Istri Tak Ternilai Tuan Jefrey

Istri Tak Ternilai Tuan Jefrey
Sesuatu yang tidak terduga


Mansion utama Justin Van Efron


Beberapa hari setelah semua kasus mereda


Ketika semua kehidupan telah kembali normal


seperti semula


Setelah semua kasus pecah, ada satu berita tak terduga ikut pecah, Ibnu ternyata bukan hanya terlibat kasus penipuan dikeluarga Santoso dan pembunuh saja, Desas-desus berkata laki-laki itu terlibat kasus penipuan atas beberapa keluarga dimana dia mencoba menggeruk harta tersembunyi milik mangsanya di beberapa bank Dunia.


Bahkan kabarnya laki-laki itu melakukan penyelundupan aset-aset berharga beberapa korban nya.


Ibnu jelas tidak bekerja sendirian, mereka bilang agen masuk sebagai bentuk tipuan atas kematian Amora.


Justin berjalan tergesa-gesa menuju ke dalam mansion utama nya, saat seseorang menghubunginya dan berkata ada hal yang cukup mendadak yang harus disampaikan oleh nya soal Amora dan kapten Havana.


Justin sebenarnya sudah melupakan soal Havana, gadis yang memiliki rupa persis seperti mantan kekasih nya itu.


Dia fikir dia tidak harus menyamakan mereka, sebab meskipun wajah seseorang bisa sama jelas sifat akan mengeluarkan karakter yang begitu berbeda.


dia Harus melupakan segalanya.


Melupakan Amora dan membuka lembaran baru untuk menata masa depan nya.


Dia berfikir untuk melepas kan apa yang harus dilepas dan membuang semua kenangan soal Amora meskipun berat terasa.


Tapi hari ini tiba-tiba panggilan yang terjadi mengejutkan Dirinya.


"Ini soal Nona Amora dan nona Havana"


"Maksud nya?"


"Awalnya aku fikir mungkin aku salah, tapi semakin kesini semakin terkuak soal sesuatu soal segalanya, anda tidak akan percaya dengan ini semua"


Hingga akhirnya kata-kata dibalik Handphone nya membuat dia terburu-buru kembali dari perusahaan nya.


Begitu tiba di mansion nya, laki-laki itu secepat kilat menuju ke arah lantai atas, melesat naik menemui siapa yang sejak tadi menunggu diri nya.


Dan kini disinilah dirinya.


Sejenak justin mengerut kan keningnya saat salah satu orang kepercayaan nya berkata.


"Ini terdengar sedikit aneh, tapi kami mendapat kan sebuah salinan asli tes DNA nona Amora yang di malam kematian nya"


Laki-laki itu bicara sambil meletakkan sebuah amplop coklat kehadapan Justin.


Sejenak justin menggerakkan tangannya meraih amplop Tersebut, dia mencoba membuka amplop coklat itu secara perlahan dan melihat isi di dalamnya.


Seketika ekspresi wajah laki-laki itu terlihat berubah, Justin langsung memundurkan langkahnya secara perlahan.


Tidak mungkin!.


********


Kediaman utama Aldi


Aldi terlihat menatap Kedatangan Justin dari Arah satu layar monitor besar di Mansion nya.


Bisa dia lihat bagaimana ekspresi Justin saat ini, dia fikir pada akhirnya laki-laki itu benar-benar mendatangi dirinya.


Seketika dia mencoba bicara melalui headset bluetooth di balik telinga kanan nya.


"Aku fikir dia mulai mendapatkan informasi soal Havana"


Ucap Aldi kepada seseorang dibalik handphone nya.


Laki-laki itu langsung berbalik kebelakang, bisa dilihat 2 Laki-laki bernada tegap yang menggunakan pakaian intelijen terlihat menaikkan tangan mereka dan memberikan hormat kepada Aldi.


Tangan kanan Aldi bergerak mengambil pistol dibalik pinggang nya, dia memberikan pistol tersebut kesalah satu laki-laki tersebut, setelah itu Aldi meminta kedua laki-laki itu agar menghilang dari sana tanpa sedikit pun meninggalkan jejak.


"Pastikan data dirinya tetap terjaga hingga satu kasus terakhir yang kami selidiki terbuka"


Setelah berkata begitu Aldi langsung mematikan panggilan nya, dia bergerak ke sisi kanan nya dimana ada satu Ruangan khusus terdapat banyak anggota berpakaian dinas lengkap serta orang-orang yang menggunakan senjata lengkap sibuk memantau layar monitor Yang tersusun rapi disana.


Laki-laki itu keluar dari ruangan tersebut dengan gerakan yang begitu santai, beberapa orang mulai menaikkan tangan mereka tiap kali laki-laki itu Bergerak kearah mereka.



"Selamat siang Letnan O'Neill"


"Letnan O'Neill"


"Letnan"


Terus seperti itu hingga akhirnya Laki-laki itu masuk ke satu pintu elevator dimana ketika dia naik ke atas sana nanti, dunia berbeda akan menantinya.


Tidak pernah ada yang tahu Dibalik mansion mewah tersebut ada kehidupan lain yang paling ditakuti oleh barisan para penjahat lainnya.


Begitu Aldi naik ke atas menuju ke arah ruang mansion utama nya, dari Elevator kaca sisi kanan nya Havana terlihat turun menuju kelantai bawah menuruti perintah sang atasannya.


Bisa dia lihat Gadis itu menaikkan tangan kanan nya, memberikannya penghormatan kepada sang atasan nya.


******


Catatan \= ingat musik-musik di film ala kapten Amerika dan lain sebagainya.


Akan ada sequel tersendiri untuk kisah Aldi dan Raisa Juga Amora dan Justin.