Istri Tak Ternilai Tuan Jefrey

Istri Tak Ternilai Tuan Jefrey
Laki-laki yang tidak pandai mengekspresikan diri


Isabella sejenak menatap Cincin yang tersemat di jari manis nya, kemudian dia menatap buku kecil yang baru saja dia tandatangani bersama Jefrey Van Efron yang menyatakan status mereka telah berubah.


Tidak menyangka tahun ini dia tidak lagi menyandang status janda.


Sejenak bola matanya terlihat berkaca-kaca, dia menatap ke arah Jefrey untuk beberapa waktu.


Laki-laki itu menoleh ke arah nya, berusaha menyentuh lembut wajah Isabella.


"Jangan menangis karena merasa bersedih dan bersalah"


Ucap Jefrey cepat.


"Aku tidak menangis karena bersedih atau merasa bersalah J, ini begitu luar biasa, biarkan aku menikmati sedikit moment nya"


Protes Isabella cepat.


"Menikmati wajah tampan ku?"


Laki-laki itu sejak dulu suka berterus terang, sulit bercanda dan begitu terlihat serius dan tegang, tingkat PD nya tidak berubah.


Isabella merengut kesal, ingin sekali dia menggigit laki-laki yang sudah menjadi suami nya itu.


"Aku bilang moment nya"


"Aku fikir menikmati wajah ku"


Saat Jefrey berkata begitu, Justin diam-diam menguping. Karena itu dia mencoba terkekeh Dibelakang saat tahu kakak ipar nya tidak menikmati wajah tampan kakak laki-laki nya.


"Kakak ipar tidak tergiur dengan wajah datar mu, kak"


Mendengar kekehan Justin dan olokan nya, Jefrey langsung menoleh kebelakang.


Isabella terlihat mengulum senyuman nya.


"Kamu tidak ingin kembali kekantor?"


Jefrey bertanya begitu datar.


"Oh ayolah ini bukan waktu nya menikmati pekerjaan"


Protes Justin tiba-tiba.


"Apa kamu juga mau menikmati penikahan kami? aku yang menikah, seharusnya kamu tidak usah ikut menikmati nya disini"


Setiap bicara nada nya memang begitu cuek dan masa bodoh, bagi Jefrey bukan kah dia yang menikah? kenapa adik nya yang terlihat begitu antusias.


"Oh ayolah aku curiga Kakak mulai menekan kecemburuan dan mencoba bersikap overprotektif padahal ini belum 1 jam setelah kalian menandatangani surat pernikahan"


Justin fikir itulah kakak nya.


Sekali nya jatuh cinta, dia bisa cemburu pada siapa pun termasuk dirinya.


Dia langsung membuang pandangannya, menghampiri wanita paruh baya lebih yang kini menjadi ibu mertua nya.


Gadis itu menyalami wanita paruh baya tersebut, mencium pipi dan kanan nya lantas memeluk nya begitu erat.


"Jefrey bukan laki-laki yang gampang mengekspresikan perasaan nya, saat cemburu pun dia bahkan tidak bisa mengungkapkan nya, dia punya hati yang lembut meskipun tampang nya begitu serius dan kaku, bahkan ketika dia menyukai seseorang dia tidak akan akan pernah berpaling kemana-mana"


Wanita itu bicara sambil menyentuh lembut wajah Isabella.


"Jadi baik-baik lah dalam pernikahan kalian, Bella"


Isabella memilih mengangguk kan kepalanya, dia kembali memeluk wanita itu dan berjanji didalam hatinya.


Mana mungkin dia bisa meninggalkan J nya, bahkan dia begitu mencintai J hingga di masa lalu dia rela mendonor kan sel telur nya.


Begitu pelukan terlepas, ibu mertua nya memilih untuk mendekati putra kesayangan nya itu.


"Bella, berikan pose terbaik mu sejenak"


Ucap Raisa tiba-tiba dari arah depan nya.


Gadis itu seketika menoleh ke arah Raisa.


"Sekarang?"


"Aku akan mengunggah nya di laman akun perusahaan"


Mendengar kata itu, Isabella langsung menggelengkan kepalanya.


Mereka sepakat tidak menyebarkan soal pernikahan lebih dulu hingga balas dendam berakhir.


"Bukan sebagai pengantin, tapi sebagai model gaun pernikahan kita"


Seolah-olah tahu ketakutan Isabella, Raisa langsung meralat ucapan nya.


Mendengar penjelasan Raisa seketika dia paham.


"Kita akan lihat bagaimana reaksi Mayang setelah ini"


Lanjut Raisa lagi sambil menunggu Isabella siap dengan pose nya.


Gadis itu terlihat tersenyum, Mencoba untuk membenahi posisi Dirinya untuk beberapa waktu.



"Seperti ini?"


"Itu cantik"


Puji Raisa sambil mengedipkan sebelah matanya.