
Ke esokan hari nya
06.25 AM
Masih di Villa
Puncak
Mayang terlihat berusaha menggerakkan tubuhnya untuk beberapa waktu, ketika samar-samar terdengar keributan di sekitar nya.
Rasa pusing, mual dan lelah Menghantam diri seketika itu juga, bahkan dia merasa seolah-olah dia baru saja habis bekerja cukup keras seharian.
Tubuh nya terasa begitu capai dan lelah.
Perempuan itu berusaha untuk membuka bola matanya secara paksa, namun tidak tahu Kenapa rasanya masih terasa begitu berat dan enggan.
Namun karena suara berisik, bising dan beberapa flash cahaya terus menembak ke arah dirinya dan membuat silau disekitar nya maka mayang berusaha untuk memaksakan diri membuka bola matanya.
Dia terus berusaha bangun dari tidur lelapnya ditengah rasa pusing yang menghantam kepalanya tanpa ampun.
Ada apa ini?!
Perempuan itu bertanya sambil mencoba memegang kepalanya, dia membuka perlahan bola matanya.
Sejenak perempuan itu merasa tangan seseorang melingkar di pinggang nya.
Sejenak Mayang berfikir apakah semalam begitu berhasil?!.
Yah semalam seharusnya memang berhasil tapi kenapa kepalanya terasa begitu pusing sekali?!.
Dirasa tubuhnya begitu berat dan sakit, samar-samar dia ingat satu sesi per..cin..taan hebat yang terjadi semalam.
Bukankah laki-laki itu luar biasa?!.
Dia tidak pernah mendapat kan nya dari laki-laki manapun yang seperti itu sebelumnya.
Dia benar-benar merasa terpuaskan.
Ketika pemikiran nya menghantam sejenak dia membeku saat puluhan pasang kamera membidik ke arah dirinya ketika dia benar-benar berusaha membukakan kedua belah bola mata nya
Bisa dia lihat ada puluhan manusia yang ada didalam kamar nya, mereka adalah para wartawan pengejar berita.
Mayang terlihat mengembangkan senyuman nya, dia fikir rencana nya benar-benar berkembang hingga berjalan sejauh ini.
Dia pura-pura menjadi panik, padahal realita nya dia seketika mengembang kan senyuman tipis nya, dia jelas bahagia karena dengan begitu bukan kah semua benar-benar berjalan Sesuai dengan rencana nya secara sempurna.
Kilatan lampu flash terus menyilaukan bola mata perempuan itu, para wartawan seketika menjadi heboh dengan keadaan.
Beberapa orang berusaha untuk memasang jarak agar para wartawan tidak bergerak terlalu jauh.
Mayang masih dengan kondisi kepala nya yang terasa sakit dan pusing, berusaha untuk melihat ke arah sisi kanan nya.
Awalnya Mayang pura-pura mengeluarkan air mata nya, memasang ekspresi panik sambil berusaha mengguncang tubuh laki-laki disampingnya itu yang ditutupi oleh bad cover mendominasi berwarna putih disampingnya itu.
Hanya terlihat rambut laki-laki itu saja.
Sejenak terlihat sebuah gerakan didalam selimut tersebut Secara perlahan, kemudian untuk beberapa waktu laki-laki didalam sana berusaha untuk menetralisir keadaan nya.
Mayang fikir apakah Jefrey Van Efron menyadari kenyataan? sehingga laki-laki itu memilih untuk tidak membuka selimut Tersebut?!.
Perempuan itu fikir rencana nya harus bergerak sempurna.
Ketika semua wartawan membuat berita, maka semua kasus akan muncul kepermukaan, Jefrey Van Efron mau tidak mau harus bertanggung jawab atas perbuatannya.
Laki-laki itu jelas mau tidak mau menikahi dirinya.
Karena dia fikir Jefrey Van Efron tidak kunjung mau membuka selimut tebal tersebut, Mayang jelas langsung pura-pura histeris sambil menarik paksa kain mendominasi berwarna putih tersebut dari tubuh Jefrey Van Efron.
Begitu kain tersebut telepas, bisa dia lihat tubuh seorang laki-laki masih terlelap didalam sana, satu tangan nya mencoba menutupi wajahnya saat puluhan flash kamera mengganggu dirinya.
"Ada apa ini?"
Tahu-tahu suara bariton laki-laki itu memecah keadaan.
Laki-laki itu langsung menyingkir kan tangan nya dari Wajah nya lantas menatap tajam kearah depan
Mayang seketika membeku dan terbelalak kaget saat dia sadar siapa yang ada disampingnya itu, siapa yang menghabiskan waktu semalaman dengan diri nya.
"Ba..gaimana bisa?"
Mayang jelas tercekat saat itu juga.
"Kauuu?"