Istri Tak Ternilai Tuan Jefrey

Istri Tak Ternilai Tuan Jefrey
Masih dibalik kenyataan


Masih Kembali ke masa kemarin


di klub malam xxxxxx


Jakarta


"Kau sudah datang?"


"Seperti yang kamu lihat"


Begitu Jefrey melihat King, secepat kilat dia berjalan mendekati laki-laki tersebut dan mensejajarkan diri nya berdiri di hadapan kaca tembus pandang yang ada dihadapan mereka tersebut.


"Katakanlah"


Ucap Jefrey Van Efron kemudian.


Laki-laki nomor 2, zigar El Patel adalah sahabat lamanya. Cukup lucu mereka sejak kecil sering berlomba-lomba untuk menjadi yang terbaik, tapi tidak pernah berfikir untuk saling menyakiti.


Meskipun Jefrey dinobatkan sebagai laki-laki no 1 yang paling di cari di dunia industri mereka, zigar El Patel dengan julukan king of a thousand women alias raja seribu wanita itu belum pernah menampilkan sifat iri nya.


Dan lucu nya, laki-laki dengan julukan king of a thousand women itu tertarik pada seorang bocah kecil, yang tidak lain keponakan nya sendiri.


Dia masih ingat bagaimana laki-laki itu rela kehilangan seluruh harga dirinya karena jatuh cinta pada gadis kecil itu, menyusun rencana lamaran tapi di tolak mentah-mentah oleh Vallen.


"Aku tidak suka laki-laki tua"


Vall bicara sambil memicingkan bola mata nya.


Sebenarnya tidak begitu tua, usia nya baru 32 tahunan tapi yah di usia seperti itu, bagi anak gadis seusia Vall, King jelas terlihat tua.


"Aku belum 17 tahun, dia sudah mau 32 tahun. Tidak Bisakah paman menghitung selisih usia di antara kami?"


Gadis itu bicara sambil menaiki jari-jari tangan nya, mulut nya mulai menghitung perbedaan di antara mereka.


"32-17 ??? 15-16 tahun kan ? tua kan? paman... aku tidak mau menikah dengan laki-laki tua..."


Protes Vall lagi.


"Tapi dia tampan kan?"


"Iya tampan, tapi kan tua paman ahhhhhh aku tidak mau.."


Gadis itu merengek sambil memeluk erat pinggang nya, meminta Jefrey bicara pada keluarga nya agar mereka membatalkan perjodohan nya.


Alih-alih peduli, Jefrey hanya menepuk-nepuk punggung gadis itu.


"Tapi paman fikir beberapa teman kamu seperti nya tertarik dengan laki-laki tua itu"


Goda Jefrey sambil mengulum senyuman nya.


"Tapi dia tua.."


Lagi gadis itu protes.


Tanya Jefrey lagi.


"Yahhhh iya sih, tapi tetap saja dia menyebalkan, dulu dia bilang aku pendek dan kecil, dia bilang aku tidak cantik, bahkan dia bilang aku ini...akhhgg lupakan saja, aku tidak suka pada nya"


Protes Vall sambil mendongakkan kepalanya, menatap sang Paman dengan bola mata berkaca-kaca.


"Dulu kamu bilang mau jadi pengantin si raja playboy?"


Mendengar godaan laki-laki itu seketika wajah Vall memerah.


"Itu kan hanya impian anak kecil yang belum matang, Isshhhh lupakan saja..."


Pada akhirnya gadis itu melepas kan pelukan nya sambil memunyungkan bibirnya.


"Paman sama menyebalkan nya dengan laki-laki tua itu"


Vall bicara kemudian berusaha untuk melangkah pergi.


"sayang, paman hanya bercanda"


Jefrey bicara sambil menaikkan ujung alisnya.


"Pokoknya aku tidak mau menikah dengan laki-laki playboy itu, aku akan mencari cara untuk membatalkan pernikahan kami secepat nya"


Jefrey jelas mengulum senyuman nya.


"Mayang datang menemui Rindu"


Ucap King kemudian, mengejutkan pemikiran Jefrey soal Vall yang sibuk ingin membatalkan pernikahan nya dan King.


"Aku sudah mendengar nya"


Jefrey bicara sambil menerima segelas minuman yang tiba-tiba di sodorkan King pada diri nya.


"Katakan pada ku, apa rencana mu berikut nya?"


Tanya king kemudian.


Jefrey terlihat menikmati minuman nya untuk beberapa waktu.


"Istri ku akan menyusun strategi terbaik untuk semua nya, biarkan kali ini dia yang bergerak"


Jawab Jefrey kemudian sambil menaikkan ujung bibirnya.


Mereka berdua berdiri tanpa bergeming, menatap langit malam untuk beberapa waktu.


Dia manusia berkuasa itu sama-sama tidak mengeluarkan suara nya, mereka lebih memilih menikmati minuman yang ada tangan mereka sambil sibuk menikmati semilir angin malam yang masuk melalui satu cela jendela kaca besar itu secara perlahan.


"Aku fikir sebaiknya Aldi tahu apa yang telah di lakukan perempuan itu"


Ucap King kemudian.