Istri Tak Ternilai Tuan Jefrey

Istri Tak Ternilai Tuan Jefrey
Bergerak ke kandang musuh


Catatan \= covernya di ganti NT Makkk, padahal suka yang kemarin diri ku, kesan nya lebih gimana gitu🤧🤧🥺🥺😭😭.


*******


Mulyono company


08.20 Am


Begitu sang supir menepikan mobilnya, Moma langsung membawa beberapa barang milik Isabella sedangkan isabella langsung turun dengan cara nya yang begitu anggun.


Menggunakan gaun dengan warna kalem namun terkesan begitu elegant serta kaca mata hitam nya, Perempuan itu mulai berjalan dari arah parkiran menuju ke arah dalam perusahaan.


Beberapa pegawai terlihat menyapa dan menundukkan kepala mereka, terlihat begitu kagum dengan penampilan sederhana Perempuan tersebut.


Bahkan senyuman ramah Isabella sedikit pun tidak lepas dari bibir nya, dia terus melebarkan senyuman nya ketika orang-orang menyapa dan tersenyum kepada dirinya.


Aldi tampak berdiri dari lantai atas di tepian tangga, laki-laki itu menatap Isabella dengan pandangan yang cukup sulit di artikan.


Ada setitik senyuman di balik bibirnya, begitu samar tapi menandakan betapa dia telah menunggu perempuan itu sejak beberapa waktu ini.


Wajah cantik Isabella seolah-oleh mengingatkan nya kepada seseorang, satu sosok yang telah lama tiada.


Sejak awal melihat nya, wajah itu telah memancing dirinya, mengingatkan kembali Dirinya pada satu sosok yang membuat dia membenci seseorang karena kematian nya.


Isabella terlihat mulai masuk ke arah pintu elevator kaca tembus pandang dan mulai naik menuju ke atas diikuti Moma di samping nya, Aldi terlihat bergerak menuju ke arah pintu penghubung elevator tersebut diikuti sosok seorang perempuan di samping nya.


Aldi berjalan melangkah kan kaki nya menuju ke arah sana, sembari bola mata nya terus menatap sosok Isabella.


Begitu tiba di depan pintu elevator, Aldi terlihat menunggu disana, menatap tiap nomor elevator yang terus bergerak naik sejak tadi hingga tiba di angka lantai tersebut.


Tringgggg


Suara pintu terbuka, Isabella masih Sibuk berbincang dengan Moma, bola mata nya masih menatap ke arah laki-laki gemulai tersebut.


Seulas senyuman mengembang di balik wajah Aldi, begitu Isabella menoleh Seketika bola mata mereka berpadu antara satu dengan yang lainnya.


Sejenak Isabella cukup terkejut, ekspresi nya menampilkan raut wajah yang sedikit aneh, dia menatap Aldi kemudian menatap Perempuan di samping nya itu, tidak lama kemudian Isabella itu menunduk kan kepalanya dan dibalas oleh kedua orang yang ada di hadapannya itu.


"Selamat datang di Mulyono company, Nona Isabella"


Ucap Perempuan yang ada di hadapannya itu.


Isabella mencoba mengembangkan senyuman nya.


Jelas perempuan disamping Aldi cepat.


Tanpa mengeluarkan sepatah katapun, Isabella mengikuti langkah kedua orang yang ada di hadapannya itu.


"Pemotretan akan dilakukan dalam 1 jam kedepan, kami akan memperkenalkan semua kru dan tim yang terlibat didalam pemotretan nya dengan nona isabella dan Miss moma"


Perempuan itu terus bicara sambil melangkah ke arah depan, mensejajarkan langkah nya dengan Isabella.


"Dan didalam pemotretan kali ini, akan ada satu season dimana Nona Isabella akan melakukan pemotretan bersama dengan model lain yang juga ikut didalam nya"


Isabella tetap tidak menyahut, Aldi terlihat mencoba untuk melirik sejenak ke arah Isabella.


"Aku fikir Nona Isabella sedikit tidak banyak bicara?"


Tanya Aldi kemudian.


"Dia memang sedikit pendiam, Pak"


Jawab Mona cepat.


Mendengar jawaban dari Moma,. seketika Aldi mengulumkan senyuman nya.


"Ini Ruangan khusus nona Isabella"


Perempuan tadi bicara sambil menghentikan langkah nya di salah satu pintu, di secara perlahan mulai membukakan pintu ruangan tersebut.


"Kami harap anda menyukai nya, Nona Isabella"


Mendengar ucapan penuh harapan perempuan tersebut, Isabella hanya berusaha mengembangkan senyuman nya.


Moma baru akan bicara ketika tiba-tiba terdengar sebuah suara dari arah belakang mereka.


"Mereka sudah tiba?"


Mereka langsung menoleh ke arah asal suara, saat isabella menoleh ke arah kirinya, seketika bola mata Isabella membulat saat dia tahu siapa yang ada di hadapannya saat ini.


"Senang mengenalmu, Nona isabel"


Seorang perempuan bicara sambil terus melangkah mendekati mereka.