Istri Tak Ternilai Tuan Jefrey

Istri Tak Ternilai Tuan Jefrey
Menjebak dua tikus


The Van Efron company


Ruang khusus Isabella


09.10 AM


Sejenak Isabella mengerut kan keningnya saat dia mendapatkan beberapa buket bunga dari beberapa orang-orang yang mengucap kan selamat kepadanya.


Sebenarnya itu mungkin hal yang biasa tapi...


Ada dua buket bunga yang menarik perhatian nya, satu dari Jefrey dan....



Aldi?!.



Bukankah itu cukup menarik?!.


Laki-laki itu mengirimi nya ucapan selamat, sangat lucu sekali, bahkan ada kata-kata cinta dan sayang di sana.


"Dia benar-benar sudah keluar dari akal warasnya"


Raisa bicara sambil mendengus, menatap buket bunga yang diberikan oleh Aldi.


"Dia cukup punya banyak nyali bukan? Aldi benar-benar masuk kedalam jebakan, dia benar-benar terjerat pesona mu, Isabella"


lanjut Raisa lagi.


Mendengar ucapan Raisa, Isabella terlihat menaikkan ujung bibirnya.


"Katakan pada ku, apa yang selanjutnya kita lakukan?"


Isabella bertanya sambil menatap dalam bola mata Raisa.


Gadis yang ditanya terlihat mengembangkan senyuman liciknya.


"Kita akan memulai permainan awal nya, menjebak tikus agar masuk ke dalam perangkap nya"


Setelah berkata begitu Raisa terlihat terkekeh, dia menatap buket bunga mawar tersebut sambil gadis itu memutar-mutar cincin yang ada di jari manis nya.


"Dua tikus akan terjepit dengan cara yang berbeda"


Lanjut gadis itu lagi.


*******


Santoso company


Ruang utama Mayang


Mayang terlihat masih sibuk berbincang-bincang dengan beberapa orang di sekitar nya, dia harus membagi jadwal baru untuk pemotretan nya dan peran utama yang dia dapatkan kan disalah satu layar lebar.


Dia fikir mereka harus kembali menyusun jadwal agar semua berjalan sesuai dengan rencana.


Begitu semua orang keluar dari ruangan tersebut, seorang laki-laki masuk kedalam sana, menundukkan kepalanya sejenak ke hadapan Mayang dan Mama nya.


"Bisa kamu pindahkan segera tempat perawatan nya? aku tidak ingin semua orang tahu bagaimana kondisi suami ku saat ini"


Ucap wanita itu cepat kearah laki-laki dihadapan nya itu.


"Kita akan bergerak malam ini juga, nyonya"


"Pastikan tidak ada yang melihat kalian Bergerak memindahkan mereka ke mansion ke dua"


"Baik nyonya"


Setelah berkata begitu, laki-laki tersebut mulai beranjak pergi dari sana.


Mayang terlihat menatap mama nya untuk beberapa waktu.


"Aku fikir kenapa Mama tidak menghabisi saja nyawa laki-laki itu? bukankah dengan kondisi nya yang sekarang cukup tidak menguntungkan kita"


"Tentu saja kita tidak bisa membiarkan dia mati sekarang, Mama masih butuh cap sidik jari nya dan sesuatu yang dia sembunyikan bersama pengacara nya, laki-laki itu masih menyimpan banyak properti dan aset nya dibelakang kita, hingga semuanya bisa kita dapatkan, membiarkan tua Bangka itu hidup jelas pilihan yang paling bijaksana"


Setelah berkata begitu sang Mama nya terlihat tertawa kecil, kemudian wanita itu mulai membuang pandangannya.


********


Masih di ruang utama Mayang


Beberapa waktu setelah Mama nya pergi


Bola mata Mayang seolah-olah akan lepas saat di mendapati kenyataan jika tunangan nya telah berani memberikan buket bunga raksasa pada gadis model pendatang baru tersebut.


Orang kepercayaan nya menyampaikan sebuah laporan yang ada di luar pemikiran nya.


"Kau bilang apa?"


Dia bertanya sambil menggenggam erat telapak tangan nya.


Aldi sekalipun tidak pernah memberikan nya bunga, tidak pernah memberikan ucapan selamat seperti itu kepada dirinya nya selama bertahun-tahun mereka bersama-sama.


Tapi dia fikir bagaimana bisa laki-laki memberikan ucapan selamat pada gadis yang baru dikenal laki-laki itu dengan disertai buket bunga yang begitu indah.


Bahkan laki-laki itu meninggal kan catatan di sebuah kertas kecil didalam buket bunganya.


...Congratulations 🎊...


...Pencapaian yang luar biasa...


...Salam hangat penuh cinta...


...Aldi...


"Apa kau ingin cari mati dengan ku?"


Dia jelas menggeram, dia fikir dia harus menemui laki-laki itu sekarang juga.