
Villa xxxxxxx
Puncak
Begitu turun dan keluar dari dalam mobil, seketika Vall merasa kepala nya menjadi pusing dan berputar-putar, gadis itu fikir Tiba-tiba tubuh nya menjadi tidak sehat, dia pusing dan merasa begitu dingin dan tidak nyaman.
Vall berusaha untuk berpegangan pada sisi kanan mobil, menetralisir perasaan serta tubuh nya.
Aneh...yah rasanya begitu aneh dan tidak nyaman.
"Kak... aku fikir aku terserang demam tiba-tiba"
Ucap Vall pelan ke arah Mayang.
gadis itu berusaha memegang kepalanya untuk beberapa waktu.
"Kalau begitu akan kakak antarkan ke kamar kamu"
jawab Mayang cepat.
Vall ingin menolak dan dia ingin sekali berkata untuk mempertemukan dirinya dan kakak Aldi nya atau kalau tidak antarkan saja dia pulang kembali ke Jakarta, tapi pidato kenapa saya lagi tidak punya daya upaya sama sekali untuk menjawab ucapan mayang.
pada akhirnya ketika perempuan itu berusaha memegang tubuhnya dan membawanya kedalam dia hanya menurut dan diam saja.
Mayang membawa gadis muda itu dengan cepat menuju ke dalam kamar yang telah disediakan, dengan penuh kebahagiaan dia jelas langsung meletakkan Vall ke atas kasur mendominasi berwarna putih tersebut secara perlahan.
Bisa dia lihat betapa gelisah nya gadis muda tersebut sejak tadi, bahkan Vall terus berusaha untuk menekan kesadaran nya namun Mayang tahu itu akan terlihat percuma.
Setelah meletakkan gadis itu, mayang perlahan berbisik ke pada Vall.
"Tunggu lah disini, aku akan menghubungi kakak mu dan membawa dia kemari, Acara nya akan dimulai tidak lama lagi"
Setelah berkata begitu, Mayang mencium pipi Vall dengan penuh kesenangan.
Kemudian Perempuan itu secepat kilat pergi dari sana meninggalkan gadis itu seorang diri di atas kasur mendominasi berwarna putih tersebut.
Vall yang tergeletak di atas kasur tersebut berusaha untuk mencari tas miliknya, rupanya mayang melempar tas nya ke ujung kasur dimana dia berbaring.
Dia fikir dia harus mencoba untuk menghubungi seseorang, firasat nya berkata sesuatu yang buruk seolah-olah sedang mengincar nya.
Ketika dia mendapat kan handphone nya, secepat kilat Vall berusaha untuk menghubungi seseorang di balik handphone nya.
Cukup lama dia mencoba mendengar kan panggilan nya Apakah tersambung atau tidak.
Dengan perasaan was-was dia menunggu jawaban dari sana, sambil sesekali Gadis itu mencoba mengendur kan kancing gaunnya.
Pans!.
1 kata itu yang dia rasakan saat ini.
Dimana AC nya?.
Dia fikir yah dimana AC nya?.
Dia butuh udara dingin yang bisa menetralisir suhu tubuh nya saat ini.
Sejenak Vall berusaha berdiri dengan susah payah, mencari remote AC yang ada di atas nakas yang ada di sisi kanan kasur dimana dia tidur tadi.
Masih sambil berusaha menghubungi seseorang, dia mencoba untuk mengatur suhu AC di kamar tersebut.
Tiba-tiba ekspresi Vall berubah saat dia menyadari soal sesuatu, panggilan nya akhirnya terhubung dengan seseorang disana.
"Halo...halo...?"
Dia bicara dengan nafas tersengal-sengal, gadis itu fikir dirinya semakin kacau balau.
Tiba-tiba pintu kamar nya dibuka oleh seseorang, Vall dengan cepat menoleh ke arah pintu tersebut.
Sejenak dia menatap handphone nya kemudian dia menatap sosok yang ada dihadapan nya itu.
Vall terlihat memundurkan langkahnya saay dia sadar siapa yang ada di hadapannya.
"Om...aku..."