
Catatan \=
Ada yang mikir kisah gadis pilihan tuan penguasa ada unsur mafia nya.
Jawab \= ga ada Mak pure itu novel kehidupan sehari-hari, sang Casanova yang tobat dan jadi mualaf dengan ujian didalam ke Istiqomah'an nya.
Dimana pernikahan mereka di uji selama 8 tahun penuh dengan berbagai macam konflik dari yang ringan hingga yang paling berat.
Gao akan kah bertahan dengan ke Istiqomah'an nya dan bertahan dengan ujian nya atau malah goyah dengan iman nya.
*******
Setelah bergelut dengan malam panjang bersama penuh dengan hasrat dan cinta, pada akhirnya mereka memilih untuk membersihkan diri dan mulai merebahkan diri di atas kasur bersama.
Isabella terlihat bersandar di atas dada Jefrey sedangkan kaki Jefrey terus menggoda dan naik ke atas kaki Isabella.
Mereka melewati obrolan panjang sejak beberapa waktu yang lalu, saling berbagi cerita dan pengalaman bersama.
"Apakah masih sakit?"
Tanya Jefrey pelan sambil menatap wajah Isabella.
"Hmmm lumanyan"
"Besok sebaiknya tidak pergi kemana-mana lebih dulu, aku takut itu menyakiti kamu, pasti sulit bergerak kemana-mana"
Ucap Jefrey cepat.
laki-laki itu mulai merasa khawatir, tidak tahu itu sifat posesif atau memang begitu kelakuan nya.
"Itu bukan masalah, besok akan ada pemotretan"
Jawab Isabella pelan.
"Besok pekerjaan pertama ku, jadi aku pasti akan di anggap tidak profesional kalau tidak hadir di hari pertama ku, J "
Raut wajah nya jelas khawatir, dia fikir dia mana mungkin tidak hadir di pemotretan pertama nya.
Mendengar ucapan Isabella Jefrey tampak diam, seolah-olah sedang memikirkan sesuatu.
Laki-laki itu kemudian terlihat mengangguk kan kepalanya pelan.
"Apakah semua terasa sakit?"
Tanya Jefrey lagi kemudian.
"Maksud nya?"
Isabella tidak begitu paham kemana arah pembicaraan nya.
"Ini...ini...ini...dan ini..."
Jefrey menyentuh tubuh Isabella, jemari-jemari nya, memperhatikan kuku-kuku indah Isabella kemudian menyentuh wajah Isabella.
"Justin bilang selama di sana, semua orang melakukan hal yang mengerikan untuk kamu"
"Aku ingin tahu, kapan kamu tahu soal aku J?"
Tanya Isabella pelan.
"Apakah kamu tahu soal aku di penjara?"
Tanya Isabella lagi.
Jefrey terlihat diam, dia tidak menjawab, bola matanya masih menatap wajah gadis...ah tidak perempuan... yah Isabella telah menjadi perempuan yang sempurna untuk diri nya sejak beberapa jam yang lalu.
"Berita nya cukup pecah"
Jawab Jefrey kemudian.
"Cukup sulit sekali menemukan kamu dan membuat kesepakatan dengan para petugas berwajib"
Lanjut nya lagi.
"Kala itu Harvey masih begitu belia, dia mengalami kesulitan dalam banyak hal, aku meminta Justin yang bergerak di belakang semua ini untuk memastikan kamu baik-baik saja"
Lanjut Jefrey lagi.
"Tapi...."
Kalimatnya terhenti.
"Aku tidak tahu jika semua berada di luar kendali, laki-laki itu bergerak lebih banyak dari yang aku duga, saat aku kehilangan diri mu selama beberapa tahun, dia bilang dia akan membuat kamu berubah dengan banyak hal"
Ucap Jefrey pelan.
"Aku harus meminta seseorang memastikan Mayang masuk ke Mulyono group menikmati kebebasan nya hingga kamu kembali"
"Dan Justin membuat ku terkejut dengan Rencana nya"
Setelah berkata begitu, Jefrey menyentuh lembut Wajah Isabella.
"Seharusnya sejak awal aku sudah menghalangi penikahan kamu dan Aldi"
Ucap nya lagi.
"Tapi aku tidak bisa bergerak karena ayah nya yang meminta pada ku agar aku mundur waktu itu"
Mendengar ucapan Jefrey, seketika Isabella mengerutkan keningnya.
"Ya?"
Ayah? ayah nya siapa? mundur?.
Bagaimana maksudnya?!.
"Seharusnya aku tidak memberi Aldi jalan juga sejak awal saat itu"
Isabella semakin mengerutkan keningnya, cukup tidak mengerti dengan ucapan Jefrey kepada dirinya.