
Disisi belakang
Ruang pengawasan CCTV
Jefrey terus memperhatikan tiap titik layar monitor CCTV Sejak tadi dengan seksama begitu juga dengan Aldi.
Diikuti Para pengawas dan beberapa orang lainnya yang jelas juga sibuk menatap ke arah Beberapa layar monitor pengawas CCTV yang ada dihadapan mereka.
"Kamera 4, perhatian wajah laki-laki itu baik-baik"
Jefrey bicara dengan laki-laki yang menjadi operator pengawas CCTV yang ada di hadapannya itu.
Laki-laki itu dengan cepat langsung membesarkan posisi layar milik nya, membiar kan kan Jefrey memerhatikan dengan seksama seseorang menjadi sasaran oleh mereka selama ini.
"Bisa kamu lihat ekspresi wajah nya saat ini ketika melihat gadis itu?"
Tanya Jeffrey kepada Aldi dangan cepat.
"Ya...Aku melihat nya dengan seksama"
Jawab Aldi cepat.
bisa mereka lihat bagaimana ekspresi orang tersebut, ada raut keterkejutan yang luar biasa ditampilkan oleh wajah yang ada di dalam layar monitor di hadapan mereka saat ini.
Bagi mereka Laki-laki itu seolah-olah baru saja melihat hantu di antara keramaian.
Takut mempercayai mata nya untuk beberapa waktu.
Bisa Jefrey lihat juga laki-laki itu terlihat berusaha memperbaiki pandangan nya, kemudian laki-laki itu terlihat berusaha untuk mencari pegangan di sekitar nya.
Bola mata laki-laki itu seolah-olah mencari orang-orang lain yang dia kenal sejak tadi, ingin memastikan apakah ada yang salah dengan apa yang dia lihat sejak tadi.
"Perhatikan terus pergerakan nya, Pastikan gadis itu baik-baik saja"
Tiba-tiba Jefrey bicara kepada semua orang melalui headset bluetooth nya.
"Baik tuan"
********
Di atas panggung teater
Semua orang masih terus sibuk dengan peran mereka masing-masing, terus fokus dengan alur kisah yang mereka buat sejak awal.
Isabella dan Raisa saling menatap dengan perasaan puas, mereka tahu teater yang ditampilkan jelas menyinggung banyak orang yang terlibat didalam nya.
Tidak lama lagi semua orang yang terlibat akan keluar satu persatu.
*******
Di atas barisan kursi penonton
Di antara lautan manusia, di antara sorak Sorai penonton dimana drama yang mereka tonton tiba pada puncak nya, seketika semua orang duduk berdiri dari tempat mereka,. yang memang telah berdiri sejak awal terlihat begitu antusias dan bersemangat memberikan tepuk tangan terbaik dari mereka.
Begitu puas dengan apa yang ditampilkan oleh para kru teater atas hiburan yang begitu luar biasa.
Tidak lupa mereka mengumpat sang pemeran jahat yang ada didalam kisah klasik tersebut.
Seolah-olah jika kejadian itu benar ada, mereka siap menghajar orang-orang jahat yang ada.
Meri dan Mayang berusaha untuk saling berpegangan, di mana Meri merasa wajah nya kini menampilkan kepucatan yang luar biasa.
Dia seolah-olah menyakini diri jika yang di buat kisah nya adalah soal dirinya, putri nya dan putri tiri nya Lira.
Dia fikir bagaimana bisa ada kisah kebetulan seperti itu di dunia ini?!.
"Aku pasti sudah gila, Mayang kau lihat?"
Meri bicara sambil berusaha menyentuh keningnya, dia mencoba menatap ke arah putri nya untuk beberapa waktu.
Mayang terlihat tidak bicara, entah apa yang ada didalam Fikiran nya saat ini.
Tapi gadis itu seolah-olah tahu waktu ini lamban laut akan tiba, saat ini pasti akan menghantam Mereka dan semua kejahatan akan terbuka sedikit demi sedikit dengan sendirinya.