
Suara musik Opera Terdengar memenuhi gedung moulin rouge dimana para pemain teater nya telah di perlihatkan satu persatu ketika kain penutup di naikkan ke atas.
Seorang laki-laki terlihat bergerak di bagian tengah, menjadi sang pemegang puncak acara teater tersebut.
Kemudian berikut nya dari sana terdapat barisan penari perempuan yang ikut masuk menampilkan atraksi mereka.
Ini adalah sebuah drama musikal yang dipersembahkan oleh semua orang, dimana
Moulin Rouge merupakan film drama musikal romantis tahun 2001 yang disutradarai oleh Baz Luhrmann dan diproduseri oleh Baz Luhrmann, Fred Baron dan Martin Brown. Naskah film ini ditulis oleh Baz Luhrmann dan Craig Pearce Dimasa lalu.
Kemudian dikembangkan kembali oleh Jefrey Company and team untuk menghidupkan kembali Panggung teater yang sempat mati
Dan Ini masih pada lagu pembuka, belum benar-benar masuk ke acara teater sempurna yang direncanakan.
Bisa dilihat suara-suara indah dan tarian saling bersahutan dan menghiasi panggung Moulin Rouge.
Isabella terlihat melirik ke arah Jefrey, dia seolah-olah bertanya-tanya bagaimana berikut nya.
Rencananya dia akan masuk ke panggung sejenak lagi bersama Raisa.
Ketika seseorang menghampiri mereka sambil menundukkan kepalanya, Jefrey seketika menganggukkan kepalanya, laki-laki itu membiarkan sang istri nya dan Raisa mengikuti laki-laki tersebut.
Kemudian Jefrey mulai bergerak ikut melesat menuju ke arah belakang layar.
******
Dibelakang sana beberapa orang menyambut kedatangan Isabella dengan pandangan bahagia, seolah-olah mereka telah mempersiapkan semuanya sejak awal secara sempurna.
Begitu Isabella masuk bersama Raisa, secepat kilat orang-orang itu mengganti kostum kedua orang tersebut.
Jefrey melesat masuk menuju kearah ruangan berbeda dimana didalam nya terdapat Aldi yang telah menunggu nya sejak tadi.
Ketika Isabella dan Raisa telah di ganti dengan kostum sedemikian rupa, bisa dilihat Raisa bertanya kepada seluruh anggota kru yang ada di belakang.
"Berapa lama lagi waktu naik nya?"
Gadis itu bertanya sambil Menukar sepatunya.
"Dalam hitungan mundur 20, sayang"
Tiba-tiba Moma bicara dari arah belakang mereka.
"This is perfect baby, kamu benar-benar macam pelakon ibu tiri yang kejam"
Raisa tampak ikut terkekeh.
"Aku fikir aku tidak bisa sekejam ibu tiri, lebih tepat nya aku bisa menjadi ibu tiri yang manis ketika aku mendapatkan seorang anak dari seorang duda"
Mendengar candaan Raisa, Isabella terlihat terkekeh kecil.
"Sayang nya aku tidak menikahi duda beranak tiri"
Setelah berkata begitu mereka saling tertawa kecil.
"Oke, bersiaplah baby, dalam hitungan 20, move"
Moma bicara pada semua orang dengan cepat.
Ketika orang-orang mulai bergerak, isabella dan Raisa masuk ke barisan terdepan.
Sepersekian detik kemudian pintu belakang mulai dibuka secara perlahan, Isabella dan Raisa bersiap masuk menuju kearah dalam panggung teater besar tersebut.
Saat kembang api besar dinyalakan dan memecah suasana seketika music berubah, yang dari tarian dan nyanyian kini menjadi sebuah acara teater berkelas dengan satu kisah tidak terduga.
semua orang jelas langsung masuk ke dalam panggung Moulin Rouge.
Awal kisah teater Yang ditampilkan terlihat biasa saja, anak gadis yang cantik dengan kehidupan sempurna nya.
Tapi siapa sangka kisah itu kemudian berubah menjadi kisah Cinderella, dimana sang Papa nya menikah lagi dengan sang istri mudanya dan memiliki seorang anak tiri.
Penyiksaan demi penyiksaan terjadi.
Di kursi penonton Meri dan Mayang jelas terbelalak kaget, menatap tidak percaya dengan apa yang ditampilkan para pemain teater didepan sana.
Hingga akhirnya satu kejadian mengerikan terjadi, sebuah pembunuhan dan penjebakan terjadi kepada sang Cinderella.
Dan satu sosok Pengganti Amora keluar serta tampil di antara semua orang.
Jika ada yang bertanya bagaimana ekspresi Meri dan mayang, bayangkan saja bagaimana wajah memucat mereka terlihat jelas di antara para penonton yang bersorak marah.
Dimana tiap sudut kamera CCTV terus bekerja di depan layar, Dibelakang panggung teater dimana semua orang terus memperhatikan layar LCD yang menampilkan gambar-gambar di setiap sudut tempat yang menjadi titik sasaran.
Jefrey, Aldi dan semua orang terus memperhatikan layar dihadapan mereka,. mencari sosok dan memperhatikan gerak-gerik orang yang mereka ini mereka curigai.
Sedangkan di luar sana justin terus berusaha berkomunikasi dengan semua orang melalui headset bluetooth nya dengan semua orang.
Bisa dibayangkan bagaimana suasana riuh dan tegang kini menyatu menjadi satu.
Dimana orang-orang jelas sibuk dengan apa yang menjadi titik keinginan mereka masing-masing untuk menyelesaikan keadaan bersamaan dengan orang-orang yang mulai menegang dengan keadaan.