Istri Tak Ternilai Tuan Jefrey

Istri Tak Ternilai Tuan Jefrey
Sedikit khawatir "Cinta pertama"


Prancis


Le Meurice Hotel


Winter


Setelah malam panas bersama


Isabella meringkuk didalam selimut hangat yang diberikan oleh Jefrey setelah pergulatan panjang di antara mereka sejak tadi.


Rasa lelah dan mengantuk seketika menghantam Dirinya tapi dia merasa seolah-olah ada satu beban yang harus dia tanyakan pada sang suami soal sesuatu sebelum mereka pergi beranjak untuk tidur.


Sebab jika dia menunda pertanyaan tersebut hingga ke hari esok, dia takut dia lupa untuk menanyakan nya atau bahkan bisa jadi mereka belum akan memiliki waktu untuk membicarakan nya.


"Apa hubungan Antara Vall dan King akan baik-baik saja?"


Dia bertanya sambil mendongakkan kepalanya, menatap wajah suaminya untuk beberapa waktu, tangan kanan suaminya sejak tadi terus mengelus punggung nya, memastikan jika tubuh nya menghangat Karena cuaca dingin yang menghantam kota Paris.


"He em, itu baik-baik saja"


Jefrey menjawab pertanyaan Isabella sambil tangannya terus mengelus punggung nya.


"Aku khawatir karena Vall masih masuk ke masa usia labil nya, mungkin dia akan merasa dibohongi atas pernikahan dia dan king nantinya"


perempuan itu menampakkan gurat kekhawatiran di wajahnya.


pernikahan yang diberikan untuk Vall jelas begitu mendadak karena jebakan dari Mayang. Apalagi usia Vall yang masih sangat muda untuk berumah tangga membuat dia khawatir memikirkan kemungkinan-kemungkinan lainnya.


Dia takut jika gadis muda itu belum siap menghadapi berat nya dalam persoalan berumah tangga.


"Jangan khawatir soal apapun, King dan Vall sudah lama dijodohkan oleh keluarga besar Van Efron, hanya saja semua orang tidak memiliki cara untuk membuat mereka menyatu lebih awal karena Vall terus mengulur waktu"


Saat Jefrey menjelaskan persoalan mengulur waktu, saat itu lagi-lagi Isabella mengkhawatirkan soal perasaan Vallen pada King.


"Apa dia mencintai laki-laki itu?"


Tanya Isabella sambil mengerutkan keningnya.


"Tentu saja, laki-laki itu cinta pertama nya"


"Benarkah?"


"Iya, kamu tahu? kisah pertemuan mereka begitu unik, ada satu ikatan emosional yang begitu kuat melalui pelepasan oksitosin, seperti hormon yang sama yang mengikat ibu dan anak-anak aku bilang itu efek Oksitosin yang dikenal sebagai hormon cinta"


"Vall jatuh cinta pada laki-laki tua banyak tingkah itu untuk waktu yang begitu lama"


"Sangat lucu sekali, kami fikir itu hanya perasaan anak-anak yang suka pada laki-laki dewasa seperti dia melihat sosok Papa nya"


"Realita nya dia memandang King sebagai Cinta pertama nya, begitu sederhana namun terasah sangat kuat,"


Cerita Jefrey panjang lebar.


"Bagaimana kamu bisa yakin King adalah cinta pertama nya?"


Dia fikir anak-anak seusia Vall terlalu cepat jatuh cinta pada laki-laki asing.


Alih-alih menjawab, Jefrey tiba-tiba balik bertanya kepada dirinya.


"Katakan pada ku baby, Apa aku bisa di katagorikan cinta pertama kamu?"


Saat mendapatkan pertanyaan itu seketika Isabella terdiam.


Yah Secara logika dan nyata Jefrey adalah cinta pertama nya.


Dia jatuh cinta pada Jefrey sejak dia duduk di bangku SMP.


"Ya"


Jawab Isabella pelan sambil menelusuri bola mata Jefrey untuk beberapa waktu.


Mendengar Jawaban Isabella, laki-laki itu mengembangkan senyuman nya.


"Kamu tahu? Banyak kali orang mengalami jatuh cinta untuk pertama kalinya selama masa remaja. Ini adalah tahun-tahun di mana jalur penghargaan otak dihubungkan untuk menjadi sangat sensitif terhadap pengalaman yang memuaskan dan intens seperti jatuh cinta"


"Dengan demikian pengalaman cinta pertama menjadi hampir tak terhapuskan tertanam dalam otak dengan cara yang sangat jelas, mudah diingat. Seringkali mustahil untuk dilupakan karena kemungkinan apa yang terbangun dari pengalaman ini dalam diri kita"


"Setelah Kita mengalami jatuh cinta untuk pertama kalinya, kita kemungkinan akan terus mengejar perasaan itu. Ini sekaligus alasan besar mengapa orang-orang terpaku pada cinta pertama mereka, bahkan jauh setelah hubungan itu berakhir"


"Karena cinta pertama sering terasa intens, itu bisa membuat seseorang percaya bahwa mereka lebih mencintai yang pertama daripada yang lain," 


"Tidak dipungkiri kita mungkin sebenarnya lebih mencintai cinta kedua atau ketiga, tetapi yang kita ingat tentang yang pertama adalah intensitas itu. Itu bisa membuat kita merasa jika kita lebih mencintai orang itu dalam ingatan kita,"


"Meskipun pada akhirnya ada yang tetap bertahan pada cinta pertama mereka, atau bahkan mereka lebih memilih cinta ke dua, ke tiga dan seterusnya"


"Vall jatuh cinta pada King untuk waktu yang begitu lama, tapi King tidak sama sekali menanggapi nya, namun ada satu insident manis yang membuat Vall marah dan berakibat pada sebuah kesalahpahaman, hingga akhirnya membuat King yang sebaliknya tergila-gila pada gadis polos itu"


"Karena terbiasa bersama lalu tiba-tiba gadis itu memasang jarak yang besar hingga membuat King berfikir dia menjadi tidak biasa-biasa saja tanpa Vall di samping nya"


Jelas Jefrey panjang lebar.


"Karena itu King setuju mengikuti permainan Mayang? karena dia tahu Vall pada akhirnya akan terbelenggu dalam ikatan pernikahan bersama dirinya?"


Tanya Isabella kemudian.


Jefrey terlihat mengembang kan senyuman nya, dia mengangguk kan kepalanya secara perlahan.


"Seperti yang bisa kamu tebak"


Jawab laki-laki itu pelan lantas memeluk erat tubuh Isabella.


"Tidurlah ini sudah begitu larut"


Bisik Jefrey pelan di balik telinga nya.


Isabella tidak menjawab, Perempuan itu menikmati pelukan sang Suami nya sambil dia mulai memejamkan perlahan bola matanya.