Istri Tak Ternilai Tuan Jefrey

Istri Tak Ternilai Tuan Jefrey
Saling bermain licik


Ketika mendengar pembicaraan orang-orang itu sejenak Isabella terdiam, dia tidak mengeluarkan suara nya sama sekali termasuk sang penata make up dan Moma.


Hingga akhirnya orang-orang itu melesat pergi entah kemana.


Isabella masih Belum bergeming sama sekali, dia terlihat berfikir soal sesuatu.


"Isabella?"


Moma bertanya pelan ke arah perempuan tersebut.


Alih-alih menjawab Isabella lebih memilih untuk meraih handphone nya, perempuan itu mencoba untuk menghubungi seseorang.


Cukup lama hingga akhirnya panggilan nya tersambung kepada seseorang.


"Katakan pada ku?!.


Tanya Isabella tiba-tiba.


"Siapa yang akan dia gunakan untuk Untuk menarik perhatian Mr. K agar bisa terhubung dengan Jefrey?"


Lanjut Isabella lagi.


Dia terlihat diam, mencoba mendengar kan jawaban yang disampaikan oleh orang yang ada di ujung sana.


Isabella tampak mendengus, dia menggelengkan kepalanya dengan pandangan tidak percaya.


"Perempuan itu selalu punya cara untuk menjebak gadis lain demi mencapai apa yang dia mau"


Setelah berkata begitu, Isabelle terlihat menutup panggilan nya kemudian dia menatap ke arah Moma untuk beberapa waktu.


"Ada apa?"


"Kau tahu? Mayang menggunakan seorang gadis untuk bisa membuat Mr. K tergiur menerima penawaran Mayang untuk mendekati diri nya dengan suami ku"


"Apa aku bisa menebak orang nya?"


Moma terlihat mengerut kan keningnya.


"Raisa mengenal nya dengan baik"


Jawab Isabella cepat.


"Ya?"


Moma semakin mengerutkan keningnya.


"Mari membuat permainan nya menjadi semakin menarik,kita bisa saling bermain licik"


Ucap Isabella sambil mengembang kan senyuman.


"Maksud kamu?"


"Aku butuh Raisa untuk bisa menghubungi orang tersebut"


"Sambungkan aku kepada dirinya"


Setelah mendengar permintaan Isabella, moma dengan cepat menekan satu tombol dimana disana terpampang dengan jelas nama Raisa disana.


*******


Klub malam xxxxxx


Jakarta


Pandangan mata Jefrey terus menyusuri bagian depan bangunan yang ada dihadapan nya itu untuk beberapa waktu, dia kemudian berjalan menuju ke arah depan klub malam xxxxxx Jakarta tersebut sambil diikuti oleh dua orang di sisi kiri dan kanannya.


Di pintu masuk dia tidak harus menunjukkan kartu identitas nya atau kartu member nya, siapa yang tidak tahu dengan pengaruh laki-laki tersebut.


Dua penjaga yang berdiri di depan klub malam xxxxxx tersebut jelas langsung menundukkan kepala mereka, seorang pekerja perempuan Langsung menyambut kehadiran Jefrey Van Efron.


Bagi mereka laki-laki itu jelas bebas keluar masuk ke sana karena kekuasaan dan kekuatan nya.


Mereka tahu seseorang yang begitu berpengaruh didalam sana Tengah menunggu laki-laki itu sejak tadi.


Pertemuan dua orang penting yang sangat berpengaruh itu jelas menjadi angin segar di klub malam mereka.


Dari ujung sana terlihat seorang perempuan Langsung ikut menghampiri Jefrey Van Efron.


"Kau sudah datang?"


Tanya Perempuan itu sambil menundukkan kepalanya.


Jefrey tidak menjawab, dia hanya melangkah berjalan lurus kedepan sambil bertanya.


"Berapa dia membayar mu kemarin?"


Pertanyaan Jefrey cukup membuat dia terkejut, Perempuan itu kemudian menjawab dengan cepat.


"100 juta di Bayar di muka"


Mendengar Jawaban perempuan itu Jefrey hanya menaikkan ujung bibirnya.


Mereka berjalan terus menuju ke arah depan, saling tidak bicara untuk waktu yang cukup lama, bergerak menuju ke satu ruangan dimana di dalam sana seseorang telah menunggu mereka.


Begitu tiba di satu ruangan yang dimaksud, perempuan itu langsung membuka pintu nya.


Jefrey secara perlahan masuk kedalam sana, melangkah pasti sambil menatap satu sosok laki-laki yang tengah berdiri menghadap ke arah kaca besar dimana bola mata nya memandangi langit malam yang di hiasi oleh jutaan bintang-bintang.


"Kau sudah datang?"


Orang itu bertanya tanpa sedikitpun menoleh kearah Jefrey Van Efron.


"Seperti yang kamu lihat"