ISTRI KECIL KU "ASHA"

ISTRI KECIL KU "ASHA"
DI MOBIL


Rain memukul stir mobilnya karena merasa kesal setelah perjumpaannya dengan Maria barusan.


‘aku masih mencintai mu !’ Kata-kata itu seolah membuat Rain jijik mendengarnya.


Dulu ia memang mencintai Maria, meski pun Maria tidak suci lagi setelah menikah dengannya ia masih menerima Maria apa adanya.


Cinta yang seperti apa yang Maria tawarkan untuknya ? jika memang Maria mencintainya mengapa Maria berselingkuh dengan pria lain.


Terkadang Rain berkaca pada dirinya sendiri, apa kurang dirinya ? Tampan, mapan dan kaya raya. Kurang apa lagi ? Benar apa yang dikatakan Mommy padanya dia tidak mencintainya dengan tulus tetapi hanya menginginkan hartanya saja.


Saat Rain temenung dengan pikirannya, tiba-tiba ia tersadar saat mendengar suara ketukan dari kaca jendela yang ternyata Asha yang mengetuknya.


Rain kemudian menekan kunci mobilnya agar Asha bisa masuk ke dalam mobil.


“Daddy !” sapa Asha mengecup pipi Rain sekilas.


Rain menatap wajah cantik istri kecilnya tersebut dan tersenyum padanya. Bayangan tentang Maria hilang begitu saja begitu Asha sudah berada disisinya.


“Daddy kenapa ?” tanya Asha melihat perubahan di raut wajah suaminya.


“Tidak apa-apa, hanya saja banyak pekerjaan di kantor.” Elak Rain karena ia tak ingin Asha tahu apa yang terjadi barusan antara dirinya dan Maria, Rain tidak mau Asha salah paham dan perpikiran yang aneh-aneh padanya.


Asha hanya menganggukkan kepalanya, ia tak ingin bertanya lebih jauh akan hal tersebut. “Kita mau kemana, Dad ?” Asha bertanya lagi karena ia tak tahu akan diajak kemana oleh suaminya.


“Rahasia !”


“Oh ayolah Daddy, aku penasaran !” rengek Asha ia menggoyangkan bahu suaminya namun tangan satunya lagi tanpa sadar Asha letakkannya di paha Rain tepat hampir di selangkangannya yang membuat sesuatu dibawah sana seperti tersengat aliran listrik.


“Sayang, nanti saja !” Rain menahan hasrat yang bergejolak di dalam dirinya karena tiba-tiba tangan Asha dibawah sana meremas pahanya.


“Ayolah Dad…”


“Sayang !” Rain menepikan mobilnya ke pinggir jalan dimana jalanan itu cukup sepi.


“Apa kita sudah sampai ? Kenapa sepi sekali ?” Asha melihat sekeliling jalanan yang cukup sepi dari dalam mobil. Namun tiba-tiba tubuh Asha tarik oleh Rain duduk di pangkuannya.


“Kau memancing dia bangun !” ucap Rain dengan suara beratnya.


“Dia bangun ? siapa ?” tanya Asha bingung siapa yang dibicarakan oleh Rain.


“Dia !”


“Dad..dady..” ucapan Asha terbata-bata, apalagi Rain dengan cepat memainkan milik istrinya agar mendapatkan pelepasannya terlebih dahulu. Asha hanya bisa pasrah dan me.de.sah dengan permainan yang suaminya lakukan.


‘aaahh..aaahh..Daddy…aaaahh’


Asha terpekik saat mendapatkan pelepasannya. Dengan nafas yang tersengal-sengal dan tubuh yang bergetar, Asha masih berpegangan pada kursi kemudi yang Rain duduki. Hingga tiba-tiba Asha kembali terpekik saat milik suaminya yang besar tersebut menerobos masuk ke dalam miliknya.


Jleb


‘aaaakkhhh’


‘Ough…Asha..’


Keduanya saling memberikan kepuasan satu sama lain menyalurkan eforia dan fantasinya. Untuk pertama kalinya Asha melakukannya di dalam mobil dan itu karena permintaan suaminya.


Sejak menikah dengan Rain ia benar-benar dituntut dewasa dalam hal ini karena harus menyeimbangi suaminya yang usianya terlampau jauh darinya.


Rian pria dewasa yang bukan lagi hal tabu mengenal se.xs apalagi ia dulunya adalah seorang cassanova tentu selalu meminta Asha agar bisa melakukan hal-hal baru bersamanya dan dimana saja.


'Daddy.. Aku keluar..'


"Bersama..'


Hingga gelombang dahsyat itu datang Rain menyemburkan oli premium miliknya ke dalam sarangnya tanpa tersisa sedikit pun dan Asha hanya bisa menerimanya dan merasakan cairan hangat itu memenuhi rahimnya.


... ...... ...