
Masih Kembali ke masa kemarin
Setelah sesi pemotretan
Isabella terlihat mendengar kan apa yang di ucapkan seseorang diseberang sana dari balik handphone nya.
Setelah akhir nya cukup lama dia menutup panggilan nya.
Ketika Moma bertanya bagaimana dan siapa, dia dengan tenang berkata agar Moma segera menghubungi Raisa untuk dirinya.
"Ada apa?"
"Kau tahu? Mayang menggunakan seorang gadis untuk bisa membuat Mr. K tergiur menerima penawaran Mayang untuk mendekati diri nya dengan suami ku"
"Apa aku bisa menebak orang nya?"
Moma terlihat mengerut kan keningnya.
"Raisa mengenal nya dengan baik"
Jawab Isabella cepat.
"Ya?"
Moma semakin mengerutkan keningnya.
"Mari membuat permainan nya menjadi semakin menarik,kita bisa saling bermain licik"
Ucap Isabella sambil mengembang kan senyuman.
"Maksud kamu?"
"Aku butuh Raisa untuk bisa menghubungi orang tersebut"
Setelah berkata begitu, Isabella membuang pandangannya.
"Sambungkan aku kepada dirinya"
Setelah mendengar permintaan Isabella, moma dengan cepat menekan satu tombol dimana disana terpampang dengan jelas nama Raisa disana.
Setelah panggilan nya terhubung pada Raisa, Isabella berkata.
"Mari bertemu dalam 30 menit lagi di gedung Van Efron"
Ucap Isabella cepat.
********
Van Efron company
Sejenak Isabella menatap Raisa yang terlihat bingung karena tiba-tiba menghubungi diri nya tadi.
Dia fikir apakah ada sesuatu yang buruk terjadi.
"Ada apa?"
"Ini cukup serius"
Ucap Isabella pelan.
"Maksud nya?"
Raisa langsung mengerut kan keningnya.
"Aku pikir Mayang sedang merencanakan soal sesuatu"
Mendengar ucapan Isabella, Gadis itu langsung menggelengkan kepalanya secara perlahan.
"Perempuan gila itu"
Umpat nya pelan.
"Kali ini apa yang dia rencanakan?"
"Aku fikir dia sedang ingin bermain-main dengan Tuan Zigaz"
Isabella bicara sambil menatap dalam wajah Raisa.
"Dia ingin agar bisa mendapatkan Jefrey Van Efron dengan melalui tuan Zigaz"
Mendengar kata Zigaz jelas saja membuat Raisa mengerutkan keningnya.
"Itu adalah King? dia ingin menggunakan King untuk melancarkan aksinya?"
tanya Raisa sambil terus mengerutkan keningnya.
"seperti yang barusan kamu dengar, dan aku dengar dia akan menggunakan seorang gadis untuk jaminannya"
Setelah berkata begitu bisa memberikan satu foto kepada Raisa.
Gadis itu langsung menerima foto tersebut dan memperhatikannya dengan seksama, namun sepersekian detik kemudian seketika dia terkekeh geli saat dia sadar siapa yang ada di foto tersebut.
"Perempuan itu benar-benar ingin cari mati"
Ucap Raisa sambil menggelengkan kepalanya tidak percaya.
"Kenapa?"
Kali ini Isabella yang mengerutkan keningnya saat memperhatikan ekspresi Raisa yang berubah tiba-tiba.
Raisa bertanya ke arah Isabella.
"Tentu saja, ini adalah adik perempuan Aldi, maka nya aku bilang pada Moma kamu pasti mengenalnya"
Jawab Isabella cepat.
Mayang mengembangkan senyuman nya.
"Itu jelas benar, tapi ada hal lain nya lagi yang akan mengejutkan kamu"
"Misalnya?"
"Kau tidak akan percaya jika aku memberitahukan kamu siapa gadis muda ini"
"Siapa dia?"
"Ini adalah tunangan Mr. K '
Mendengar ucapan Raisa seketika Isabella terkejut bukan main..
"Apa?"
******
Kembali ke masa semalam
Saat Mayang merasa mata nya mulai terasa berat karena lama menanti, perempuan itu berfikir dia nyaris tertidur karena rasa kantuk dan lelah yang menyerangnya Seca tiba-tiba.
Namun begitu suara pintu depan terdengar terbuka seketika perempuan itu membuka bola matanya dan memperhatikan siapa yang ada di depan sana.
"Kau akhirnya datang juga?"
Senyuman Mayang seketika merekah, dia bergerak cepat berdiri dari posisi nya dan Mencoba mendekati Jefrey yang berjalan kearah diri nya.
Mayang langsung berusaha untuk memeluk Jefrey tapi laki-laki itu mengabaikan nya, langsung berjalan menuju ke arah depan.
"Kenapa kamu mengundang ku kemari?"
Tanya laki-laki itu lantas duduk tepat di kursi dimana awalnya Mayang duduk.
"Ah... aku hanya ingin mengundang mu menghabiskan waktu untuk melewati makan malam bersama"
Jawab Perempuan itu cepat.
Dia duduk di kursi yang seharusnya dia berikan kepada Jefrey.
"Apa kamu keberatan?"
Tanya mayang pelan pura-pura merasa bersalah.
"Tidak, mari menghabiskan makan malam kita kemudian bicara bersama empat mata"
Mendengar ucapan Jefrey jelas membuat Mayang Begitu bersemangat.
Dia buru-buru meraih piring makan nya dan membiarkan Jefrey juga ikut menikmati makan malam nya.
Sejenak Perempuan itu Menukar minuman mereka.
"Itu sudah nyaris ku habiskan tadi"
Ucap Mayang pelan.
Jefrey tidak menjawab, membiarkan perempuan itu Menukar gelas minuman mereka.
Bola mata Mayang terus menatap minuman milik Jefrey, dia fikir kapan laki-laki itu akan menyentuh minuman nya?!.
Namun belum sempat dia melihat Jefrey menghabiskan minuman nya, Mayang Merasa tiba-tiba kepalanya menjadi begitu berat dan pusing.
Sepersekian detik kemudian tiba-tiba Perempuan tersebut berusaha untuk menetralisir bola matanya yang semakin lama semakin memberat.
"Ada apa?"
Jefrey bertanya sambil mengerutkan keningnya.
"Aku fikir aku demam"
Ucap Perempuan itu pelan.
"Aku akan membawa mu untuk naik ke atas kasur"
Mendengar kata kasur jelas membuat Mayang menjadi begitu bersemangat.
"Baiklah"
Hingga akhirnya laki-laki itu membàwa dirinya secara menuju ke arah kasur yang mendominasi berwarna putih tersebut.
Begitu Jefrey meletakkan tubuh mayang keatas kasur tersebut, perempuan itu mulai merasa tubuhnya menjadi gerah dengan pandangan yang jelas tidak normal seperti Biasanya.
Saat Mayang Mencoba memejamkan bola matanya untuk beberapa waktu Tiba-tiba dari Arah balik pintu muncul seseorang yang berjalan mendekati mereka.
"Ini waktu nya kamu masuk"
Ucap Jefrey kemudian memberikan sebuah cek kepada laki-laki tersebut.
Laki-laki itu mengambil cek tersebut sambil melebarkan senyuman nya.
"Dengan senang hati"