
Leon membulatkan kedua matanya saat Hera telah mengetahui siapa wanita yang akan dia nikahi. Leon tak menyangka jika Hera telah mengetahuinya.
Hera semakin menangis baru saja ia merasa dicintai oleh seorang Pria dengan tulus setelah kematian almarhum suaminya dengan Leon. Namun kini Hera harus menelan pil pahit saat pria yang mencintainya itu hanya datang untuk sementara dan dalam sekejab mampu meluluh lantahkan hatinya.
“Rasanya aku ingin mati saja !” Hera berjalan mengambil pisau buah yang ada di meja sudut kamar hotel dimana mereka tengah berbicara.
Leon yang melihat tindakan Hera yang ingin bunuh diri dengan menyayat pergelangan tangannya, dengan cepat Leon meraih tangan Hera agar Hera tak melakukan perbuatan nekatnya.
“Hera hentikan !” Leon berusaha mencegah Hera yang masih besikeras memegang pisau ditangannya.
“Lepaskan aku ! biar aku mati saja, jika nyatanya aku tidak bisa bersama mu !” ucap Hera dengan frustasi. Hingga dengan paksa Leon melepaskan pisau yang ada ditangan Hera dan pisau tersebut jatuh dilantai.
Hera semakin menangis histeris dan Leon kemudian dengan cepat membawa Hera ke dalam pelukannya menenangkannya.
“Jangan tinggalkan aku, ku mohon.” Lirih Hera dalam pelukan Leon.
Leon memejamkan kedua matanya ini adalah keputusan yang terberat baginya dimana ia harus memilih dan mempertahankan kedua wanita yang sama-sama kuat kedudukannya dalam dirinya.
“Kau sudah punya anak darinya, setidaknya biarkan aku memiliki mu. Aku tak mengapa jika harus menjadi istri pertama mu atau istri kedua mu, asalkan kau menjadi milik ku !” Hera menatap manik mata Leon dimana Leon semakin kalut dengan pendiriannya, ia semakin bingung mana yang seharusnya ia pantas perjuangkan.
Jika dikatakan bagaimana perasaannya pada Hera, tentu saja Leon masih mencintainya. Hera adalah cinta pertamanya meski dia bukan yang pertama mendapatkannya, namun rasa cinta itu seolah tak lekang oleh waktu.
Bibir mereka saling bertautan seolah mereka melupakan apa yang barusan terjadi diantara mereka berdua barusan. Hingga pada akhirnya tubuh mereka terjatuh di atas ranjang, seolah mereka ingin melupakan kejadian barusan dengan saling memberikan sentuhan satu sama lain.
Namun pada saat tubuh Leon sudah berhasil dikuasai oleh Hera, Leon tersadar jika dia tidak bisa meneruskannya sebab ia sangat mencintai Hera dan tak ingin menyentuhnya sebelum mereka menikah.
Hati Hera terasa semakin bak ditikam ribuan jarum, penolakan yang lakukan Leon padanya benar-benar membuat amarahnya kian berkobar.
“Aku tidak bisa meneruskannya sebelum ada ikatan pernikahan diantara kita berdua !” Leon bangkit dan mengancingkan kembali kemeja yang ia kenakan.
“Kalau begitu ayo kita menikah !” Hera menekankan kata-katanya, persetan dengan bagaimana hubungan pernikahannya kedepannya nanti yang terpenting baginya ia bisa memiliki Leon.
“Kita bisa menikah siri, asalkan aku bersama mu dan memiliki mu !” ucap Hera lagi meneruskan kata-katanya.
Leon menatap iba pada wanita yang ia cintai tersebut sebegitu dalam kah rasa perasaan Hera untuknya dan ia pun tak menampik perasaannya sendiri yang juga memiliki perasaan yang sama.
Dan pada akhirnya Leon dengan terpaksa menikahi Hera secara siri. Harapan yang dinantikan oleh Hera Leon adalah sebuah pernikahan impian dimana mereka akan duduk bersanding bak raja dan ratu semalam dengan pria yang mencintainya hanyalah angan-angan belaka.
Terutama pada Hera ia harus mengubur itu dalam-dalam. Namun, satu yang ia yakini adalah jika Leon sudah menjadi miliknya itu sudah lebih dari cukup, karena ia akan memiliki hak yang sama sebagai seorang isti pada Leon, maka dengan mudah ia juga bisa mengambil tempat Diana dengan menjadi istri satu-satunya, Leonel Richard
... ………....