
Begitu para aparat kepolisian menangkap bill dan Ibnu, seketika semua orang yang terlibat terseret kedalam kasus mereka ikut di tangkap oleh pihak berwajib.
Kematian Amora menyeret Ibnu pada hukuman berat yang dianggap sengaja menghilangkan nyawa seseorang, belum lagi bill masuk sebagai tersangka pelecehan dan pemerkosa didalam nya.
Ibnu dijerat pasal berlapis karena juga di anggap menjadi tersangka dalam kematian keponakan nya Lira dan membuat koma kakak laki-laki nya sendiri Santoso.
Memanipulasi harta Santoso dan mencoba memindahkan beberapa harta Santoso dan yang lainnya.
Menipu banyak orang untuk mengeruk berbagai macam keuntungan.
Bahkan Isabella melaporkan proyek terbaru yang di anggap merugikan dirinya.
Meri jelas ikut terlibat kasus menjadi tersangka dimana wanita itu menjadi tersangka yang membantu memuluskan perbuatan Ibnu.
Wanita itu juga dijerat banyak pasal berlapis termasuk karena melakukan tindakan penganiayaan terhadap putri tirinya, memberikan kesaksian palsu atas keematuaaa Amora hingga menjebloskan Lira ke penjara.
Belum lagi wanita itu masuk sebagai daftar tersangka yang menghancurkan Sahan perusahaan serta menggelapkan dana keuangan Santoso company.
Mayang jelas ikut terseret kedalam kasus tersebut dan kehilangan masa depan nya begitu saja.
Berita kontroversi soal dia tidur bersama laki-laki asing kemarin pun belum selesai kini muncul berita baru yang semakin membuat hancur kehidupan perempuan tersebut.
Belum lagi skandal lama nya bersama bill terbongkar Secara sempurna hingga membuat kehidupan Mayang semakin hancur berkeping-keping.
Orang-orang yang terlibat di dalam kasus yang di buat oleh Ibnu dan Meri pada akhirnya keluar satu persatu tanpa ampun.
"Kamu sudah pada episode final nya?"
Tanya Jefrey kearah Isabella.
Istri nya terlihat berdiri menghadap ke arah layar televisi LCD yang tergantung di dinding mansion Mereka sejak tadi.
Menatap ke layar kaca dimana berita besar terus berhembus di seluruh stasiun televisi.
Bisa Jefrey lihat bagaimana raut wajah istri nya yang sejak tadi menatap dan mendengarkan berita soal kasus yang menyengsarakan dirinya bertahun-tahun itu pada akhirnya terbongkar dan pecah.
Penantian panjang untuk membongkar kasus tersebut pada akhirnya selesai juga.
Kadang keluarga tanpa disadari bisa membunuh keluarga nya sendiri hanya demi sebuah harta warisan yang takut menghilang dan tidak mendapatkan jatah warisan.
Bahkan tidak di pungkiri uang bisa membutakan mata hati manusia.
Karena sekarang jelas uang bisa mengalahkan segalanya-gala nya.
"Yah aku cukup puas dengan episode final nya"
Jawab Isabella kemudian sambil membalikkan tubuhnya, di menatap sang suaminya yang sejak tadi duduk di atas kursi sofa.
"Kamu bisa memberatkan hukuman mereka sesuka hati mu (Mayang dan Meri) dan untuk Ibnu sudah jelas hukuman mati menanti dirinya"
Ucap Jefrey lantas secara perlahan laki-laki itu menggeser tubuhnya, dia langsung berdiri dari posisi duduknya lantas berjalan mendekati Isabella.
Yah pada akhirnya laki-laki itu harus menerima hukuman berat atas seluruh dosa-dosa nya sendiri.
Isabella fikir itu hukuman terbaik yang harus diterima oleh laki-laki tersebut.
"Sekarang mari ikut dengan ku, ada sesuatu yang ingin aku perlihatkan kepada mu"
Jefrey bicara Sambil mengulurkan tangannya, dia menatap dalam wajah istri nya itu untuk beberapa waktu.
"Kita mau kemana?"
Perempuan itu mengerutkan keningnya.
"Aku belum bisa memberitahu kan nya, tapi saat melihat nya aku jamin kamu pasti menyukainya"
Jelas Jefrey kemudian.
Isabella jelas semakin mengerut kan kening nya, cukup pemanasan dengan apa yang akan Jefrey perlihatkan kepada dirinya.
Secara perlahan tangan perempuan itu menyambut uluran tangan Jefrey, dia membiarkan laki-laki itu mulai membawa nya berjalan menjauh dari sana.