Istri Tak Ternilai Tuan Jefrey

Istri Tak Ternilai Tuan Jefrey
Istri berharga nya


Catatan \=


Area Mak-mak dengan pasangan nya, happy ber hareudang ria, yang jomblo disarankan jangan baca😀🤧🤭, yang ada ayang-ayang boleh kasih kode keras minta jatah wkwkwkwk


Gila bikin part mereka berdua butuh waktu lebih kurang 7 jam sampai-sampai Mak author belum up novel lainnya 🤧😱🤐😵.


********


Sejenak Isabella mundur dari posisi nya ketika Jefrey semakin merapatkan tubuh nya, laki-laki itu bahkan mendorong perlahan tubuhnya ke arah belakang membiarkan sejenak air shower 🚿 mengguyur tubuh mereka.


"J..... aku"


Isabella bicara pelan sambil berusaha mengatur ritme nafasnya, rasanya dia merasa sedikit sesak, dia mengedip kan bola mata nya berkali-kali dan mencoba mengusap wajahnya yang dibasahi oleh air shower di atas nya.


Hingga akhirnya Jefrey mendorong lembut tubuh nya ke arah dinding kamar mandi.


Saat Jefrey menyentuh wajah nya, seketika Isabella mengangkat kedua tangan nya ke sisi kiri dan kanan bahu nya, dia cukup terkejut dengan sentuhan lembut yang begitu tiba-tiba.


"6 tahun bukan waktu sebentar Bella"


tiba-tiba Jefrey bicara kemudian telapak tangan itu mengelus lembut Wajah nya, dia tiba-tiba merasa merinding, ada sensasi baru dan aneh yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.


Yah Begitu aneh.


Bella semakin menegang, mencoba menarik nafasnya untuk beberapa waktu saat tangan kiri Jefrey ikut bergerak menyentuh rambutnya.


Mereka benar-benar berada di dalam posisi yang sulit untuk Isabella jelaskan, apalagi kondisi pakaian mereka yang terlalu ekstrim.


sedangkan Jefrey jelas memandangi wajah Isabella dengan pandangan penuh hasrat, dia merasakan erek..sinya meningkat drastis ketika kulit mereka saling bersentuhan antara satu dengan yang lainnya.


Sesuatu seolah-olah memanas dan membara diikuti milik nya yang mengejang Tiba-tiba.


Laki-laki itu fikir gadis dihadapannya itu benar-benar bisa memancing hasrat nya yang menghilang 6 tahun belakangan.


Isabella satu-satunya gadis yang bisa membuat panas di Antara kedua belah pahanya, seketika dia tidak bisa menahan hasratnya untuk menghabisi gadis itu dibawah Kungkungan nya.


Cahaya tamaram Lampu kamar mandi menambah suasana syahdu yang mulai memanas.


"J... tidak kah kamu mau mandi?"


Sebaris pertanyaan Isabella semakin mengundang keinginan nya, bibir indah yang bergerak sempurna tersebut jelas membuat dia menggila.


"Kamu telah memancing anakonda nya untuk bangun"


Suara lembut itu terdengar begitu menggoda di balik telinga Isabella.


Anakonda?!.


Fikiran Isabella seketika berkelana.


Hingga akhir nya Jefrey dalam hitungan detik langsung menyambar bibir indah Isabella tanpa bisa dicegah.


Begitu sebuah ciuman melesat menerpa bibirnya, Isabella langsung membulatkan bola matanya.



Kedua tangan nya langsung mencoba menahan dada Jefrey, dia kaget, benar-benar kaget.



Itu bisa dikatakan ciuman pertama nya, meskipun sudah memili Harvey putra nya, Isabella Belum pernah melakukan ciuman pertama atau hubungan pertama nya dengan siapapun.


Bahkan meskipun sudah menikah dengan Aldi, dia pun belum pernah di sentuh oleh laki-laki tersebut.


Rasanya benar-benar aneh, seolah-olah ada satu hasrat lain yang menguap didalam dirinya begitu Jefrey melesatkan ciuman nya, bahkan saat ciuman itu Bergerak semakin lincah dimana lidah laki-laki itu mencoba menerjang masuk kedalam mulutnya tubuhnya terasa bergetar hebat Begitu saja.


Apalagi saat jemari-jemari Jefrey mulai bergerak lincah mengusap lengan Milik nya hingga terus bergerak Menuju ke arah leher dan cuping telinga nya.


Itu benar-benar seperti sebuah siksaan baru yang membuat seluruh pusat tubuhnya bereaksi begitu saja, menguap hingga ke puncak kepala nya.


Bahkan nafas Isabella mulai terasa tersengal-sengal karena ciuman menuntun yang di berikan Jefrey sejak tadi.


Bisa dia rasakan di bawah sana seolah-olah ada sesuatu yang tiba-tiba mengeras dan menyentuh perut mendekati inti milik nya.


"Begitu terang..sang hmmm?"


Tiba-tiba Jefrey berbisik rendah di balik telinga nya ketika laki-laki itu melepas kan ciuman mereka.


Mendengar ucapan Jefrey yang begitu terus terang membuat wajah Isabella bersemu merah.


Apa itu harus menjawab tidak?!.


Itu bukankah berlawanan dengan apa yang dia rasakan.


Bola mata Isabella seketika naik ke atas, dia menatap bola mata abu-abu milik laki-laki tersebut yang dipenuhi satu gelombang hasrat yang seolah-olah siap meledak.


"J"


Suara Isabella lebih terdengar seperti sebuah de..Sahan.


"Aku..."


"Dia begitu indah, Persis seperti bunga Lily of the valley yang telah mekar"


Jantung Isabella berdetak begitu kencang mendengar pujian sederhana dari bibir Laki-laki tersebut,


Suara nya terdengar begitu hangat, mampu menghantarkan satu gelombang lain lagi hang berbeda, terlalu indah di dengar di balik telinga Isabella.


Sepersekian detik kemudian Jefrey kembali menyambar bibirnya, kali ini gerakan Jefrey lebih menggebu-gebu dari sebelumnya, bibir itu begitu kenyal dan lembut persis seperti sebuah jelly.


Kali ini ada satu hasrat yang terus berpacu di Balik penutup bawah sana milik Jefrey, sesuatu yang mengeras seolah-olah mencari rumah singgah nya.


Di balik ciuman itu, satu tangan Jefrey kini mulai beralih Menuju ke arah satu tonjolan lemak di hadapannya, yang masih tertutup rapat dengan benda berwarna hitam.


Begitu jemari Jeffrey naik dan mencoba menyusup lembut ke dalam dada nya, seketika Isabella merasa satu gelanyar aneh menyerang dirinya, itu geli namun juga bercampur satu kenikmatan yang Sulit dia ucapkan dengan kata-kata.


Dia Mencoba menahan gerakan tangan itu yang mulai menggenggam utuh miliknya, tapi alih-alih melepaskan Jefrey malah me..remas lembut dada nya.


Ketika ciuman Jefrey semakin mendominasi, dia seolah-olah mengajarkan agar Isabella membalas gerakan nya, seakan-akan mengikuti ritme, Isabella spontan membalas dengan gerakan lembut, kedua tangan nya dengan gerakan refleks mengalungkan leher laki-laki tersebut.


Gerakan awal mula-mula malu itu kini terasa begitu manis dan lembut, saling bergerak menyesap antara satu dengan yang lainnya sambil mengeluarkan suara-suara disepanjang ruangan kamar mandi tersebut.


Suasana dingin karena air shower yang terus membasahi lantai dan terus mengguyur mengenai punggung Jefrey seolah-olah berubah menjadi kehangatan yang berbeda, ruangan kamar mandi itu seketika memanas begitu saja.


Gerakan demi gerakan yang dilakukan Jefrey semakin membuat Isabella kehilangan arah nya, dia menikmati satu persatu sensasi baru yang belum pernah dia nikmati selama ini.


Apalagi ketika tangan Jefrey mulai bergerak di bawah sana, mencoba bergerak di Antara kedua paha nya, menyusuri kulit indah nya dibawah sana dan menggesek nya dengan sempurna.


"Ahhhh"


Isabella men..desah pelan, menatap bola mata Jefrey ketika ciuman mereka terlepas, dia mencoba menutupi kedua pahanya.


"Kenapa harus di tutupi? dia milik Ku sejak kita mengikat janji pernikahan"


Suara Jersey terdengar parau, laki-laki itu seolah-olah sedang menahan sesuatu.


Mendengar ucapan Jefrey seketika membuat wajah Isabella tersipu-sipu malu.


Dia fikir Jefrey selalu bicara terus terang dan langsung ke poin nya, laki-laki kaku itu benar-benar tidak suka bertele-tele.


"Jefrey aku...."


Dia ingin bilang bisakah kita menundanya, sebab dia cukup panik karena ini kali pertama nya, tapi Jefrey tiba-tiba menggigit lembut leher nya hingga membuat dia terkejut setengah mati.


Bukan karena sakit melainkan ada sensasi baru kembali Menghantam diri nya, apalagi Tiba-tiba laki-laki itu menyesap lembut kulit leher nya, tidak tahu apa yang di lakukan Jefrey tapi seolah-olah kulit nya terasa dihisap begitu saja.


Cukup lama hingga membuat Isabella memejamkan perlahan bola matanya, dia menikmati sesuatu yang tidak bisa dia pahami saat ini.


dan tanpa dia sadari jemari laki-laki itu mulai bergerak di bagian inti miliknya, membuat Isabella semakin mengencangkan pegangan nya.


Apalagi ketika jamari laki-laki itu mulai melesat masuk kedalam sana, seketika seperti satu aliran listrik menghantam Diri nya.


Mereka seolah-olah bergelayut dengan waktu, Jefrey terlalu pintar membuat dirinya terbuai hingga tanpa dia sadari seluruh penutup tubuhnya telah menghilang.


Bahkan saat mereka berada dalam posisi panas yang sama, tidak tahu bagaimana caranya Jefrey tahu-tahu sudah mengangkat tubuhnya menuju ke kamar mereka tanpa melepaskan ciuman mereka laki-laki itu meletakkan dirinya ke atas kasur Mereka.


Laki-laki itu bahkan dengan lincah nya bergerak kebawah menuju ke kedua belah dada Isabella, dan bibir itu kini bergerak lincah menyapu areola dan niple nya secara perlahan.


Hingga membuat seketika Isabella menge..rang dan mengeluarkan suara aneh nya.


Memalukan, begitu memalukan, tapi dia tidak bisa menahan suaranya, sensasi baru yang di berikan Jefrey membunuh urat malu nya.


Dia mencoba meraih kepala Jefrey dan menenggelamkan kepala laki-laki itu ke antara dua belah dada nya.


Isabella fikir mungkin ini akan berhenti tapi rupanya laki-laki itu semakin menjadi, setelah berlari ke kedua belah dada nya, lidah laki-laki itu kini malah turun perlahan menyapu perut dan pusat nya.


menggelitik pusat nya dengan lidah hangatnya.


Tidak jijik kah dia? Isabella bertanya didalam hatinya.


Tidak paham kenapa Jefrey Begitu menikmati tiap keindahan dari tubuh nya.


Hingga akhirnya lidah itu turun secara perlahan ke bawah sana kemudian sampai ke inti nya dan ....


"Akkhhh J"


Seketika Isabella mencoba memundurkan tubuhnya saat dia merasa sesuatu menyentuh intinya.


Itu gila.... benar-benar gila, seolah-olah jutaan kupu-kupu menghantam Dirinya, naik ke perut hingga ke puncak kepalanya.


Jefrey terlihat menaikkan ujung bibirnya, berusaha menarik pinggang nya dan menahan dirinya agar tidak kembali bergerak mundur dari keadaan.


Setelah kedua tangan Jefrey menahan pinggang nya, dia membiarkan kedua kaki Isabella bertekuk dan menampakkan organ inti nya berada tepat dihadapan nya.


Kemudian tanpa aba-aba lidah laki-laki itu menyambar milik nya.


"Jefrey..."


Isabella terpekik pelan, mencoba untuk menahan gerakan, dia ingin berdiri karena terkejut, tapi gagal.


Dia fikir sensasi apa itu?!.


Luar biasa, suara gadis itu membuat Jefrey semakin tidak bisa menahan hasratnya, dia jelas tidak ingin langsung bergerak pada inti permainan nya, baginya foreplay dibutuhkan untuk membuat nyaman sang istri nya.


Bisa Jefrey lihat tadi sebelum lidahnya bermain disana, inti milik Isabella mulai basah.


Dia bergerak lembut menjelajahi hutan yang terawat dengan begitu baik itu dengan lidah nya, menekan nya kemudian bergerak keluar-masuk hingga membuat Isabella terus mengeluarkan suara-suara nyanyian indah nya.


Gadis itu jelas merasa sesuatu terus Menghantam Dirinya, dia kehilangan kendali dan berusaha menjepit kepala sang suami dengan kedua pahanya.


Isabella tersengal-sengal dan seolah-olah meminta agar Jefrey berhenti sekarang juga sebab dia merasa sesuatu akan tumpah saat ini juga.


"J..J... hentikan, aku mau... Ahhh"


alih-alih berhenti, Jefrey semakin mempercepat gerakan lidah nya, bahkan dia sengaja menghisap nya dengan kuat, karena dia merasakan sesuatu yang berkedut akan tumpah tidak lama lagi.


Dan benar saja, tidak lama kemudian sesuatu menyembur dengan sempurna.


Jefrey secara perlahan menghapus sisa cairan yang menyembur dengan kain yang ada di sekitar nya, kemudian secara perlahan dengan gelora yang terus memanas Jefrey langsung naik atas tubuh Isabella.


"Siap masuk ke inti nya baby?"


Pertanyaan itu terdengar begitu mengerikan, dia ingin bilang ini pertama kali nya untuk dia, tapi dia tidak punya kekuatan untuk mengatakan nya.


Bola mata Jefrey dipenuhi gai...rah yang terus bergejolak dan semakin memanas.


dan kemudian bibir itu kembali menyambar bibir Isabella secara perlahan, menyesap nya lembut untuk beberapa waktu.


Lalu tiba-tiba sesuatu menekan milik Isabella dibawah sana.


Milik Jefrey secara perlahan mulai mencoba menyeruak masuk dengan gerakan begitu lembut, tapi bagi nya itu terasa begitu sulit.


Satu kali.


Gagal.


"Akhhh"


Isabella memekik pelan, mencoba meremas punggung Jefrey dimana tubuh mereka saling menyatu sejak tadi.


Dua kali.


Gagal.


"No... J ini sakit"


Suara Isabella terdengar seperti sebuah ringisan rasa sakit.


"One more again"


Bisik Jefrey.


Dan...


Blasshhhh


"Akhhhhh"


Seketika jeritan Isabella memenuhi kamar tersebut, diiringi rasa sakit mendominasi terasa ada yang sobek dibawah sana.


Dia menggigit bahu Jefrey untuk beberapa waktu.


Isabella terisak sambil berusaha menahan semua rasa sakit nya.


Jefrey sejenak mengerutkan keningnya, kemudian menaikkan ujung bibirnya meraskan sesuatu mengalir lembut di bawah sana.


Cairan merah mengalir begitu lembut mengenai Sprai yang mendominasi berwarna merah.


Laki-laki itu tidak banyak bicara, seolah-olah menyimpan sesuatu didalam hati nya.


Sejenak Jefrey menelisik bola mata Isabella, menatap bola mata yang menyisakan air matanya.


Dia menyentuh lembut Wajah Isabella, menghapus air matanya secara perlahan.


"Apa aku menyakiti kamu?"


Jefrey berbisik pelan.


"Seharusnya aku melakukan lebih lembut lagi di malam pertama kamu"


Isabella tidak bisa berkonsentrasi dengan pertanyaan Jefrey.


Malam pertama dia atau malam pertama pernikahan nya, tahukah laki-laki itu jika dia belum terjamah oleh siapapun.


Alih-alih peduli, dia mencoba menahan perih dibawah sana.


"Ini menyakitkan"


Dia terisak sejenak,. menatap bola mata Jefrey untuk beberapa waktu.


"Aku akan bergerak perlahan"


Bisik Jefrey lagi.


Isabella hanya mengangguk pelan.


Laki-laki itu mulai bergerak pelan membawa sang istri berharga nya mengarungi indah nya gelombang elektromagnetik yang bisa membuat pasangan manapun menggila ketika melewati malam panjang penuh kehangatan.


Pompahan demi pompahan terdengar saling bersahutan dengan gerakan jarum jam yang memenuhi seisi ruangan, hembusan dingin AC tidak lagi mereka rasakan.


Yang ada hanya satu keindahan luar biasa yang akan membawa mereka pada puncak pelepasan dahaga akan haus nya malam pertama.


Sepasang kekasih yang memendam hasrat sekian lama pada akhirnya melebur kan cinta melalui proses indah penuh peluh dan berakhir pada satu pelepasan sempurna.


Suara desa..Han demi desa..Han dan era..Ngan manja kedua insan itu saling bersahutan menambah panas keadaan didalam kamar Tersebut, hingga akhirnya satu pelepasan terjadi di antara mereka sambil saling mengeratkan pegangan antara satu dengan yang lainnya.