ISTRI KECIL KU "ASHA"

ISTRI KECIL KU "ASHA"
KEPERGOK MERTUA


Asha pulang ke mansions pada hari sudah sore ia menenteng dua papper bag ditangannya berupa pakaian dan tas yang ia beli bersama Venus dan Rose.


Saat Asha masuk ke dalam kamarnya ia dikagetkan dengan suaminya yang tiba-tiba memeluknya dari belakang. Dan Asha terperanjat kaget dengan apa yang Rain lakukan.


“Daddy !”


“Sudah puas jalan-jalan bersama para sahabat mu, Sayang ?” tanya Rain yang meraih dua papper bag yang ada di tangan istrinya dan meletakkannya di sofa.


“Nanti aku jalan-jalan lagi bersama Venus dan Rose apa boleh ?” Asha balik bertanya dan menatap suaminya.


“Tentu saja, mulai hari ini kau boleh menghabiskan waktu untuk dirimu sendiri dan bersama kedua sahabat mu, asal itu membuat mu bahagia dengan catatan kau tidak lupa dengan suami tampan mu ini !” jawab Rain memegang dagu Asha dan tersenyum manis padanya.


Asha tersenyum senang ternyata Rain mengizinkannya jika pergi bersama Venus dan Rose kapan pun yang ia mau.


“Terimakasih Dad, aku semakin sayang padamu.” Asha memeluk Rain dan mencium pipinya.


Rain mengeratkan pelukannya pada Asha dan mencium aroma tubuh Asha yang memang selalu menjadi candu untuknya. “Sayang, kita sudah lama tidak melakukannya. Aku rindu…” Rain bergelayut manja dengan istrinya tersebut.


Mendengar hal itu Asha merasa bersalah dengan dirinya sendiri, saharusnya ia memberikan kewajibannya pada suaminya meskipun ia tengah hamil karena dokter kandungan pun sebenarnya tidak melarangnya asalkan dilakukan dengan perlahan.


“Baiklah, aku akan berikan hadiah yang sangat spesial untuk suamiku yang sudah lama berpuasa demi calon anak kita.” Asha mengecup bibir Rain sekilas lalu ia berdiri dari pangkuan suaminya.


“Sekarang ?” tanya Rain dengan penuh semangat karena ia sudah tidak sabar untuk melakukan olahraga jumpailitan dengan istrinya.


“Aku mandi dulu Daddy !” jawab Asha kesal karena melihat suaminya yang seakan tak bersabaran.


“Tidak usah mandi, kalau ujung-ujungnya nanti akan mandi lagi !” Rain menarik tubuh istrinya kembali duduk di pangkuannya hingga Asha terpekik kaget.


“Daddy !”


“Asha sayang, ayo kita…” ucapan Kate terputus dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya saat melihat anak dan menantunya tengah saling bertautan.


“Mommy !” ucap Rain melepaskan tauntan bibirnya dan Asha dengan sigap langsung berdiri dari pangkuan Rain dan merasa sangat malu dengan kedua pipi yang merona.


“Maaf Mommy, tidak mengetuk pintu…sudah lanjutkan saja !” Kate buru-buru keluar dari kamar Rain dan Asha.


“Kenapa Asha tidak ikut ?” tanya Morgan yang melihat istrinya keluar dari kamar sendirian.


“Nanti saja Dad, sepertinya hari ini bukan waktu yang tepat !” Kate tercengir kuda karena tidak mungkin ia mengatakan apa yang barusan ia lihat diantara anak dan menantunya.


“Apa Asha sakit ?” tanya Morgan lagi.


“Dia sedang sakit enak bersama suaminya.” Jawab Kate dengan santainya dan jawaban Kate membuat Morgan melongo mendengernya.


“Sakit enak ?” ulang Morgan karena ia sendiri seolah tak paham dengan apa yang dikatakan oleh istrinya. “Apa itu sakit enak ?” tanya Morgan lagi.


“Berpatok ayam Dad ! dan mungkin akan menjadi kegiatan belut masuk sawah.” Jawab Kate dengan penuh istilah dan itu membuat Morgan semakin bingung.


“Sayang aku tidak mengerti apa yang kau katakan !”


“Daddy mereka sedang mengadon bayi !” ucap Kate menjadi kesal karena Morgan selalu banyak bertanya.


... ………...