
Kamar tidur utama
Beberapa jam kemudian
Setelah beberapa waktu menghabiskan waktu dengan belajar, disambung dengan sedikit mendapat kan permainan akhirnya tanpa disadari bola mata Harvey mulai merapat secara perlahan.
Isabella sendiri terlihat mulai ikut terlelap di dalam tidur nya bersamaan dengan Harvey yang pada akhirnya mulai terlelap tepat disamping Mommy nya itu.
Tangan Isabella masih terlihat menepuk-nepuk lembut punggung putra nya itu, meskipun matanya sudah terlelap realita nya jiwa seorang ibu-ibu memang seperti itu.
Mereka bisa masih dengan setia menipuk-nipuk lembut punggung anak-anak mereka atau menggaruk lembut belakang anak-anak mereka tanpa mereka sadari.
Sebab ibu-ibu tetaplah seorang ibu yang selalu suka membuat anak-anak mereka menjadi nyaman dengan keadaan.
Lama Isabella mengerakkan tangan nya sejak tadi hingga akhirnya tiba-tiba sentuhan seseorang mengejutkan diri nya.
Isabella membuka bola matanya secara perlahan, menatap dengan perasaan sedikit terkejut kearah depan nya.
Rupanya itu adalah sang suami nya.
"Ada a..."
Dia baru ingin bertanya tapi Jefrey langsung menutup mulutnya dengan jemari telunjuk laki-laki tersebut.
"Ssttttt"
Laki-laki itu meminta agar sang istri nya tidak mengeluarkan suara berisik hingga bisa membangun kan putra mereka.
Perempuan itu jelas mengerutkan keningnya, dia fikir kenapa suami nya bergerak mirip seperti seorang pencuri dikamar mereka sendiri.
Jika bertemu dengan Perempuan yang gampang panikan, bisa Isabella Pastikan Jefrey sudah habis di hajar dengan gagang sapu karena mengejutkan sesi tidur lelap seseorang.
Perempuan itu menggerakkan kepalanya, bertanya ada apa.
Alih-alih menjawab, Jefrey malah meminta Isabella melepaskan genggaman dan pelukan nya dari Harvey.
Pada akhirnya perempuan itu hanya bisa menurut, secara perlahan melepaskan pelukannya pada Harvey, membiarkan putra nya itu terlelap di dalam alam mimpi nya.
Setelah memastikan Harvey tidak bangun dari tidur nya, Isabella Bergerak perlahan turun dari kasur tersebut dan berjalan mengikuti langkah suami nya.
"Sayang?"
Isabella menatap punggung laki-laki itu untuk beberapa waktu, dia Fikir kemana laki-laki itu ingin membawanya di jam malam tersebut.
Awalnya Isabella sempat berfikir jika Jefrey mungkin akan membawa nya untuk tidur di kamar sebelah.
Laki-laki itu jika menginginkan sesuatu selalu punya cara belakangan ini untuk tidak mengganggu aktivitas tidur Harvey.
dan yang Isabella suka, sang suami sudah mulai bisa mengontrol kesabaran nya dan rasa cemburunya pada putra mereka sendiri.
Rasanya ingin tertawa melihat tingkah laku Jefrey.
Dulu dia fikir laki-laki merupakan sosok dingin yang menyebalkan, tapi rupanya laki-laki begitu penuh kehangatan dan sangat manja.
Rupanya kadang-kadang cover seseorang mampu menutupi sosok asli nya.
"Kita mau kemana?"
Isabella bertanya sambil menatap ke arah tangan nya yang digenggam erat oleh Jefrey sejak tadi.
"Kemarilah"
Bisik laki-laki itu kemudian membiarkan isabella berada di depannya.
Jefrey lantas kembali berbisik dibelakang Isabella.
"Tutup mata kamu hmmm"
mendengar kata tutup mata kamu membuat Isabella menaikkan ujung alisnya.
"Baby...?!"
Jefrey lagi-lagi berbisik.
Pada akhirnya Perempuan itu memejamkan bola matanya.
Membiarkan Jefrey menuntun dirinya ke atas sana.
Meskipun sudah menikah dalam beberapa bulan ini, dia belum pernah naik ke lantai paling teratas, dia fikir itu mungkin loteng biasa untuk menyimpan beberapa barang-barang lama.
Cukup lama laki-laki itu menuntun nya naik hingga keatas sana, dan pada akhirnya mereka berhenti untuk beberapa waktu.
Bisa isabella dengar suara pintu seperti sedang dibuka.
Kemudian laki-laki kembali menuntunnya masuk kedalam.
"Buka mata mu, baby"
Dan saat Jefrey berkata begitu secara perlahan Isabella mulai membuka bola matanya secara perlahan.
Dia sedikit terkejut dengan pemandangan yang ada di depan nya.
Sebuah ruangan yang di setting sedemikian rupa menjadi kamar si atas loteng dengan desain unik dimana didepan nya terdapat kaca yang langsung bisa melihat pemandangan indahnya langit malam.
Di atas bagian tempat tidur terdapat foto mereka bertiga, dirinya, Jefrey dan Harvey
...(Bayangkan visualnya di malam hari ya Makkk)...
Buru-buru dia menoleh ke arah Jefrey.
"Ini?"
Bola mata nya seketika berkaca-kaca.
"Ruang Rahasia"
Bisik Laki-laki itu kemudian.
"Aku sering berada disini dulu saat sendiri, sebelumnya ada foto seorang gadis muda menggunakan seragam SMA, kini telah berubah menjadi perempuan sempurna"
Ucap Jefrey pelan sambil menatap dalam bola mata Isabella.
Mendengar ucapan Jefrey seketika langsung membuat Isabella memeluk laki-laki itu secara tiba-tiba.
Keheningan terjadi di antara mereka, dimana masing-masing dari mereka menikmati moment indah tersebut bersama.