
“Bukan kah itu mantan istri Daddy ?” ucap Asha dalam hati saat melihat Maria tengah bersama pria yang tak dapat Asha lihat wajahnya karena tubuh pria itu membelakangi Asha.
Saat ini Asha tengah berbelanja pakaian baby doll untuknya karena pakaiannya yang lain sudah mulai sempit sebab perutnya semakin membuncit. Sebenarnya Asha bisa saja memesannya lewat online atau menyuruh pelayan untuk membelikannya, namun Asha sepertinya enggan melakukannya dan lebih suka berbelanja sendiri dari pada ia tidak punya kegiatan lain selain kuliah.
“Asha kau lihat apa ?” tanya Rose yang ikut menemani Asha berbelanja kali ini Asha hanya pergi berdua dengan Rose karena Venus sedang sibuk dengan pacarnya, Johan.
“Ah…tidak ada apa-apa, ayo kita lanjut berbelanja lagi.” Asha kemudian menjauh dari tempat dimana ia tak bisa melihat keberadaan Maria dan Moreno.
“Jadi aku cocok memakai yang mana, Reno ?” tanya Maria dengan memperlihatkan dua pakaian yang ada ditangan Maria.
‘lebih cocok jika tidak usah memakai baju.’
Ucap Moreno dalam hati yang sedari tadi memperhatikan lekuk tubuh Maria yang memang sangat indah apalagi wajah cantik Maria yang membuat kaum adam tak bosan melihatnya.
“Sepertinya yang hitam lebih baik.” Jawab Moreno asal.
“Baiklah, aku akan mencobanya terlebih dulu.” Maria kemudian pergi ke ruang ganti saat ia berjalan di koridor ruang ganti tiba-tiba Maria berpapasan dengan Asha, istri dari mantan suaminya.
Maria menatap tajam Asha dengan tampilan perut yang semakin membuncit ia mengepalkan kedua tangannya dan seketika merasa muak melihat Asha. Asha yang ditatap tajam oleh mantan istri dari suaminya itu menundukkan kepalanya seolah tak ingin berhubungan dengannya.
“Hei ! Kau jangan senang dulu, kebahagiaan yang kau rasakan saat ini hanya bersifat sementara karena aku pastikan Rain akan kembali padaku !” Maria menekankan jari telunjuknya ke bahu Asha hingga tubuh Asha menempel di dinding.
Asha yang mendengar itu ia tersenyum mengejek pada Maria dan mengembuskan nafasnya pelan serta balik menatap tajam Maria.
“Bagaimana dia akan kembali padamu sedangkan dia sudah seperti kucing peliharaanku yang sangat penurut !” jawab Asha dengan santainya dan tersenyum manis pada Maria, senyum yang penuh dengan ejekan untuknya.
Maria membulatkan kedua matanya ia mengepalkan kedua tangannya rasanya ingin sekali ia memberikan perhitungan dengan Asha saat ini jika dirinya sedang tidak bersama Moreno. Namun ia harus memendam amarahnya demi menjaga image nya di hadapan Moreno.
“Ingat kau itu sudah menjadi seorang mantan, dan kau seharusnya sadar dimana seharusnya posisimu berada, tong sampah !” Asha menekankan kata-katanya dan itu membuat amarah dalam diri Maria terhadap Maria semakin berkobar.
“Kurang ajar kau !” Maria mengangkat satu tangannya hendak menampar Asha namun tiba-tiba Rose datang dan menarik Asha agar menjauh dari Maria.
Rose kemudian membawa Asha pergi dari koridor ruang ganti untuk menghindari Maria yang saat ini tentu saja merasa kesal dan marah bukan main dengan Asha karena tak dapat menyalurkan amarah padanya.
“Awas kau Asha, tunggu pembalasan ku !”
...MARIA ARSENINO...
Sedangkan Asha saat ini ia diam mematung di tempatnya setelah keluar dari koridor ruang ganti, kakinya mendadak mati rasa dan tak dapat di gerakkan bahkan bibirnya seakan membisu saat melihat siapa pria yang tengah berada di hadapannya.
...ASHA AL JABBER...
Pria itu yang adalah Moreno mantan suami Asha yang begitu kejam dan berhati iblis, ia tersenyum penuh arti pada Asha dengan sedikit memiringkan kepalanya pada Asha.
Deg
“Lama tak berjumpa, Asha !”
...MORENO...
...………...
Dua bab dulu ya Gaes..entar malem tak kasih lagi..mau tidur dulu ah..ngantuk kali kalo lagi puasa jam segini..🤣🤣kalian ngantuk gak ? Eh ngmong-ngomong kalian entar buka puasa pakek apa ya ?