
“Daniel kau mau bawa aku kemana ?”
Daniel menarik tangan Rose agar mengikutinya ke lantai atas dan masuk ke dalam kamarnya.
Daniel menjatuhkan tubuh Rose ke atas ranjangnya, dan membuka ikat pinggang yang ia kenakan.
“Kau mau apa Daniel !” teriak Rose saat melihat Daniel seolah ingin melecehkannya.
“Memiliki mu !” jawab Daniel dengan suara beratnya.
“Tidak ! Jangan lakukan itu padaku ! !” ancam Rose dengan suara yang berteriak.
“Percuma kau berteriak, tidak ada yang mendengar suara mu karena kamar ini kedap suara !” Daniel mengungkung tubuh Rose dan berusaha menciumi wajah Rose yang terus meronta.
“Lepaskan aku ! Lepas !” Rose terus meronta disaat tubuhnya semakin memanas dan seolah menghianatinya.
Hingga tiba-tiba…
Brak
Pintu kamar Daniel di dobrak oleh seseorang hingga membuat Daniel dan Rose menoleh.
“Bajingan !” suara Marcus menggelegar dan membuat Daniel membulatkan matanya melihat kehadiran suami Rose.
“Beraninya kau !” Marcus meraih tubuh Daniel dan melemparkannya ke dinding kemudian ia memukuli Daniel dengan membabi buta.
“Sudah hentikan !” teriak Marcus.
Marcus lalu berjalan menghampiri Rose dan memeluknya. “Aku takut sekali..hiks..hiks..” Rose menangis dalam pelukan suaminya, untung saja Marcus datang tepat waktu, jika tidak ia tak tahu apa yang sudah terjadi.
“Ayo kita pulang !” Marcus membawa Rose keluar dari rumah Daniel, sedangkan Daniel di tangkap oleh polisi dan dibawa ke pihak berwajib atas kesalahan yang ia lakukan pada Rose.
Di dalam mobil rasa panas dalam tubuh Rose semakin menjadi-jadi. Ia bahkan membuka kancing kemejanya satu persatu hingga memperlihatkan bra warna hitam yang ia kenakan.
“Sayang, apa yang kau lakukan ?” Marcus masih tetap mengemudikan mobilnya.
“Tubuh ku panas sekali ! Aku sudah tidak tahan lagi !” keluh Rose
“Daniel brengsek !” Marcus lalu memutar kan mobilnya menuju sebuah hotel. Marcus bisa menebak jika istrinya sudah diberi obat perangsang oleh Daniel.
Begitu mobilnya sampai di hotel Marcus memesan kamar hotel dan membawa istrinya menuju kamar.
Begitu mereka masuk ke kamar, jelas saja Rose membuka pakaian yang ia kenakan hingga menyisakan pakaian dalam saja.
“Aku akan membantu mu !” Marcus membuka pakaiannya dan mengungkung tubuh Rose.
‘aahh…’
‘aahh…sa..sakit..!’
Rose merasakan benda tumpul yang begitu besar masuk ke dalam miliknya hingga ia menjerit kesakitan.
Marcus merasakan darah segar mengalir dibawah sana, Marcus tersenyum bahagia karena ia adalah orang pertama yang mendapatkan kesucian istrinya.
‘Lep..pas sa..sakit..’
Marcus mendiamkannya sebentar hingga tak lama Marcus menggerakkan tubuhnya. Rose yang awalnya kesakitan kini men.de.sah nikmat.
Mereka melakukan percintaan panas untuk pertama kalinya. Apalagi Rose dalam keadaan pengaruh obat perangsang, Rose yang begitu agresif ia menyeimbangi Marcus hanya berdasarkan instingnya, dan Marcus begitu menyukai apa yang dilakukan oleh Rose padanya.
‘Ooogghh…Roseline..kau..aaahh’
‘Ahhh…ini..nikmat..aahh..’
‘Panggil aku Daddy, sayang !’
‘Daddy…aahh…Dad..’
Hingga Marcus meledakkan semburan lahar panas miliknya ke dalam rahim Rose sampai Rose terkulai lemas dan tertidur.
‘Aaaaargghh..’
... ……….....
Pagi harinya, Rose mengerjabkan kedua matanya seluruh tubuhnya seolah remuk tak bertulang, ia kemudian tersadar jika tidak di dalam kamarnya.
Rose kemudian teringat jika ia kemarin bersama Daniel dan Daniel hendak memperkosanya. Rose kemudian menitihkan air matanya berfikir mungkin kah Daniel yang telah melakukan ini padanya.
“Aku diperkosa…hiks..hiks..” tangis Rose pecah merasa ia sudah diperkosa oleh Daniel dan tak mengingat apapun yang terjadi diantara dirinya dan suaminya semalam.
“Iya aku yang memperkosa mu !” ucap Marcus dengan suara beratnya hingga Rose menoleh ke arah Marcus yang baru keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggangnya.
“Hah..”
... …………...