
Ekspresi Raisa terlihat begitu kesal, entah sejak pukul berapa mereka melakukan sesi pemotretan, tapi Aldi tidak pernah puas pada hasil akhirnya.
mereka terpaksa mengulang beberapa kali sesi foto untuk bisa mendapatkan posisi serta gaya yang paling terbaik menurut Aldi.
Isabella juga mulai menampakan kegelisahannya, bukan urusan Aldi yang buat dia gelisah tapi putranya Harvey sejak tadi mencoba menghubunginya.
dia sama sekali belum bisa mengangkat panggilannya, Isabella tahu Harvey pasti akan merajuk ketika dia tidak mengangkat panggilan putranya.
Bahkan Isabella terpaksa berbisik kepada Moma agar sang asistennya menjawab panggilan putranya.
Entah sudah berapa lama waktu berlalu akhirnya Mayang tiba-tiba datang menyeruak masuk di Antara mereka.
"Apakah masih lama?"
Perempuan itu seolah-olah kehilangan urat malu nya, mendatangi mereka sambil menatap tidak suka ke arah Raisa dan isabella.
Seolah-olah perempuan itu takut mereka berdua akan menggoda Aldi.
"Kenapa kamu masih Disini?"
Aldi mengerutkan keningnya menatap Mayang dengan perasaan tidak nyaman.
Alih-alih peduli dengan ucapan Aldi, Perempuan itu malah mencoba merapatkan tubuhnya ke arah Aldi.
"Hentikan kebodohan mu, Mayang. kau tahu aku paling benci sama seseorang menggangguku di dalam jam kerja ku"
Setelah berkata begitu Aldi langsung mendorong kasar tubuh Mayang.
Seolah-olah tidak terima apa yang dilakukan Aldi dan merasa malu dengan gerakan Aldi, Perempuan itu dengan cepat bergerak kembali mendekati Aldi.
"Apa kau mulai bosan denganku? setelah mendapatkan ku, meniduriku dan melakukan apapun yang kau mau, kamu benar-benar berniat untuk meninggalkanku?"
Mayang mendengus.
Mendengar ucapan Mayang, Raisa langsung mengerutkan keningnya, dia menatap ke arah Aldi dengan pandangan tidak percaya.
Maniak se..xs.
Umpat Raisa dalam hati nya.
kemudian gadis itu dengan cepat membuang pandangannya.
"Apakah kita masih lama? Sebab aku punya kencan di luar malam ini, jika masih lama aku fikir apa tidak sebaiknya dilanjutkan besok saja?"
Tanya gadis itu dengan para kru pemotretan.
Mendengar ucapan Raisa, seketika Mayang menoleh sejenak, kemudian dia menatap ke arah Isabella.
Yang Mayang cemburui jelas adalah isabella, dan Perempuan itu tidak peduli dengan Raisa sama sekali.
Dimasa lalu saingan nya jelas adalah Amora, bagi nya gadis itu terlalu pandai mengambil hati Aldi hingga membuat laki-laki itu selalu mengarahkan pandangan nya pada Amora, setelah gadis itu lenyap, Mayang fikir bagaimana bisa gadis baru itu mencoba untuk merebut perhatian Aldi dari nya.
Alih-alih peduli dengan pandangan Mayang, isabella malah membuang pandangannya, dia menatap Raisa kemudian berkata.
"Berkencan?"
Isabella fikir sejak kapan gadis dihadapannya itu berkencan?! Bahkan kekasih saja Raisa tidak punya.
"Lupakan saja"
Ucap Raisa kemudian.
"Kalian bisa mencoba nya sekali lagi, jika hasilnya kurang memuaskan, kalian bisa mengulang nya lagi besok"
Tiba-tiba Justin bicara sambil menyeruak masuk di antara semua orang, dia mendekati Aldi kemudian berkata.
"Jangan menyulitkan para model nya, mereka butuh istirahat ekstra untuk hari esok, sebab besok jelas lebih berat lagi untuk mereka"
Aldi sama sekali tidak menjawab, dia kemudian melangkah pergi menjauhi semua orang.
Tapi melihat ekspresi Aldi, Justin fikir laki-laki itu seolah-olah memberi kode terserah pada mu.
Mayang jelas saja langsung mengejar Langkah Aldi, dia mendengus lantas menatap Isabella dengan pandangan Sangat tidak suka.
Gila!.
Batin isabella.
Raisa terlihat diam, dia baru akan berbalik dan mencoba mengatur pose nya lagi di kamera, tapi tiba-tiba Moma masuk kedalam ruangan Mereka sambil menampilkan ekspresi wajah panik.
"Raisa.... gawat"
Mendengar ucapan laki-laki gemulai itu, seketika Raisa mengerutkan keningnya.
"Ada apa?"
"Aku fikir kamu harus bicara dengan paman sendiri, sekarang juga"
Moma berbisik dengan nada panik, dia lalu menyerahkan handphone yang ada di tangan nya ke arah Raisa.
"Ya?"
Masih dengan perasaan bingung, gadis itu berusaha meraih handphone tersebut.
"Yah Pa?"
Awalnya Raisa masih menampilkan ekspresi bingung nya, namun sepersekian detik kemudian ekspresi wajah nya langsung berubah panik dan menegang.
"Apa?"