ISTRI KECIL KU "ASHA"

ISTRI KECIL KU "ASHA"
BERTANYA DOKTER


Ting


Rain membuka ponselnya melihat notifikasi berupa jumlah uang yang dihabiskan oleh istrinya untuk berbelanja.


Rain tersenyum senang melihatnya menurut Rain itu artinya Asha sedang bersenang-senang menghabiskan harinya dengan kedua sahabatnya. Rain tak mempermasalahkan seberapa banyak uangnya yang Asha gunakan untuk berbelanja, asalkan istrinya tersebut bahagia dan menikmati harinya.


Rain meletakkan ponselnya kembali ke atas meja kerjanya. Tiba-tiba seseorang datang masuk ke dalam ruangannya, dia adalah Marcus sahabat Rain yang juga dokter pribadi Rain.


“Aku datang untuk melaksanakan tugasku, yang mulia Rain De Costa !” Marcus menunduk hormat membuat drama layaknya ia tengah berhadapan dengan seorang raja, ia sengaja melakukan itu karena Marcus sedang menghibur Rain.


Rain tertawa mendengarnya ia kemudian berdiri dari duduknya dan duduk di sofa bersama Marcus.


Marcus datang menemui Rain karena setiap bulannya Marcus akan mengecek kondisi kesehatan Rain, sebab Rain harus tetap sehat karena ia harus mengurus perusahaan dengan baik dan juga istrinya yang sedang hamil.


Marcus memasangkan alat tensi darah di lengan Rain setelah selesai Marcus mengeluarkan satu botol vitamin yang biasa ia berikan pada Rain untuk di konsumsi agar memelihara kesehatannya.


“Jadi bagaimana rasanya memiliki istri berdaun muda ?” tanya Marcus tergelak pada Rain.


“Kau mau tahu ?” jawab Rain dengan santainya.


“Tentu saja, aku jadi penasaran pasti kau tiap hari mengerjainya siang dan malam kan ?” pertanyaan Marcus membuat Rain terkekeh mendengarnya.


“Sudah ku duga, mantan sang cassanova yang berstatus duda akhirnya memiliki istri muda yang pasti begitu menyenangkan.” Ledek Marcus karena apa yang dikatakannya adalah kenyataan.


“Kau nikah saja sana maka kau akan tahu rasanya memiliki istri yang masih muda.” Rain meneguk minuman bersoda yang sudah ia buka untuknya dan Marcus dan kemudian mereka berdua minum bersama.


“Aku masih betah sendirian, dan masih belum puas menjelajah wanita.” Jawab Marcus pria yang seumuran dengan Rain tersebut memang belum menikah dan seakan enggan untuk menikah karena ia terlalu malas jika harus berhadapan dengan sebuah pernikahan. Sebab jika ia menikah pasti ia akan dilarang ini dan itu oleh istrinya.


“Terserah kau saja !”


Rain tampak memikirkannya ia kemudian terpikirkan tentang kandungan Asha karena sudah dua bulan ini dirinya tidak menyentuh Asha lagi karena takut membahayakan calon anaknya, padahal setiap harinya Rain ingin selalu menyentuh istri kecilnya itu. Namun apalah daya ia tak bisa melakukannya dan kadang terpaksa harus bermain sendirian.


“Jika ku tanyakan nanti kau akan menertawakan aku.” Rain meletakkan minuman bersoda ditangannya di atas meja.


Marcus megernyitkan dahinya namun sejurus kemudian ia seolah paham dan satu pemikiran dengan sahabatnya itu.


“Kau pasti tidak pernah melakukan itu pada istri mu semenjak dia hamil kan ?” Marcus mengedipkan matanya pada Rain dan Rain melongo seakan tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh sahabatnya itu seolah Marcus mengetahui apa yang Rain pikirkan.


‘Dia dokter atau dukun ?’ ucap Rain dalam hati.


“Kau bisa melakukannya dengan perlahan dan ingat jangan pernah kau semburkan oli premium mu itu di dalam sarangnya sebelum calon anak mu berusia sembilan bulan ! Apa sudah cukup pertanyaannya, yang mulia ?” jawab Marcus tersenyum manis dan itu membuat Rain bergedik geli melihatnya.


“Kau sangat menggelikan ! Sudah pergilah, aku tidak ingin bertanya lagi !” usir Rain kemudian ia berdiri dari duduknya dan berjalan ke meja kerjanya.


“Kau harus mentransfer ku tiga kali lipat untuk konsultasinya !” ucap Marcus sambil memasukkan alat tensi darahnya ke dalam tasnya lalu ia berdiri dari duduknya dan mengeluarkan ponselnya membuka notifikasi transfer yang ternyata Rain memberikannya 10 kali lipat dari apa yang Marcus minta.


“Ingat jangan terlalu cepat dan keras..pelan-pelan saja ! Aku pergi dulu ! Terimakasih uangnya.” Ucap Marcus lagi dengan santainya lalu ia keluar dari ruangan Rain.


Sedangkan Rain menggerutui Marcus saat Marcus sudah keluar dari ruangannya. “Dasar dokter cabul !”


Namun pada saat Rain mendengar ia boleh melakukan buka puasa dengan Asha ia menyunggingkan senyuman di bibirnya dan tak sabar untuk bertemu dengan istrinya nanti sepulang bekerja.


“Baby, tunggu aku sebentar lagi pulang. !” Rain menatap wajah Asha yang ia jadikan wallpaper di ponselnya.


... ………....