Istri Tak Ternilai Tuan Jefrey

Istri Tak Ternilai Tuan Jefrey
Laki-laki pecemburu


Jam makan siang


Ruang khusus Isabella


Ketika semua orang telah pergi untuk mendapatkan makan siang mereka, Isabella masih memilih untuk tinggal di ruangan nya, dia hanya meminta bantuan Moma untuk membawanya makan siang setelah laki-laki gemulai tersebut pulang kembali ke kantor.


Perempuan tersebut memilih menghabiskan waktu nya untuk mempelajari beberapa berkas Yang baru dia dapatkan dari Moma.


Moma berkata jika Aldi berharap dirinya menerima tawaran kerjasama nya.


Isabella jelas belum menjawab nya, dia fikir dia pasti nya butuh persetujuan dari suami nya, meski bagaimana pun juga, Jefrey punya hak dan wewenang atas dirinya saat ini, karena telah menjadi istri sah nya.


Sejenak Isabella terkejut saat dia mendengar suara pintu dibuka, dia buru-buru membalikkan tubuhnya betapa terkejutnya dia ternyata yang datang adalah Jefrey.


laki-laki itu masuk secara perlahan ke dalam ruangannya sambil menutup pintu ruangan tersebut dan menguncinya.


"J?"


isabella jelas mengerutkan keningnya, dia pikir mereka sudah sepakat untuk tidak menampakan hubungannya mereka kepada semua Orang, sebab mereka telah membuat keputusan membiarkan orang-orang berpikir mereka belum menikah, Jefri masihlah tetap seorang Jefri yang memiliki seorang putra dengan jutaan pesonanya dan dia tetaplah issabela yang belum memiliki status pernikahan dengan siapapun.


tapi dia pikir kenapa tiba-tiba Jefri ada di ruangannya dan mengunci pintu ruangan tersebut dikala semua orang tengah mendapatkan makan siang mereka.


Jefrey tampak tidak mengeluarkan ekspresi dia hanya menatap sebuah buket bunga yang ada di sisi kiri meja yang digunakan Isabella untuk bekerja.


Laki-laki itu tiba-tiba mendekatkan dirinya ke arah Isabella, Jeffrey langsung menarik pinggang perempuan tersebut dan merapatkan tubuh Isabella ke dalam pelukannya.


Isabella jelas terkejut dia langsung membulatkan matanya menatap wajah Jefri dengan perasaan bingung dan sedikit malu.


"Ada yang berani bersaing dengan ku rupanya?"


Tanya Jefri sambil menatap bola mata Isabella.


Alih-alih menjawab Isabella hanya mengangguk kan kepalanya.


"Apakah aku harus mengganti buket bungaku dengan ukuran yang lebih besar


Ucap Jefrey tiba-tiba.


"Aku pikir warna yang diberikan nya sangat jelek sekali, bahkan bentuknya juga sangat tidak menarik"


Protes Jefrey lagi.


"Bahkan tulisan nya juga sangat jelek sekali"


Tidak tahu apa yang dikatakan nya sendiri, Jefrey merasa begitu tidak suka dengan pemandangan yang dia lihat saat ini.


"Tidak bisakah minta Orang untuk membuang nya?"


Dia bertanya sambil mencoba menyingkirkan bunga itu dari pandangan nya.


Masih sambil memeluk Isabella, dia mencoba menyingkirkan bunga tersebut ke arah sisi meja bawah.


Mendengar ucapan, ekspresi dan tindakan suaminya Isabella tampak mengulumkan senyumannya.


Lagi-lagi laki-laki itu bicara dengan nada protes.


"Kamu cemburu?"


Tanya Isabella sambil menelisik bola mata Jefrey.


Mendengar pertanyaan Isabella, laki-laki itu jelas saja berusaha menampik.


"Tentu saja tidak, hanya saja selera orang itu begitu payah soal bunga"


Baiklah, apa Isabella boleh tertawa?!.


Sang suami Begitu cepat mendapatkan informasi soal bunga yang di berikan Aldi.


Bukankah ada banyak buket bunga di ruangan ini? lalu kenapa yang dilirik hanya bunga dari Aldi? lalu sejak tadi terus protes soal bentuk, warna bahkan tulisan nya.


Artinya bisa isabella tebak, laki-laki itu benar-benar punya mata-mata khusus untuk mengawasi diri nya.


Isabella fikir dia tidak mempermasalahkan nya, selama itu bisa membuat dirinya aman dan Jefrey tenang, isabella tidak harus protes soal semuanya.


"Tapi bola mata itu berkata dia cemburu hmm?"


Tanya Isabella sambil berusaha mengembangkan senyuman nya.


"Oh come, aku tidak akan melakukan nya baby, kamu tahu aku ini tidak pernah melakukan hal bodoh seperti itu"


Laki-laki itu jelas saja mengelak, mana mau dia kehilangan harga diri dengan berkata dia cemburu.


Melihat ekspresi wajah Jefrey yang seperti itu seketika membuat perempuan berkata.


"Aldi mengirimi aku sebuah pesan WhatsApp"


Seketika Jefrey membulatkan bola matanya.


"Apa?"


"Dia menawarkan diri ku untuk ikut makan malam bersama dirinya"


Lanjut Isabella lagi.


Mendengar ucapan terakhir Isabella jelas saja membuat dia langsung mengubah ekspresi nya, secepat kilat laki-laki itu menyentuh kedua belah pipi Isabella.


Perempuan itu jelas terkejut.


"Jangan coba-coba untuk pergi"


Ucap laki-laki itu lagi.


Sepersekian detik kemudian tiba-tiba laki-laki tersebut langsung melesatkan ciuman nya begitu saja dengan begitu dalam, membuat Isabella membulatkan bola matanya Karena terkejut.