
“Apa kemarin Daddy menyukai makanannya ?” tanya Rose ia mencoba mencari tahu apa yang diberikan oleh Gina untuk suaminya kemarin.
“Tentu saja, Daddy menyukainya. Apalagi dagingnya sangat empuk saat dimakan.” Jawab Marcus apa adanya karena kemarin ia memakan makan siang dengan menu olahan daging.
“Daging ?” ucap Rose dalam hati.
Nafas Rose seolah tercekat ia kemudian mengalihkan tatapannya ke arah lain. Benar saja, Gina selama ini sudah menukarkan makan siang yang ia buat untuk suaminya dengan yang lain.
... …….....
“Apa yang dia ingin kan ?” Rose memperhatikan Gina dari lantai atas kala melihat Gina sedang mengaduk kopi disaat hari tengah pukul lima sore.
Saat Rose masih memperhatikan Gina tak lama terdengar suara mobil suaminya masuk ke dalam halaman rumah dan suaminya masuk ke dalam.
Awalnya Rose ingin turun dan menyambut suaminya, namun semua itu ia urungkan saat ia melihat Gina dengan senyum mengembang menyambut suaminya dengan mengambil tas kerjanya dan memberikannya segelas kopi yang ia buat.
Rose membulatkan kedua matanya, berarti benar selama ini Gina berusaha untuk mendekati suaminya. Rose selalu percaya pada Gina tanpa ia sadari kebaikan yang ia berikan untuk Gina nyatanya dibalas dengan sebuah pengecewaan.
“Kalian benar, seharusnya aku tak mudah percaya padanya.” tulis Rose di pesan grup yang terdapat kontak Asha dan Venus.
“Berarti dia sudah berubah menjadi rubah, cepat usir saja, selamatkan rumah tangga mu !” jawab Asha.
“Bagaimana aku mengusirnya ? Aku tidak memiliki alasan dengan bukti yang tepat !”
“Tenang, cobalah berpikir secara jernih, kau seorang Roseline kau pasti bisa !” jawab Asha lagi memberikan semangat pada sahabatnya.
“Terimakasih.” Tulis Rose
“Kemana Venus ?” tanya Asha karena sedari tadi hanya ada mereka berdua yang saling membalas pesan, Venus tak hadir sama sekali.
“Jangan di ganggu dia kan pengantin baru !” jawab Rose dengan memberikan emoticon menutup mulut.
“Venus, jika kau membaca pesan ini. Tetaplah menjadi Venus yang setia pada suami mu, dia sangat baik dan tulus mencintai mu.” Tulis Asha memberikan semangat untuk sahabatnya.
“Kau sudah seperti penceramah !” balas Rose meledek sahabatnya.
... ………....
Venus melihat beberapa pesan tertulis di grup antara Rose dan Asha, ia hanya membacanya tak membalasnya. Karena ia tengah berkecamuk dengan perasaannya sendiri. Disatu sisi ia masih mencintai Johan meski Johan sudah menyakiti dirinya, namun disisi lain ada pria yang begitu tulus mencintai dan menyayanginya bahkan menerima dirinya apa adanya.
“Apa kau baik-baik saja ?” tanya Zayn membawa segelas susu ibu hamil untuk Venus.
“Minum lah, lalu tidur. Bukan kah besok kita kan ke dokter kandungan.” Tanya Zayn lagi dengan penuh semangat, walaupun anak yang dikandung Venus bukanlah anaknya tapi ia begitu senang dan ingin melihat anak itu segera lahir ke dunia.
Venus pun menurut ia menghabiskan segelas susu tersebut dan kemudian membaringkan tubuhnya untuk tidur. Hening, tak ada percakapan sama sekali diantara keduanya saat mereka sudah merebahkan diri.
Zayn begitu bahagia bisa menikah dengan wanita yang ia cintai apalagi ia akan segera menjadi sosok seorang Ayah, ia mengelus perut buncit istrinya hingga tiba-tiba tangannya merasakan tendangan yang begitu kuat dari dalam perut istrinya.
“Venus…dia bergerak.” Zayn tersenyum pada istrinya sedangkan Venus hanya bisa membalas senyuman pula pada suaminya.
“Apa perut mu sakit saat dia menendang ?” tanya Zayn lagi.
“Tidak.” Jawab Venus singkat dan pelan.
“Oh..ya sudah tidurlah lagi.”
Cup
Tanpa sadar Zayn mengecup bibir istrinya untuk pertama kalinya. Dan Venus membulatkan kedua matanya dengan apa yang dilakukan oleh suaminya tersebut.
“Maaf, aku…” ucapan Zayn terpotong saat Venus berbicara terlebih dahulu.
“Ajari aku cara mencintai mu.” Venus memegang tangan suaminya, mungkin lebih baik membuka hati untuk pria yang mencintainya ketimbang terus mengharapkan pria yang sudah banyak memberikannya luka.
“Venus..”
“Aku akan mencintai mu, aku akan membuka hati ku untuk mu, tapi tolong ajari aku.” Lirih Venus ia sudah yakin dengan keputusannya untuk menerima Zayn sebagai suaminya.
Zayn terseyum senang bahkan matanya mulai berkaca-kaca, selama dua bulan mereka menikah hubungannya dengan Venus memang terkesan dingin tapi Zayn tak pernah patah semangat untuk mendapatkan hati Venus.
“Akan ku lakukan !”
Venus kemudian mendekatkan wajahnya pada suaminya dan mengecup bibir suaminya terlebih dahulu. Hingga terjadilah ciuman panas diantara keduanya dan entah kapan mereka berdua sudah menanggalkan pakaian mereka masing-masing.
Venus yang tengah hamil dipengaruhi oleh hormon kehamilannya tentu saja ia begitu menginginkan sentuhan, begitupun sebaliknya Zayn begitu menginginkan Venus karena cintanya pada wanita itu. Hingga pada akhirnya terjadilah percintaan panas diantara kedua keduanya.
Suara de,sahan dan er,anga,n memenuhi seisi kamar mereka berdua dan cucuran keringat membasahi tubuh mereka. Mereka melakukannya untuk pertama kalinya sebagai bentuk menerima hubungan mereka seperti pasangan pengantin yang normal pada umumnya.
... ..................