Istri Tak Ternilai Tuan Jefrey

Istri Tak Ternilai Tuan Jefrey
Marah dalam kondisi yang salah


Villa utama keluarga Mulyono


Palembang


Raisa terlihat berjalan dengan keadaan tergesa-gesa, api kemarahan jelas terlihat dibalik wajah cantiknya. Dia tampak menggeram dan menggenggam erat telapak tangannya sambil terus berjalan menuju ke satu pintu yang ada dihadapan nya.


Di balik telapak tangan nya terdapat sebuah majalah yang terbit hari ini dimana didalamnya terdapat satu berita yang membuat dia begitu marah dan nyaris kehilangan kata-kata.


begitu dia tiba di depan pintu kamar yang ada di hadapannya itu secepat kilat Raisa membuka dengan paksa pintu tersebut.


Kletakkkkk


Brakkkkkk


Aldi berdiri disamping ranjang kamar nya terlihat terkejut dengan kehadiran Raisa.


Raisa sedikit ikut terkejut saat melihat Aldi yang hanya menggunakan handuk mandi nya saja, tapi dibalik keterkejutannya dia lebih baik melampiaskan kemarahan yang ditahan sejak tadi.


gadis itu secepat kilat mendekati Aldi dan....


Brukkkkkkkk


"Ada apa ini?"


Saat Raisa mendorong tubuhnya kearah dinding kamar tersebut dengan gerakan yang begitu kasar, Aldi jelas bertanya sambil mengerutkan keningnya.


"berhenti berpura-pura bodoh dan tidak tahu apa-apa, kau yang menyebarkan berita ke media jika kita akan menikah dalam waktu dekat?"


Raisa bicara sambil menaikkan oktaf suaranya, gadis itu menekan kasar dada bidang Aldi yang saat ini jelas tidak menggunakan apa-apa.


Laki-laki itu semakin mengerutkan keningnya, dia jelas tidak paham dengan apa yang di ucapkan Raisa.


"Apa?".


"Buka majalah, tonton televisi, cari di sosial media, kau.... menyebarkan berita pernikahan kita? kapan aku bilang aku akan menyetujui pernikahan kita?"


Api kemarahan jelas terlihat dibalik wajah cantik itu.


Raisa fikir bagaimana mungkin Aldi bisa melakukan semua itu tanpa persetujuan dari nya.


"Apa kamu sedang bercanda?"


Kali ini Aldi jelas bertanya dengan kebingungan nya.


Alih-alih peduli dengan ucapan Aldi, Raisa langsung memberikan majalah yang ada di tangan kirinya ke dada Aldi.


"Baca dan perhatian baik-baik, jika bukan kamu yang membuat berita panas seperti ini, apa kamu fikir itu aku? kamu pasti sedang bercanda"


Raisa terus saja bicara dengan kemarahan, Gadis itu menatap Aldi dengan pandangan penuh kebencian.


Aldi yang masih bingung dengan ucapan Raisa langsung meraih majalah yang ada di dadanya itu.


secara perlahan laki-laki itu membuka majalah tersebut.


Sejenak keheningan terjadi, kemudian bola mata Aldi langsung membulat dengan sempurna.


"Apa?"


Laki-laki itu jelas terkejut membaca apa yang tertulis di sana.


JELANG PERNIKAHAN PUTRA PENERUS MULYONO GROUP DAN MODEL CANTIK RAISA GH.


Aldi membaca isi berita itu satu persatu, dia jelas terkejut karena disana tertulis pernikahan mereka akan dimajukan bulan depan.


Persiapan telah di buat sematang mungkin, bahkan bagian jasa dekorasi pernikahan telah di wawancarai, belum lagi penata rias pilihan mereka telah memberikan keterangan soal tanggal pastinya, yang bahkan lebih mengejutkan lagi Undangan telah di buat sedemikian rupa.


Aldi jelas terbelalak kaget.


"Ada apa ini?"


Laki-laki itu mengerutkan keningnya, menatap ke arah majalah tersebut kemudian menatap wajah Raisa yang dipenuhi kemarahan.


"Aku tidak pernah melakukan nya"


Ucap Aldi cepat.


Laki-laki itu langsung melemparkan majalah yang ada di tangan nya itu, baiklah tidak dia pungkiri dia suka dengan berita yang dia baca.


Artinya dia tidak mesti bersusah payah lagi untuk membuat rencana.


Yang jadi pertanyaan siapa yang melakukan nya?!.


Mama nya? Papa Raisa? atau..... seketika laki-laki itu menelan salivanya.


Tidak mungkin!.


Fikirnya.


"Kau mau menyangkal nya?"


Raisa mencoba kembali mendorong Aldi, dia fikir bagaimana bisa Aldi menyangkal hal tersebut.


Alih-alih menjawab ucapan Raisa, laki-laki itu tiba-tiba langsung menarik tangan Raisa dan memutar arah mereka.


Raisa seketika terkejut karena saat ini posisi nya yang ada di dinding, Aldi menekan tubuh nya dengan cepat.


"Apa yang kamu lakukan?"


Seketika Raisa panik, berusaha melepas kan Diri nya dari Aldi.


Tapi laki-laki itu malah mendekatkan wajahnya ke wajah Raisa.


Gadis itu seketika menegang.


Aldi terlihat berusaha menahan senyumannya karena melihat ekspresi marah Raisa tadi tahu-tahu berubah menjadi ekspresi panik yang luar biasa.


"Lain kali biasakan Masuk dengan mengetuk pintu"


Bisik Aldi pelan.


Raisa seketika meremang.


Suara laki-laki itu terdengar begitu aneh.


"Seperti nya kamu hapal betul dengan kebiasaan ku yang enggan mengunci pintu"


Aldi langsung menempelkan pipi kirinya ke pipi kanan Raisa.


Seketika gesekan kulit dari laki-laki itu membuat Raisa memejamkan perlahan bola matanya.


"Bagaimana jika aku sedang tidak menggunakan apa-apa? bukan kah itu akan menjadi keuntungan untuk dirimu?"


Raisa langsung terbelalak kaget, dia mengerjapkan-ngerjapkan bola matanya beberapa kali.


"Ya?"


"Mari bicara setelah aku mengganti pakaian ku"


Bisik laki-laki itu lagi pelan kemudian Aldi langsung mundur secara perlahan sambil mengulum senyumannya.


setelah berkata begitu Aldi langsung berbalik dan berjalan menuju ke arah walk in closed.


"Masih mau berdiri di sana? menunggu ku berganti pakaian?"


Tanya nya lagi kemudian.


Raisa yang masih dalam kondisi menegang seketika mengumpat malu, gadis itu berjalan keluar dari kamar tersebut dengan cepat.


Dia fikir dia marah didalam kondisi yang salah.


Shi..t.