
Detik demi detik berlalu
Lewati ruang dan waktu
Malam-malam terus berganti
Pagi datang menemani
Seperti itu hidup di jalani
Ada tawa ada tangis
Semua penuh dengan hitam putih
Warna-warni kehidupan.
“Mantan istri Tuan Muda Rain, meninggal karena menyelamatkan Tuan Rain dari tangan Moreno, mantan suami Nyonya Asha !” terang Leon pada saat sudah di dalam mobil bersama Kate dan Morgan beegitu juga dengan Kyara dan Agam mereka berlima dalam satu mobil yang sama.
“Apa ?!”
Semua tampak terkejut mendengar kabar tersebut karena mereka tak mengetahui apapun yang terjadi di Jerman, mereka pulang ke Jerman karena Rain memberikannya kabar jika Asha sudah melahirkan.
“Apa yang terjadi, Leon ?” tanya Morgan cepat.
“Nyonya Asha di culik dan diberi obat induksi secara paksa dan pelakunya adalah mantan suaminya sendiri yang bekerja sama dengan mantan istri Tuan Rain.” Jawab Leon apa adanya prihal kejadian yang menimpa Asha semalam.
Semua tampak terkejut mendengarnya karena mereka tak tahu apa-apa.
“Ya Tuhan !” ucap Kate pelan jantungnya berdebar begitu kencang membayangkan hal yang telah terjadi pada Asha.
“Kami membuat petumpahan darah dan banyak nyawa yang melayang demi menyelamatkan Nyonya Asha ! Maafkan aku Tuan, Nyonya !” sambung Leon lagi.
Kyara menutup mulutnya dengan tangannya ia tak menyangka Rain seolah akan terus berhadapan dengan maut.
“Lalu mengapa Maria menyelamatkan Rain ?” tanya Kate kemudian
“Aku pernah mengatakan jika mantan istri Tuan Rain masih terus berusaha membuat Tuan Rain kembali ke sisinya dengan mengusik rumah tangga Tuan Rain dan Nyonya Asha. Moreno ingin membunuh Tuan Rain, dan beruntungnya mantan istri Tuan Rain menyelamatkannya, Nyonya. Jika tidak…” ucapan Leon terputus saat Kate memotongnya.
“Sudah cukup !”
Mobil yang membawa Kate dan Morgan serta anak cucunya tak lama tiba di rumah sakit, mereka kemudian berjalan menuju kamar rawat inap Asha begitu mereka tiba di sana Kate langsung memeluk menantunya tersebut, Kate bisa merasakan bagaimana beban berat yang dialami oleh menantunya hingga ia bisa mengalami kejadian seperti yang diceritakan oleh Leon sepanjang perjalanan mereka ke rumah sakit.
“Semua akan baik-baik saja, Sayang. Maafkan Mommy yang tidak ada disamping mu.” Kate mengelus bahu Asha memberikan semangat untuknya.
“Terimakasih Mom.” Asha membalas pelukan Kate.
“Selamat Asha, kau menjadi seorang Ibu muda.” Kyara juga memberikan pelukan pada Asha dan Asha begitu senang mendengarnya.
Semua orang tampak bahagia menyambut kelahiran putra Rain yang baru saja lahir tadi malam. Tak lama datangla datanglah kedua orang tua Asha dari Dubai beserta Renata dan Kevin beserta ketiga anaknya.
“Kak Re..” pekik Asha pada Renata.
“Asha…!” Renata memeluk Asha dengan erat ia sampai menitihkan air matanya, kedua kakak beradik itu benar-benar saling menguatkan satu sama lain.
“Ayah…”
Bisma kemudian memeluk putrinya dan mengelus punggungnya dengan lembut. “Ayah tidak menyangka putri Ayah sudah menjadi seorang Ibu.”
“Terimakasih Ayah.”
“Jadi siapa nama nama putra kalian ?” tanya Morgan pada Rain dan Asha
“Rasya Arfabian Shaarim De Costa.” Jawab Rain dan Asha hanya tersenyum karena itulah nama yang mereka persiapkan untuk putranya ketika sudah lahir ke dunia.
“Masyaallah, nama yang indah !” jawab Ibu tiri Asha dan semua orang yang mendengarnya merasa senang mendengar nama itu.
“Apa artinya, Rain ?” tanya Agam kemudian.
“Anak laki-laki yang memiliki kedudukan tinggi dengan dipenuhi banyak kekuatan di dalam dirinya." Jawab Asha kemudian tersenyum manis menjelaskan arti nama bayinya.
Kebahagiaan menyelimuti keluarga De Costa dan Al Jaber atas kelahiran cucu mereka. Rasa haru dan bahagia yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata mereka penuh rasa syukur walau kejadian yang menimpa Asha nyatanya dibalik itu memberikan kebahagiaan. Asha begitu bersyukur memiliki keluarga yang utuh dan bahagia seperti ini. Tak pernah terbayangkan sebelumnya dalam hidupnya akan mendapatkan kebahagiaan semacam ini dalam hidupnya.
Jika ia mengingat bagaimana dirinya di masa lalu sebelum bertemu dengan Rain. Ia selalu menyalahkan dirinya sendiri karena dicap sebagai putri seorang pembunuh. Di hina oleh teman-temannya di sekolah, hidup menderita ketika dinikahi secara paksa oleh Moreno demi membalaskan hutang mendiang Justin dan merelakan satu ginjalnya untuk pria yang coba Justin bunuh yang saat ini telah menjadi suaminya, Rain De Costa.
‘Aku tak menyangka apa yang terjadi dalam hidupku, kesakitan dan penderitaan yang ku alami, telah berubah sebuah kebahagiaan yang tiada tara diberikan oleh Tuhan untuk ku. Aku bersyukur memiliki dia, pria yang mencintaiku dengan tulus sang pangeran yang menyelamatkan ku dari lembah terkutuk.’ Asha Al Jaber
‘Jangan tanyakan apakah aku mencintai dia ? Jawabannya tentu saja aku sangat mencintainya! Aku tak menyangka Tuhan dengans sempurna memberikan aku pasangan terbaik untuknya, Dan aku tak menyangka dibalik kesakitan yang aku rasakan atas sebuah penghianatan nyatanya Tuhan hadirkan dia dalam hidup ku untuk melengkapi dan menyempurnakan diriku yang penuh dengan serba kekurangan. Dia yang menyadarkan aku apa itu artinya kebahagiaan, dan aku bersyukur memiliki dan dimilikinya.’ Rain De Costa
Hidupkan lagi mimpi-mimpi
Cita-cita
Yang lama ku pendam sendiri
Berdua ku bisa percaya
Tiada lagi yang mampu berdiri
Halangi rasa cintaku padamu
Ku bahagia
Kau telah terlahir di dunia
Dan kau ada
Diantara milayaran manusia
Dan ku bisa
Dengan radarku, menemukan mu
... ……...
Terimakasih sudah mengikuti cerita Asha dan Rain. Cerita mereka sudah tamat sampai di 63 episode, setelah ini Author akan fokus menceritakan Diana dan Leon kemudian kedua sahabat Asha, Roseline dan Venus. Tetap terus ikuti ceritanya di sini ya, karena Author akan tetap menulis disini. Terimakasih sebelumnya untuk like dan kometar kalian semua, aku sayang kalian !