubungan dengan laki-laki tersebut, dimana laki-laki itu adalah playboy bajingan cap kadal dan kekasih laki-laki itu adalah sepupu tiri nya Dimana Mayang paling enggan berurusan dengan gadis itu dimasa lalu.
Namun Mayang tidak pernah tahu bagaimana hubungan laki-laki itu dengan sepupu tirinya itu.
"Bajingan"
Umpat Mayang pelan.
para wartawan berhamburan keluar karena diusir oleh beberapa orang bertubuh besar tinggi, flash kamera secara perlahan menghilang dari ruangan kamar tersebut, kondisi Mayang yang acak-acakan terlihat begitu memalukan.
begitu para wartawan telah menghilang dan pintu ditutup dengan kasar, Mayang langsung melempar Bagas dengan bantal yang ada di sisi kanannya.
"Bajingan, brengsek, sialan...apa yang telah kamu lakukan?"
Pekik Mayang histeris ke arah laki-laki tersebut, dia terus gemetaran, marah, tingkat emosional nya meninggi dan dia merasa jijik dengan dirinya sendiri saat ini.
Dia merasa jijik saat laki-laki brengsek itu telah meniduri nya dan menyentuh setiap bagian daripada tubuhnya.
Tidak bisa dibayangkan bagaimana laki-laki itu semalam menyentuh seluruh anggota tubuhnya tanpa terkecuali.
Mayang terus menangis histeris sambil lemparkan satu-persatu bantal yang ada di atas kasur tersebut.
kemudian Mayang langsung berdiri dan menghampiri laki-laki itu, tidak dipedulikan nya lagi keadaannya saat ini, yang dia pedulikan saat ini dia ingin memukul menerjang dan melampiaskan kemarahannya kepada laki-laki tersebut.
Bagas langsung menahan kedua tangan Mayang yang terus berusaha memukul dada nya.
"Berhentilah menangis sialan, kau pikir kau gadis yang suci? cihhhhh kau bukan seorang gadis perawan, jangan bersikap seolah-olah kau baru saja kehilangan keperawanan mu malam tadi"
Bagas langsung menghempaskan tangan Mayang kemudian mendorong tubuh perempuan tersebut dengan kasar ke arah lantai.
Gedubrakkkk
bisa dibayangkan bagaimana sakitnya tubuh Mayang saat terhempas dengan kasar ke arah lantai.
kemudian tiba-tiba Bagas mendekati Maya dan menarik paksa rambut Mayang kebelakang.
"Akhhhh"
Perempuan itu meringis kesakitan dan mencoba menahan tangan Bagas yang menjambak rambutnya dengan kasar.
"Apa kau tahu? karma itu selalu datang sesuai dengan waktunya"
Ucap Bagas sambil menatap Mayang dengan penuh kebencian.
Laki-laki itu kemudian melepaskan cengkeraman nya, dia kemudian bergerak dengan cepat kearah kamar mandi untuk membersihkan diri, Bagas pikir dia harus segera pergi dari tempat ini, setelah mendapatkan apa yang dia mau. Membungkam mulut kotor perempuan tersebut karena pernah menghinanya dan adik perempuan nya dimasa lalu dan mendapatkan cek yang di harapkan nya dan cukup untuk memenuhi kebutuhan adik nya untuk beberapa tahun kedepan.
Mayang terlihat begitu shok dengan ucapan Bagas, dia fikir apakah dia pernah berbuat sangat salah kepada laki-laki itu dimasa lalu hingga menimbulkan kebencian luar biasa pada laki-laki tersebut untuk dirinya.