Istri Tak Ternilai Tuan Jefrey

Istri Tak Ternilai Tuan Jefrey
Lily of the Valley


Begitu Jefrey pergi berlalu diikuti oleh justin, seketika dua perempuan dihadapan nya membawa dia entah ke arah mana, Isabella pada akhirnya hanya menurut saja.


Pada akhirnya mereka masuk ke sebuah ruangan, disana bisa di lihat beberapa barang telah disiapkan.


Seketika Isabella terkejut saat dia sadar apa yang telah dilakukan dua perempuan itu kepada dirinya.


"Kita akan siap dalam 20 menit nona"


Ucap salah satu dari mereka.


Dan benar adanya dalam persiapan cukup panjang dia pada akhirnya benar-benar di sulap seperti Cinderella.


"Bukankah dia begitu sempurna?"


Ucap salah satu dari perempuan tersebut.


********


Jefrey terlihat duduk bersandar di atas kursi sofa, jemari panjang dan indah nya terlihat sibuk memainkan handphone nya.


Di satu sudut Ken terlihat berdiri tegap menunggu perintah apapun yang mungkin akan di berikan tuan nya nanti.


Di atas meja kerja yang biasa di pakai Jefrey terdapat beberapa berkas-berkas yang telah dipersiapkan dari jauh-jauh hari, Justin sang adik nya terlihat duduk di sana sambil menatap langit yang terbentang luas di hadapannya.


Di sebuah kursi sofa seorang laki-laki dan perempuan yang tidak lain supir pribadi dan pelayanan kepercayaan Isabella menunggu dengan perasaan berdebar-debar.


Di sudut kursi lainnya seorang laki-laki terlihat mengelap keringatnya berkali-kali, dia fikir ini kali pertama dia berhadapan dengan orang yang berkuasa, kepalanya terasa ingin pecah dan tubuh nya gemetaran, cukup takut jika acara nya di mulai dia melakukan sedikit kesalahan.


Dia paling takut berhadapan dengan laki-laki yang ada di hadapannya itu, sebab siapa yang tidak tahu sepak terjang laki-laki itu dalam memperlakukan orang-orang disekitar nya yang jika melakukan sebuah kesalahan.


Sedangkan Raisa kata nya akan menyusul sejenak lagi karena ada pekerja yang harus dia selesaikan.


Cukup lama mereka menunggu disana hingga harum jam terus bergerak dan bergeser sejak tadi.


Jefrey jelas bukan type laki-laki yang suka menunggu, tapi untuk Isabella dia jelas bisa menunggu semua nya dengan penuh kesabaran.


Laki-laki itu terus menghabiskan waktu untuk dirinya menunggu dengan cara memainkan handphone nya.


Hingga akhirnya tiba-tiba terdengar ketukan dan seseorang masuk kedalam.


Itu adalah Raisa.


"Isabella sudah berada di ruangan utama"


Setelah Raisa berkata begitu, Jefrey Van Efron langsung menaikkan wajah nya, gaya cool dan dingin begitu kentara terlihat dari balik wajah nya.


Coba bayangkan siapa yang tidak akan jatuh cinta pada nya.


Laki-laki itu langsung berdiri, menyimpan handphone nya ke dalam kantong celananya lantas berjalan ke arah luar di ikuti yang lainnya.


Mereka berjalan menuju ke arah satu ruangan besar yang telah di siapkan khusus oleh Justin dan Ken atas permintaan Jefrey, dimana ruangan itu akan menjadi tempat dimana Jefrey akan mengikat Isabella selama-lamanya dalam satu ikatan sakral yang tidak akan dipisahkan oleh siapapun kedepan nya.


Begitu Ken membuka pintu besar yang menjulang tinggi dihadapan mereka, Jefrey disambut oleh wanita paruh baya lebih yang tersenyum lebar menatap nya dengan bola mata berkaca-kaca.


"Mom"


Jefrey secepat kilat mencium wanita tersebut yang tidak lain adalah Mommy nya.


"Dia benar-benar gadis yang cantik"


Bisik wanita itu sambil menerima ciuman di pipi yang dipersembahkan oleh putra kesayangan nya tersebut.


Mendengar kata dia benar-benar cantik, membuat Jefrey Van Efron langsung menelisik ruangan tersebut, mencari sosok Isabella yang telah menunggu nya sejak tadi.


Sejenak bola mata nya terpaku dan terpukau pada satu pemandangan di ujung sana, dimana Isabella Tengah berdiri dengan perasaan tegang di sudut ruangan besar tersebut.


Menggunakan gaun pengantin simple yang merupakan pilihan nya dan diyakini Jefrey memang pantas untuk gadis tersebut.



Lihatlah, Bukan kah dia benar-benar telah sempurna menjadi Lily of the Valley?.


Laki-laki itu berjalan perlahan mendekati sosok Isabella, menapakkan langkah menuju ke arah gadis cantik itu dengan tatapan yang begitu sulit untuk di artikan.


"Bella"


Satu panggilan meluncur dari balik bibi Jefrey, seketika gadis itu menoleh, menatap laki-laki itu dengan pandangan berkaca-kaca, kemudian Isabella terlihat mengembang kan senyuman paling terindah nya.