
Disisi lain
Mulyono company
Mayang berjalan tergesa-gesa dari arah lantai bawah menuju ke arah lantai atas, dia tidak peduli soal pandangan orang-orang yang melihat reaksi kemarahan nya.
Orang-orang tahu saat ini Mayang terlihat mencoba memendam kemarahan yang begitu mendalam.
Kilatan amarah dibalik bola mata nya begitu kentara terlihat, bahkan perilaku buruk Mayang yang enggan dilihat orang ketika marah langsung keluar semua.
Perempuan itu ketika marah benar-benar mengeluarkan kedua tanduk nya, bahkan bisa melampiaskan kemarahannya kepada siapapun yang ada di sekitar nya.
Dan benar, seorang karyawan perusahaan langsung terkena amukan nya.
"Aku bilang dimana Aldi sekarang, sialan?"
Pekik nya dengan cara yang begitu arogan.
"Apa kau tuli? bagaimana cara nya perusahaan ini menggaji orang bodoh seperti kamu"
Pekik nya lagi karena dia anggap orang yang di ajak bicara terlihat begitu bodoh dan menyebalkan.
Sudah menjadi ciri khas Mayang, gaya glamor dan arogan, bicara kasar tanpa memikirkan perasaan orang lain ketika mengucapkan tiap kata-kata nya, semua pegawai di perusahaan tersebut sudah lama sekali memandang enggan pada perempuan tersebut.
Jika karena bukan memiliki kontak kerjasama dengan perusahaan mereka dan menjadi model ambassador mereka, mungkin mereka tidak akan berlaku ramah pada perempuan tersebut.
Toh masih banyak model lain yang cantik menurut mereka.
"Maafkan aku nona, tuan sedang ada rapat saat ini"
Ucap perempuan berkacamata itu ke arah Mayang.
"Tunjukkan ruangan nya"
"Tapi Nona"
"Ohhh God, aku bilang tunjukkan ruangan nya"
Bentak Mayang kesal lantas langsung berjalan menjauhi Perempuan itu menuju ke lantai atas.
"Dilantai atas? lupakan saja, aku akan bertanya pada orang yang lebih pintar dari pada kamu"
Ucap Mayang lagi lantas melesat naik dengan cepat.
Perempuan tadi jelas gelagapan, dia langsung menuju ke meja nya, mencoba menghubungi telpon menuju ke ruangan atas.
Mayang sendiri secepat kilat naik, mencari Ruangan yang di gunakan oleh Aldi untuk memimpin rapat.
Dia marah... yah sangat marah sekali saat dia tahu Aldi membuang diri nya dan menarik model baru itu untuk menjadi model papan iklan dan brand produk mereka, menyingkir kan Dirinya secara diam-diam tanpa sepengetahuan dirinya.
bayangkan saja dia yang tidak pernah mendapatkan buket bunga dari laki-laki itu harus menggigit jari nya saat dia mendengar cerita dari manager nya yang mendapat kabar dari teman nya, mereka berkata Aldi mengirimkan buket bunga kepada gadis lain selain dirinya bahkan dengan ucapan selamat yang begitu manis.
begitu ruangan rapat didobrak cara paksa seketika Aldi dan semua orang yang berada di ruangan tersebut menoleh secara serentak.
Aldi jelaskan langsung mengerutkan keningnya, dia fikir gadis dihadapannya ini semakin lama semakin melunjak.
Laki-laki itu fikir kemarin jika bukan karena ada satu perihal dia tidak mungkin memilih bermain dengan Mayang untuk dijadikan selingkuhan demi menceraikan Lira.
tapi karena satu-satunya orang yang bisa dimanfaatkan oleh dirinya adalah Mayang, dia terpaksa memilih perempuan tersebut untuk dijadikan batu loncatan.
"Kita bisa menunda rapat nya hingga sore nanti"
ucap Aldi kepada semua orang.
seketika semua orang membereskan berkas-berkas mereka lantas mereka langsung keluar dari ruangan tersebut tanpa banyak bicara.
"Apa yang kau lakukan Huh?"
Mayang terlihat begitu marah, mendekati Aldi dan berniat memukul laki-laki tersebut tapi baru tangan nya terayun tiba-tiba laki-laki itu menahan tangan nya.
"Kau mulai berani dengan ku saat ini?"
Tanya Aldi tiba-tiba dengan pandangan yang begitu tajam.
Mayang jelas terkejut, tapi dia masih terlihat begitu marah.
"Katakan pada ku, Kenapa kau mengganti model nya bahkan kau mengirimi pendatang baru tersebut Dengan bunga?"
tanya mayang masih dengan jutaan kemarahan nya.
"Kenapa kamu terlalu serius menanggapi segala sesuatu? bukankah kamu sudah tahu? pendatang baru selalu bisa meraup banyak keuntungan di mata semua orang?, jadi berhentilah seperti anak-anak karena posisi mu bertukar dengan anak baru"
"Apa? kau sengaja Menukar kami?"
"Bersikap lah dewasa, ini hanya sementara, jangan terlalu gampang marah, kau tahu? aku tengah meminta seseorang untuk menempati kamu ke perusahaan Van Efron sesuai kemauan kamu"
Mendengar ucapan Aldi seketika Mayang membulatkan bola matanya.
"Benarkah?"
"Apa kau pikir aku akan membohongi kamu?"
Seketika seulas senyuman mengembang di balik bibir Mayang.
Aldi terlihat ikut mengembangkan senyuman nya, tidak tahu apakah laki-laki itu bersungguh-sungguh atau mempermainkan Mayang, tapi yang jelas begitu mendengar kata Van Efron jelas membuat perempuan itu terlihat begitu bahagia.