ISTRI KECIL KU "ASHA"

ISTRI KECIL KU "ASHA"
AJAKAN MANTAN


Rose mengerucutkan bibirnya setelah Marcus mendapatkan apa yang ia mau. Rose terpaksa melakukan perintah suaminya tersebut karena jika pun ia menolak ia berpikir nanti Marcus meminta pada wanita lain, dan Rose tak mau itu terjadi.


“Terimakasih.”


Cup


Marcus mengecup bibir Rose sekilas sebagai bentuk terimakasihnya karena Rose sudah mau melayaninya.


“Jangan takut dan aneh dia memang naga yang besar dan perkasa karena aku selalu merawatnya dengan baik !” kata Marcus dengan santainya.


Rose yang mendengarnya pun hanya bisa melongo karena ia pun masih syok saat tangannya barusan dipenuhi cairan milik Marcus yang begitu banyaknya.


“Kenapa nasibku memiliki suami yang mesum ?” gumam Rose


“Kau bilang apa sayang ?” tanya Marcus


“Tidak !”


“Oh, ayo kita tidur. Besok pagi aku ada jadwal operasi.” Marcus menarik tubuh Rose agar tidur dengannya.


“Tidur disini, berdua ?” tanya Rose pelan.


“Iya, mulai malam ini dan seterusnya kita akan satu kamar.” Ucap Marcus sambil mengeratkan pelukannya pada Rose.


... ……...


Satu minggu kemudian,


Rose tengah berjalan menuju perpustakaan kampus, saat ia hampir sampai langkahnya terhenti saat ia melihat Daniel.


Rose dan Daniel sama-sama menatap dari kejauhan, bahkan Daniel menyapa Rose hingga Rose hanya diam tak berkutik.


“Roseline ?” Daniel mendekat ke arah mantan kekasihnya tersebut, ia begitu menyesal dulu pernah berselingkuh dengan wanita lain.


“Rose, Ibu ku sakit dan dia ingin bertemu dengan mu !” bujuk Daniel karena Rose sangat dekat dengan Ibunya bahkan sudah menganggap Rose sebagai anaknya sendiri.


Mendengar kabar Ibu Daniel yang sakit, hati Rose terketuk. Karena Rose sangat menyayangi wanita paruh baya tersebut, yang begitu baik dan ramah padanya saat ia dan Daniel masih menjalin hubungan.


“Apa ?” tanya Rose khawatir.


“Semenjak kita tidak lagi bersama, Ibu ku sering sakit-sakitan dan dia sangat merindukan mu !” dusta Daniel, ia hanya berbohong untuk bisa mendapatkan hati Rose kembali dan berencana untuk memiliki Rose lagi.


“Mau kah kau ke rumah ku nanti, sepulang kuliah ?” ajak Daniel dengan memelas berharap Rose mau menerima tawarannya.


Rose pun mengangguk setuju dan mau datang ke rumah Daniel. Dalam hati Daniel bersorak gembira ia sudah tak sabar menantikannya.


“Kalau begitu aku ke perpustakaan dulu, nanti aku akan datang sendiri ke rumah mu !”


“Benar ya ? Aku akan sampaikan kabar ini pada Ibu ku, dia pasti sangat senang !” jawab Daniel penuh antusias.


Dan Rose menganggukkan kepalanya, setelah Rose pergi dari hadapan Daniel. Daniel tersenyum smirk karena apa yang dikatakan oleh Daniel pada Rose semuanya adalah kebohongan, nyatanya Ibunya sudah meninggal tiga bulan lalu.


... ………...


“Sayang…?” Marcus memanggil-manggil nama istrinya ketika ia masuk ke dalam rumah ia mencari keberadaan istrinya tersenut, namun tak ia temui dimana pun.


“Apa dia belum pulang ?” gumamnya padahal Marcus sudah membelikan Rose makanan di restoran favoritnya.


Marcus kemudian menelpon Rose, berulang kali ia menelpon namun panggilannya tak kunjung diangkat juga.


“Astaga ! kenapa kau membuatku khwatir ?” Marcus merasa cemas takut terjadi apa-apa pada Rose, karena hari sudah pukul tujuh malam.


Satu jam ia menunggu, bahkan sudah dua jam ia menanti kedatangan Rose, namun istrinya tersebut tak pulang juga. Marcus kemudian keluar dari rumah dan menuju kampus tempat istrinya kuliah, ia masih berfikir positif.


“Apa dia mengambil kelas tambahan ?”


Marcus mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh, setelah ia sampai di kampus dan mencari keberadaan Rose tiba-tiba ia melihat Venus baru saja keluar dari salah satu ruangan.


“Eh…ada Pak Dokter !” sapa Venus kemudian.


“Dimana Roseline ?” tanya Marcus cepat karena yang ia tahu Venus satu kelas dengan istrinya.


“Bukan kah dia sudah pulang jam empat sore tadi ?” jawab Venus apa adanya.


Deg


“Apa ?!”


... ……………...