
Orang itu adalah Maria, mantan istrinya. Maria meneteskan air matanya saat memeluk Rain dan merasakan peluru yang bersarang tepat di jantungnya. Ia tersenyum pada Rain senyuman yang mungkin hanya bisa ia berikan untuk terakhir kalinya untuk Rain.
“Aku mencintai mu, terimakasih sudah hadir dalam hidupku pernah mencintaiku, aku menyesal telah menyakiti mu mencoba memisahkan mu dengan Asha. Rain…maafkan aku, selamatkan Asha !”
Maria mengucapkan itu sebelum ia menghembuskan nafas terakhirnya.
Rain yang diam terpaku melihat Maria yang mengorbankan dirinya untuk menyelamatkannya, namun sedetik kemudian ia kembali teringat pada Asha yang berteriak di dalam sebuah ruangan.
Rain masuk ke dalam ruangan tersebut di lihatnya istrinya itu dalam keadaan mengenaskan. “Asha…!” teriak Rain berlari mendekati Asha yang mana kedua kakinya sudah terdapat darah yang mengalir deras.
Marcus dan Leon berserta Rose masuk ke dalam ruangan dimana Rain berteriak di sana, Marcus dengan cepat menolong Asha yang tengah kesakitan.
“Ambilkan tas kerjaku !” teriak Marcus pada Leon dan Leon dengan cepat menghubungi anak buah Rain yang berjaga di dekat mobil mereka untuk membawakannya, tak berselang lama Marcus mendapatkannya dan mengeluarkan peralatan medis yang ada ditasnya.
“Mau kau apakan istri ku !” bentak Rain yang melihat Marcus hendak membantu Asha.
“Istri mu hendak melahirkan ! Aku harus menolongnya !” jawab Marcus dengan cepat memakai sarung tangan medisnya. Tanpa meminta persetujuan Rain, Marcus mengecek kondisi pembukaan Asha yang ternyata Asha sudah dalam kondisi pembukaan lengkap.
“Apa yang kau lakukan !” Rain tak terima saat Marcus menyentuh inti istrinya yang begitu beharga tersebut.
"Aku mengecek kondisi istrimu, air ketubannya pecah dan sudah terjadi pendarahan ! " sentak Marcus ia menjadi kesal disaat seperti ini Rain malah melarangnya untuk memberikan pertolongan pada Asha.
“Pembukaannya lengkap ! Rain bantu istri mu ! pegang erat tangannya, Asha tarik nafasmu dalam-dalam dan hembuskan perlahan, saat rasa sakit itu datang lagi kau harus mengejan, okey !” Marcus memberikan instruksi pada Asha dan Asha hanya bisa menganggukkan kepalanya karena perutnya benar-benar merasa sakit.
“Sayang, ayo lakukan kau pasti bisa ! Demi anak kita ! kau pasti kuat dan hebat !” Rain memberikan semangat pada istrinya sambil menitihkan air matanya.
“Sekarang ! ayo mengejan !” titah Marcus
‘aaaaahhh…’
“Sedikit lagi Asha !” pinta Marcus karena sudah melihat kepala bayi Asha sudah terlihat.
“Ayo sayang, kau pasti bisa !” Rain terus menyemangati Asha agar tak menyerah.
“Daddy ini sakit sekali !” tangis dan rengekan Asha membuat Rain kesal pada dirinya sendiri, andai saja rasa sakit itu bisa dilimpahkan padanya, biarlah dia saja yang merasakannya.
“Sayang, sedikit lagi, ayo !”
Asha berteriak saat mengejan untuk yang terakhir kalinya dimana saat itu juga bayinya keluar dari jalan lahirnya. Keringat dingin bercucuran di dan Asha dan ia meneteskan air matanya saat melihat bayinya sudah lahir ke dunia.
'oeek.. Oeekk.. '
Rain sampai tak dapat berkata apa-apa selain rasa syukur ia apalagi ia mendengar suara teriakan bayinya untuk pertama kalinya. Rain bahkan menangis bahagia sambil memeluk bayinya.
“Sayang, lihatlah dia sangat tampan. Terimakasih sudah berjuang melahirkannya, kau wanita yang hebat, istri yang hebat dan ibu yang hebat ! Aku sangat mencintaimu !”
Cup
Rain mengecup kening Asha lalu memeluknya berserta bayinya. Rain juga mengadzani bayinya yang baru lahir ke dunia dengan selamat tersebut. Bayi yang begitu tampan dan sehat tanpa kekurangan apapun.
Rose yang sedari tadi melihat hal itu dari jauh ia sampai meneteskan air mata bahagia karena terharu melihat Asha yang begitu berjuang demi melahirkan anaknya ke dunia.
Rose benar-benar tak menyangka kehidupan yang dijalani oleh sahabatnya tersebut penuh dengan lika-liku. Andaikan dirinya ada diposisi Asha tentu saja ia tak akan sekuat itu menghadapinya.
Saat Rose masih menatap Asha dan Rain yang sedang mengadzani bayinya, Rose menoleh ke arah Marcus dan Leon yang sedang berbicara. Tiba-tiba darah Rose seakan mendidih saat melihat Marcus dan mengingat kejadian barusan yang Marcus lakukan padanya.
Rose berjalan mendekat ke arah Marcus dan memukul Marcus menggunakan tas selempangnya.
Bugh
Bugh
Bugh
“Aaaww..! hei apa yang kau lakukan ?!” bentak Marcus saat tubuhnya di pukul membabi buta oleh Rose.
“Dasar pencuri ! Penjahat !” ucap Rose dengan suara yang meninggi.
Leon hanya melihat itu tanpa membantu Marcus hingga tak lama terdengar suara mobil ambulance datang untuk membawa Asha ke rumah sakit.
... ………....