
Mayang terlihat membawa mobilnya melaju menuju menembus jalanan malam, bola mata nya terus fokus menatap ke arah depan sedangkan telinga kanan nya terlihat sebuah headset bluetooth yang telah tersambung dengan seseorang.
"Kalian sudah di sana?"
Dia bertanya dengan sedikit tidak sabaran.
Puncak?!.
"Itu bagus"
Mayang mengembangkan senyuman nya.
"Ah... iya kami ada di jalan sekarang, sebentar lagi tiba disana, ahhh katakan pada Aldi, dia ada bersama ku"
Lanjut Mayang lagi.
Itu rencana yang sempurna.
Puncak menjadi tempat yang harus dia tuju saat ini, Mr. K membawa Jefrey ke sana maka dia membawa seseorang yang diinginkan Mr. K malam ini.
Itu seperti sebuah pertukaran yang adil, ketika kamu menginginkan sesuatu maka berikan lah sesuatu untuk umpan mu.
Maka apa yang kamu pancing akan tertangkap dengan cara yang begitu sempurna.
Dia menginginkan Jefrey Van Efron, dan imbalan yang di inginkan Mr. K adalah seseorang, yah seorang gadis yang dia inginkan.
Rencananya begitu sempurna bukan?!.
"Kak mayang?"
Tiba-tiba suara seseorang mengejutkan dirinya.
"Ya?"
Perempuan itu menoleh ke arah kirinya.
"Kita mau kemana?"
Seorang gadis cantik Bertanya dengan perasaan cemas ke arah Mayang, dia terus melirik ke arah jalanan.
"Vall, jangan khawatir kita hanya akan pergi ke puncak untuk menghadiri acara ulangtahun seorang teman"
"Bagaimana dengan kak Aldi?,aku takut kakak akan khawatir karena aku tiba-tiba pergi tanpa izin"
Dia jelas Begitu khawatir, dia takut kakak nya mencari keberadaan diri nya.
"Sayang, kakak baru saja menghubungi sekretariat nya, kakak mu juga hampir tiba disana, kita akan bertemu di tempat nya, jangan khawatir soal apapun"
Mayang melirik sejenak ke arah gadis yang belum cukup berusia 17 tahun itu, Remaja SMA yang begitu polos dan Segar.
Bukankah kau menyakiti perasaan ku? maka jangan salahkan aku karena harus menyakiti seseorang yang begitu kamu sayangi.
Mayang terlihat menaikkan ujung bibirnya.
"Ya... aku tahu hanya saja..."
Gadis itu terlihat gelisah, berusaha untuk meremas perlahan telapak tangan nya, dia pada akhirnya tidak melanjutkan kata-katanya, gadis itu langsung membuang pandangannya kemudian menatap ke arah kaca jendela mobil untuk beberapa waktu.
Tidak tahu Kenapa sejak tadi tubuh nya terasa begitu aneh, bahkan dia merasa gelisah dan suhu tubuh nya terus naik turun tidak jelas.
Keringat dingin mulai membasahi leher dan kening nya, dia merasa seperti nya dia salah memakan sesuatu.
Dia mencoba memejamkan bola matanya untuk beberapa waktu, berusaha menetralisir tubuh nya yang tidak jelas.
Sejujurnya dia enggan mengikuti ucapan perempuan di samping nya itu, tapi kata "Kak Aldi sudah pergi dulu kesana" membuat dia tidak bisa menolak nya.
Dengan polos nya dia berfikir jika Mayang benar-benar tidak membohongi dirinya, ada kakak nya juga yang pergi, jadi dia jelas tidak perlu khawatir soal apapun.
Dikala Vall sibuk dengan pemikiran nya, Mayang terus fokus dengan kecepatan nya.
Senyum bahagia jelas terus tercetak di Balik wajah liciknya, dia merasa begitu bahagia.
Malam ini semua pasti menjadi Luar biasa.
Mendapatkan Jefrey Van Efron dan menghancurkan Aldi secara bersamaan.
Dia fikir untuk mendapatkan barang mahal, dia jelas harus memberikan seorang gadis yang mahal bukan?!.
Ada rupa jelas ada harga yang setara.
Lagi Mayang melirik kearah Vall, dia kembali mengulas senyuman bahagia nya untuk beberapa waktu.