
Yah dia fikir bagaimana bisa gadis dihadapannya itu masih hidup, padahal malam itu dia sendiri yang melenyapkan gadis itu ditangan nya.
Bagi nya Amora menjadi ancaman terbesar untuk mereka terutama dirinya.
Jika bukan karena kebodohan putra nya, semua rencana mereka tidak mungkin kacau balau saat itu.
Dan kini saat dia sadar gadis itu masih hidup, dia jelas gelagapan.
Laki-laki itu fikir dalam sekali gerakan dia akan menghantam gadis itu dengan balok kayu yang ada di tangan nya tapi satu hal tidak terduga terjadi secara tiba-tiba.
Laki-laki itu jelas Terkejut setengah mati, menahan tangan nya untuk menghantam kepala gadis itu saat dia mendengar dan melihat....
Klatakkkkk
Dia benar-benar membeku saat dia sadar gadis itu mengacungkan pistol ke arah dadanya dari arah bawa sana.
Gadis itu bersiap untuk menembaki dirinya, siap menghujani dirinya dengan timah panas tepat di dada kanan nya.
"Halo tuan Ibnu"
Gadis itu bicara sambil menaikkan ujung bibirnya.
Dia sudah memperhitungkan semua nya sejak awal.
"Ah tidak.... lebih tepatnya halo Paman pengacara, akhirnya Kita bertemu lagi"
Laki-laki itu masih membeku, cukup tidak percaya dengan respon yang akan dia dapatkan dari gadis dihadapannya itu.
"Kau....?"
Laki-laki itu tercekat.
Dia fikir Amora tahu dengan dirinya?!.
Padahal dia telah menutupi wajahnya dengan kain berwarna hitam.
"Aku tidak menyangka paman akan mengejar ku hingga sejauh ini"
Gadis yang di anggap nya Amora itu berdiri secara perlahan masih sambil mengacungkan pistol ke arah Dirinya.
"Kau bisa mengacungkan pistol pada ku sekarang?"
Laki-laki itu menatap Amora dengan tatapan tidak percaya.
"Dulu kau terlihat begitu lemah dan tidak berdaya, bahkan ketika putra ku memperkosa mu kau benar-benar terlihat begitu menyedihkan malam itu"
Barisan panjang kalimat laki-laki itu terdengar begitu mengerikan, tapi gadis yang ada dihadapan nya itu sama sekali tidak takut dan gentar.
Alih-alih peduli dengan ucapan laki-laki itu, Amora berkata.
"Seharusnya paman menghukum putra paman yang sudah menghancurkan masa depan ku, tapi lucu nya paman malah membunuh ku"
Gadis itu bicara kemudian terkekeh kecil.
Mendengar ucapan Amora, laki-laki itu jelas menegang.
"Tutup mulut mu"
Dia ingin menghantam dan menghabisi Amora, tapi gadis itu terlihat begitu waspada.
"Ahhh aku fikir paman takut saat aku akan buka mulut perihal peristiwa malam panas putra paman dan Mayang di kamar Aldi akan menimbulkan kehancuran hubungan putra paman dengan putri keluarga Hillatop, Nadine yang telah bertunangan?"
Lagi Amora terkekeh.
"Paman tahu? kejadian malam itu merusak hubungan kakak perempuan ku dan Aldi hingga hari ini, menyebabkan Raisa salah paham atas siapa yang ada didalam kamar Aldi malam itu"
Mendengar ucapan Amora laki-laki itu kini mulai tertawa kecil.
"Aku tidak peduli soal Aldi dan Raisa, tapi membiarkan kamu hidup dan membuka mulut mu, itu akan membuat putra ku batal Menikahi putri keluarga Hillatop, itu jelas akan menyulitkan dan merugikan diriku, karena itu.... yahhh aku benar-benar mencoba membunuh mu malam itu"
Ucap laki-laki itu sambil membuang tongkat kayu Milik nya.
Klantanggggg
Suara berisik dari tongkat kayu tersebut memecah kesunyian malam.
"Aku fikir kau akan mati hari itu, aku benar-benar menghabisi kamu dengan tangan ku sendiri, membiarkan Mayang menyeret Lira dan menjebak gadis Santoso itu untuk dijadikan sebagai kambing hitam pembunuhan kamu, tapi bagaimana caranya kamu masih bernafas Hingga hari ini?"
Laki-laki itu terlihat menggeram, dia menatap Amora dengan jutaan kemarahan nya.
"Dan sial nya kau membuat sebuah drama panggung teater dengan kisah yang sama, kau benar-benar ingin merasakan kematian kedua mu malam ini"
Setelah berkata begitu laki-laki itu langsung melirik ke arah kiri nya Sejenak, kemudian tiba-tiba dia menaikkan ujung bibirnya.
"Malam ini mari menikmati kematian kedua mu tanpa ampun, dengan cara yang sama seperti beberapa tahun yang lalu"
Amora jelas mengerutkan keningnya.
"Putra ku yang pertama kali akan kembali menyelesaikan dirimu sama seperti malam itu"
Setelah laki-laki itu berkata begitu tahu-tahu seseorang muncul dari belakang Amora.
Kletakkkkk
Seseorang terasa mengacungkan senjata dibelakang kepalanya.
dan tahu-tahu sosok seorang laki-laki terlihat sambil menjambak rambut nya dengan kasar lantas berkata.
"Masih ingat pada ku, baby?"
*******
Catatan \=
Alasan kenapa novel season Nadine dan Azlan belum liris karena Mak author harus menyelesaikan novel ini lebih dulu ya makkkkk,. sedikit lagi Menuju ending.