
Di kamar lainnya
Di waktu yang sama.
Vall menggeliat pelan untuk beberapa waktu, dia bergerak sejenak mencoba mencari bantal kesayangan yang biasa dia gunakan ketika masih terlelap didalam tidurnya.
Pagi waktu bangun paling enggan bagi dirinya setelah ujian sekolah, dia fikir bukankah dia baru menyelesaikan ujian nya? maka dia boleh bermalas-malasan kan?!.
Gadis itu lupa di mana kini dia berada, seolah-olah lupa perempuan ular membàwa nya ke puncak dengan alasan pesta ulang tahun entah siapa.
Yang dia ingat ini hari adalah waktu libur terbaik nya setelah ujian panjang.
apalagi dia merasa kepalanya masih terasa pusing karena efek terlalu banyak berfikir soal ujian belakangan ini, belum lagi efek Pusing karena dia harus menghapal terlalu banyak mata pelajaran untuk beberapa waktu ini.
"Nggggg."
Dia menggeliat enggan sambil terus menarik boneka kesayangan nya Antara sadar dan belum.
Hingga akhir nya Vall fikir dia mendapat kan boneka kesayangan nya, dia mencoba merapatkan tubuhnya kedalam Boneka tersebut.
Gadis itu mencoba menenggelamkan kembali wajah nya kedalam boneka itu dengan cepat.
Satu detik.
Dua detik.
Tiga detik.
Empat detik.
Dan.... entahlah berapa lama waktu berlalu hingga dia merasa.
Sejenak gadis itu mengerutkan keningnya.
Rasanya seperti tubuh seseorang.
Hmmm siapa yang sering masuk kedalam kamar nya jika dia belum bangun tidur?!
Mamanya.
Yahhh itu pasti Mama nya.
"Hmmmm nyaman ya..."
Vall bicara sambil memoerdlaa, pelukan erat nya.
Sejenak dia merasa sosok yang dia peluk Bergerak.
"Ma...??? ma...?"
Dia mulai meracau didalam tidur nya.
"Kenapa ada di kamar Vall?"
Dia bertanya dengan perasaan enggan, masih tidak mau membuka matanya karena efek masih mengantuk dan ah entahlah...?!.
"Biarkan aku tidur 5 menit lagi maaaa, jangan bergerak hmmm"
Rengekan nya tiba-tiba.
Yang di ajak bicara langsung diam dan mencoba menghentikan gerakan nya.
Lama...yah cukup lama Vall terlelap didalam dada sosok tersebut, gadis itu kemudian mulai menggerakkan tangannya secara perlahan ke dada sosok tersebut.
Awalnya tidak begitu menyadari nya tapi.....
Bulu?!.
Vall berusaha meraba-raba nya secara perlahan.
Bulu?!.
Dia kembali meraba-raba, mencoba untuk menyakinkan Diri jika itu benar bulu dada seseorang.
"Ma...sejak kapan Mama punya bulu di dada?"
Vall bertanya sambil mencoba mendongakkan kepalanya, dia mencoba membuka sebelah bola matanya dengan perasaan enggan.
Masih begitu berat dan ah... entahlah.
Awalnya dia berusaha membiasakan diri dengan cahaya lampu yang ada di atas sana.
Samar-samar melihat wajah sang Mama nya tersebut untuk beberapa waktu.
Hingga akhirnya dalam hitungan detik Vall mencoba untuk menggelengkan kepalanya dengan cepat, dia berusaha untuk menyakinkan pandangan nya soal sesuatu saat ini.
Dan....
Vall seketika tersadar dari keadaan nya, dia baru sadar itu bukan Mamanya.
Itu adalah seorang laki-laki.
Dia langsung melonjak kaget dan mendorong tubuh laki-laki tersebut denger gerakan refleks, Gadis itu mundur dengan gerakan cepat ke arah belakang dan....
Gedubrakkkk
Seketika Vall terjatuh ke lantai bawah.
"Aiyoooi"
Dia meringis, tapi kemudian dia kembali sadar dengan sesuatu.
Tunggu dulu ada apa ini?!.
Dia celingak-celinguk menatap dirinya sendiri dan laki-laki dihadapan nya itu secara bergantian.
"Akhhhhhh"
Seketika Vall menjerit histeris.
Alih-alih peduli dengan jeritan gadis dihadapannya itu, laki-laki yang ada di atas kasur tersebut langsung berdiri seperti tanpa urusan.
"Mandi dan mari pulang kerumah"
What?!.
Vall masih bingung dengan perasaan yang bercampur aduk menjadi satu saat ini.
Tunggu dulu, kenapa laki-laki tua itu ada disini?!.
Tanya nya panik didalam hati nya.
Ada apa dengan semalam?!.
Apa kakak dan Paman J mengirim nya?!.
Vall berusaha untuk mengingat-ingat apa yang terjadi semalam.
dia gelagapan, mencoba meraba-raba tubuhnya dengan cepat.
Kepala?!.
Leher?!.
Dada..?!.
Dan....
Dibawah sana?!.
Dia terus meraba-raba dan merasakan tiap inci Anggota tubuhnya.
Rasanya semua baik-baik saja.
"Tunggu, Om...apa kamu memperkosa ku semalam?"
pekik nya histeris.
"Memangnya Kenapa? itu juga tidak merugikan hubungan kita bukan"
What?!.
"Yakkkkk"
Pekik gadis itu lagi dengan histeris.
"Dasar laki-laki tuaaaa"
"Kau yang terlalu muda"
Sahut laki-laki itu dengan gaya Santai nya, kemudian laki-laki itu tahu-tahu turun dari kasur mereka tanpa menggunakan apa-apa, kecuali pakaian da..lam nya.
Vall langsung menganga tidak percaya dengan keadaan laki-laki itu, dia dengan cepat menutup kedua bola matanya dengan kedua tangannya.
Apa kami benar-benar akan dinikahkan setelah hari ini?!.
Pekik nya dalam hati.